@carlos_op16: Yo igual lloro🥹 vamos Cabo Verde! #fifaworldcup2026 #futbol #mundial #vozinha #caboverde

Carlos_OP16💚
Carlos_OP16💚
Open In TikTok:
Region: BO
Saturday 27 June 2026 02:04:16 GMT
529844
87586
883
29233

Music

Download

Comments

a.n.a.s234
Anas.69 :
Juro por mi mamá que le doy like a este comentario (ya lo juraste)
2026-06-27 12:39:26
1377
vale.avila45
𝙑𝙖𝙡𝙚 𝘼𝙫𝙞𝙡𝙖 :
Lo siento Cabo Verde los apoyé hasta donde pude, pero hoy se enfrentan a los reyes.❤️🇦🇷
2026-06-27 20:28:08
51
lisan128851
Lisan12 :
próximamente: el mejor arquero de la historia vs el mejor arquero de la actualidad
2026-06-27 14:56:42
977
sijugasconmigoyojuegomas
ROSITA_24CM :
y tú bailando bailando bailando.. y yo llorando.....
2026-06-27 21:23:33
54
geremyvtr
G E R E MY :
cabo verde va a ganarle a argentina 2-1 acuerdense
2026-06-27 18:25:39
62
ivn.crispn
.Alexander. :
ojalá cabo verde pueda ganar porque vozinha es muy buen portero
2026-06-27 17:46:50
67
elpro13533
elpro135 :
soy argentino pero
2026-06-27 16:34:05
74
kevinm.2010
KevinM... :
bro ahora juegan contra argentina💀
2026-06-27 02:25:24
5414
polizon.97
líam :
voshiña dijo q su sueño era jugar con messi y se la cumplio🤝
2026-06-27 10:37:34
649
._.678900
✨ Beatriz_blox✨ :
ojalá gane cabo verde contra argentina estoy con ustedzes
2026-06-27 15:23:09
94
jerard.cedeo0
Jer@rd*:👻⁴0⁴🏴‍☠️ :
Si feliz porque cladifico cabo verde pero, qué hay de uruguay
2026-06-27 17:59:28
12
To see more videos from user @carlos_op16, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sunghoon terbangun, cahaya putih menyilaukan dari langit-langit rumah sakit, menyambut matanya yang berat. Dunia terasa asing.
Sunghoon terbangun, cahaya putih menyilaukan dari langit-langit rumah sakit, menyambut matanya yang berat. Dunia terasa asing. "Sunghoon..?" Ia menoleh. Ayahnya. Seseorang yang sudah lama meninggal. Begitu ia ingat. Tapi ia di sana, pria itu tersenyum, matanya basah dan penuh syukur, di sebelahnya berdiri ibunya. Semua tampak seperti mimpi yang baru saja pecah. "Ayah, masih hidup..?" Ayahnya tertegun. orang tuanya memeluknya erat, tapi ekspresi wajah Sunghoon berubah, tangannya bergerak panik, mencari wajah lain di sekeliling. Sunghoon melepaskan pelukannya, ia menggeliat. "Istriku mana? Minjeong dimana, Bu?" Ibu dan ayah saling bertukar pandang "Siapa Minjeong?" Sunghoon menoleh cepat. "Istriku! Kim Minjeong! Dimana dia?! Aku harus ketemu dia! Aku harus minta maaf." Sunghoon mulai bergerak. Namun ayah menahannya. "Sunghoon.. Kamu baru sadar." "Aku harus kerumah! Minjeong di rumah kan?! Ibu kenapa dia nggak mau ke sini?! Dia nggak mau maafin Sunghoon?!" Sunghoon menatap ibunya dengan penuh harap. "Sunghoon!" Ayah mencengkram bahunya. "Kamu belum mengerti!" Sunghoon berhenti, menatap ayahnya diam. "Kamu koma. Selama tujuh tahun, Sunghoon. Kamu koma setelah mobilmu meledak!" Sunghoon terdiam. Sunghoon menatap mereka berdua, nafasnya tak teratur. "Kamu nggak pernah menikah, Sunghoon! Kamu nggak kenal siapapun yang namanya Minjeong." Sunghoon menatap ayahnya seolah tak percaya, matanya berkaca-kaca. "Ayah, aku adalah pelukis, Minjeong adalah kolektor yang membeli lukisanku. Minjeong, dia nyata, aku hidup bersamanya. Aku menikahinya, aku menyakitinya. Aku—aku harus minta maaf!" Pintu ruangan terbuka. Seorang perempuan berdiri di sana. Kamu. "Minjeong?!" Ia bangkit dari tempat tidur dan menerjang tubuhmu. Ia memeluk kamu erat. "Aku minta maaf, ya? Aku nyakitin kamu, aku bersumpah nggak akan ngebahas nama y/n lagi di dalam pernikahan kita. Aku bakal sembuh, kembali ya?" Kamu hanya diam, mendengar Sunghoon. Perlahan, kamu menjauhkan tubuh Sunghoon dari tubuhmu. "Aku.. bukan Minjeong." katamu dengan suara parau. "Aku y/n, Sunghoon.." Sunghoon membeku, dunia Sunghoon runtuh seketika. Sunghoon mundur perlahan. Matanya mulai panas dan kesadarannya seperti di cabik realita. "Nggak.. Y/n, kamu tewas dalam kecelakaan lima belas tahun lalu. Nggak mungkin.. Minjeong istriku, yang aku nikahi karna mirip kamu. Dia nyata!" Ia berdiri dan sebelum ada yang menahannya, ia berlari menyusuri lorong rumah sakit dan berlari menuju ke arah rumahnya. Begitu sampai di sana, pintu di dobrak dan disana.. Sepi. "Minjeong!" Ia memasuki stu persatu ruangan. terakhir, kamarnya. Tak ada bekas. Ia membuka lemari pakaian, kosong. Tak ada baju Minjeong. Tak ada bau tubuhnya. Sunghoon menggeleng, masih tak percaya. "Nggak mungkin. Minjeong.. Aku.. kisah kita.. Hanya mimpi?" Tiba-tiba ia teringat, galeri. Yang ada di samping rumahnya, jika benar itu mimpi. Galeri itu tak akan pernah ada. Namun, ruangan kecil yang menempel di sebelah rumahnya itu nyatanya ada. Sama persis dengan mimpinya. Ia masuk, membongkar ruangan paling belakang. Tempat lukisan itu di simpan. Tumpukan kanvas tergeletak. Lalu ia melihatnya. Lukisan Kupu-kupu ungu favorit kamu, dan lukisan wajahmu yang menjadikan Sunghoon pelukis yang terkenal karna lukisannya yang tampak hidup. Lalu ia beralih, ke lukisan Minjeong. Walaupun sama persis denganmu, Sunghoon dapat membedakannya. Matanya yang penuh harapan.. Tapi.. Sunghoon merasa tak pernah melukis ini jika dia benar-benar koma. Ia tak ingat pernah mengenal Minjeong sebelum tidur panjangnya. Sunghoon menatap kanvas itu, tubuhnya jatuh, ia tersedu. Kamu berlutut di belakangnya. "Dia nyata, Y/n.. Aku jahat sama dia. Minjeong nyata buat aku." Kamu memeluk bahunya dari belakang. tapi pelukannya tak bisa menjangkau kehancuran hati seorang laki-laki yang menyadari hal pahit.. Ia menyakiti seseorang yang hanya ingin di cintai sebagai dirinya sendiri. dan bahkan dalam mimpinya.. Ia menyakiti perempuan yang mencintainya sepenuh hati. Dan kini, tak ada jalan untuk kembali. #sunghoon #foryoupage #pov

About