@nssmagazine: We had a quick chat with Terrence O’Connor on the streets of Paris to talk about his favorite videos on the internet 🙂‍↕️ #terrenceoconnor #paris #pfw #interview #TikTokFashion

nss magazine
nss magazine
Open In TikTok:
Region: FR
Saturday 27 June 2026 06:24:03 GMT
1627
68
1
3

Music

Download

Comments

To see more videos from user @nssmagazine, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

🥺🥀 Keluarga dokter Icha mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) untuk mengambil langkah tegas terhadap tiga anggota DPRD TTU yang diduga melakukan tindakan intimidasi terhadap dokter saat menjalankan tugas pelayanan medis di Rumah Sakit (RS) Leona Kefamenanu. Desakan tersebut disampaikan Fabi Banase, keluarga dokter Icha, menyusul peristiwa yang terjadi di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona. Menurut keluarga, kejadian tersebut membuat dokter Icha mengalami tekanan psikologis saat memberikan pelayanan kepada pasien. Fabi mengatakan, pihak keluarga telah melaporkan persoalan tersebut kepada pimpinan DPRD TTU agar dapat diproses melalui Badan Kehormatan (BK) DPRD. Kronologi Kejadian Berdasarkan keterangan keluarga, peristiwa bermula ketika dokter Icha yang bertugas sebagai dokter jaga di IGD RS Leona menerima seorang pasien yang diduga mengalami kasus gigitan ular. Sebagai dokter jaga, dr. Icha melakukan pemeriksaan awal terhadap pasien dan menjalankan prosedur pelayanan medis sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di rumah sakit. Dalam proses penanganan tersebut, dokter Icha juga melakukan konsultasi dengan dokter spesialis untuk memastikan langkah medis yang tepat bagi pasien. Dari hasil pemeriksaan dan konsultasi medis, pasien saat itu belum direkomendasikan untuk mendapatkan suntikan antibisa ular (anti venom). Selain pertimbangan medis, ketersediaan stok antivenom di RS Leona juga disebut tidak tersedia. Namun, situasi kemudian berubah ketika muncul keberatan dari pihak keluarga pasien terkait keputusan medis tersebut. Direktur RS Leona Turun Menenangkan Situasi Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pimpinan RS Leona. Direktur RS Leona selanjutnya datang langsung ke ruang IGD untuk menenangkan situasi. Dalam kesempatan itu, pihak rumah sakit menjelaskan bahwa tindakan medis yang diberikan kepada pasien telah dilakukan sesuai prosedur dan berdasarkan hasil konsultasi dengan dokter spesialis. Pihak keluarga dokter Icha menilai, seorang tenaga medis dalam menjalankan tugasnya harus diberikan ruang profesional untuk mengambil keputusan berdasarkan ilmu kedokteran dan SOP pelayanan kesehatan. Tunggu Rekomendasi IDI dan Badan Kehormatan Fabi menegaskan, keluarga masih menunggu proses dari organisasi profesi maupun lembaga DPRD sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut. Ada tiga rekomendasi yang menjadi perhatian keluarga, yakni rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), hasil pemeriksaan Badan Kehormatan DPRD TTU, serta sikap dari partai politik yang menaungi anggota DPRD tersebut. Selain persoalan dugaan intimidasi terhadap dokter Icha, Fabi juga menyoroti kondisi pelayanan kesehatan di Kabupaten TTU. Ia mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam mempertahankan tenaga kesehatan di tengah keterbatasan anggaran. Menurutnya, upaya Bupati TTU Valen Kebo dalam memastikan ketersediaan tenaga dokter, perawat, dan bidan harus mendapat dukungan dari semua pihak. Minta Evaluasi Etik dan Sikap Partai Fabi berharap DPRD TTU melalui Badan Kehormatan dapat menjalankan fungsi pengawasan etik secara objektif. Ia juga meminta partai politik yang menaungi ketiga anggota DPRD tersebut untuk mengambil sikap apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran.#fypage #nttupdate #nttpride🏝🔥fypシviral #masukberanda
🥺🥀 Keluarga dokter Icha mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) untuk mengambil langkah tegas terhadap tiga anggota DPRD TTU yang diduga melakukan tindakan intimidasi terhadap dokter saat menjalankan tugas pelayanan medis di Rumah Sakit (RS) Leona Kefamenanu. Desakan tersebut disampaikan Fabi Banase, keluarga dokter Icha, menyusul peristiwa yang terjadi di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona. Menurut keluarga, kejadian tersebut membuat dokter Icha mengalami tekanan psikologis saat memberikan pelayanan kepada pasien. Fabi mengatakan, pihak keluarga telah melaporkan persoalan tersebut kepada pimpinan DPRD TTU agar dapat diproses melalui Badan Kehormatan (BK) DPRD. Kronologi Kejadian Berdasarkan keterangan keluarga, peristiwa bermula ketika dokter Icha yang bertugas sebagai dokter jaga di IGD RS Leona menerima seorang pasien yang diduga mengalami kasus gigitan ular. Sebagai dokter jaga, dr. Icha melakukan pemeriksaan awal terhadap pasien dan menjalankan prosedur pelayanan medis sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di rumah sakit. Dalam proses penanganan tersebut, dokter Icha juga melakukan konsultasi dengan dokter spesialis untuk memastikan langkah medis yang tepat bagi pasien. Dari hasil pemeriksaan dan konsultasi medis, pasien saat itu belum direkomendasikan untuk mendapatkan suntikan antibisa ular (anti venom). Selain pertimbangan medis, ketersediaan stok antivenom di RS Leona juga disebut tidak tersedia. Namun, situasi kemudian berubah ketika muncul keberatan dari pihak keluarga pasien terkait keputusan medis tersebut. Direktur RS Leona Turun Menenangkan Situasi Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pimpinan RS Leona. Direktur RS Leona selanjutnya datang langsung ke ruang IGD untuk menenangkan situasi. Dalam kesempatan itu, pihak rumah sakit menjelaskan bahwa tindakan medis yang diberikan kepada pasien telah dilakukan sesuai prosedur dan berdasarkan hasil konsultasi dengan dokter spesialis. Pihak keluarga dokter Icha menilai, seorang tenaga medis dalam menjalankan tugasnya harus diberikan ruang profesional untuk mengambil keputusan berdasarkan ilmu kedokteran dan SOP pelayanan kesehatan. Tunggu Rekomendasi IDI dan Badan Kehormatan Fabi menegaskan, keluarga masih menunggu proses dari organisasi profesi maupun lembaga DPRD sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut. Ada tiga rekomendasi yang menjadi perhatian keluarga, yakni rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), hasil pemeriksaan Badan Kehormatan DPRD TTU, serta sikap dari partai politik yang menaungi anggota DPRD tersebut. Selain persoalan dugaan intimidasi terhadap dokter Icha, Fabi juga menyoroti kondisi pelayanan kesehatan di Kabupaten TTU. Ia mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam mempertahankan tenaga kesehatan di tengah keterbatasan anggaran. Menurutnya, upaya Bupati TTU Valen Kebo dalam memastikan ketersediaan tenaga dokter, perawat, dan bidan harus mendapat dukungan dari semua pihak. Minta Evaluasi Etik dan Sikap Partai Fabi berharap DPRD TTU melalui Badan Kehormatan dapat menjalankan fungsi pengawasan etik secara objektif. Ia juga meminta partai politik yang menaungi ketiga anggota DPRD tersebut untuk mengambil sikap apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran.#fypage #nttupdate #nttpride🏝🔥fypシviral #masukberanda

About