@kalai.musixz: #kalaicreation #kalaimusixz Feeling sad to hear about K. Bakiayaraj's passing. His contributions will be remembered. Rest in peace, sir.

🎧 ᴋ ᴀ ʟ ᴀ ɪ.ᴍ ᴜ ꜱ ɪ x ᴢ 🎙️🎼
🎧 ᴋ ᴀ ʟ ᴀ ɪ.ᴍ ᴜ ꜱ ɪ x ᴢ 🎙️🎼
Open In TikTok:
Region: MY
Saturday 27 June 2026 06:59:15 GMT
2955
228
6
33

Music

Download

Comments

ladyyy_boss36
🚦³⁶LÃDYYY_BØ$$³⁶🚦 :
rest in paradise sir🥹
2026-06-27 07:04:09
0
sweetiejane15
sweetiejane15 :
great soul gone without saying good bye to us rest in paradise sir we miss u sir 😭❤️🫶
2026-06-27 09:54:04
0
divya.926730
💜🖤ShIvAnI jEeVa🖤💜 :
🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
2026-06-27 09:59:38
1
santhi.vengadesan
santhi vengadesan :
🙏🌹🙏
2026-06-27 07:10:05
1
susita976
Sita Perumal :
🙏🙏🙏
2026-06-27 10:45:45
1
To see more videos from user @kalai.musixz, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ada banyak hal dalam hidup yang memang perlu dipikirkan, tetapi tidak semua hal perlu dipikul sendirian. Sering kali manusia menghabiskan begitu banyak tenaga untuk memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi. Pikiran berlari ke masa depan, membayangkan berbagai kemungkinan buruk, lalu kembali dengan membawa kecemasan yang semakin besar. Akibatnya, masalah yang awalnya kecil berubah menjadi beban yang berat. Bukan karena kenyataannya terlalu sulit, tetapi karena pikiran telah mengangkatnya berkali-kali sebelum waktunya. Di saat seperti itu, manusia lupa bahwa ada batas kemampuan akalnya, dan ada wilayah kehidupan yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan terus memikirkannya. Secara psikologis, pikiran yang terus berputar tanpa henti sering tidak menghasilkan solusi, melainkan kelelahan. Semakin seseorang terjebak dalam kekhawatiran yang berlebihan, semakin sulit ia melihat jalan keluar dengan jernih. Hatinya menjadi sempit, tidurnya tidak tenang, dan harinya dipenuhi kecemasan. Di sinilah istighfar memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar rangkaian lafaz. Istighfar adalah pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan, bahwa tidak semua urusan dapat dikendalikan, dan bahwa ada kekuatan yang jauh lebih besar daripada dirinya. Ketika seseorang beristighfar dengan kesadaran penuh, ia sedang melepaskan sebagian beban yang selama ini terlalu erat digenggam oleh pikirannya. Tidak Semua Masalah Selesai dengan Dipikirkan Terus-Menerus Ada perbedaan antara merenung dan mencemaskan. Merenung membantu manusia menemukan arah, sedangkan kecemasan yang berlebihan sering hanya membuat seseorang berputar di tempat yang sama. Banyak orang mengira bahwa semakin lama memikirkan masalah, semakin dekat ia pada solusi. Padahal sering kali yang bertambah hanyalah rasa lelah dan ketakutan. Karena itu ada saatnya akal bekerja, dan ada saatnya hati belajar untuk berserah setelah melakukan ikhtiar yang terbaik. Istighfar Menenangkan Hati yang Gelisah Ketika seseorang beristighfar, ia tidak hanya memohon ampun. Ia juga sedang mengingat bahwa dirinya tidak sendirian menghadapi kehidupan. Ada ketenangan yang lahir ketika hati berhenti merasa harus mengendalikan segalanya. Ada kelegaan ketika seseorang menyadari bahwa tidak semua beban harus dipikul dengan kekuatan dirinya sendiri. Karena sering kali yang paling dibutuhkan manusia bukan tambahan kemampuan berpikir, melainkan tambahan ketenangan untuk menghadapi apa yang sedang dipikirkannya. Beban Menjadi Berat Ketika Dibawa Sendiri Sebagian besar penderitaan manusia tidak hanya berasal dari masalah yang dihadapi, tetapi juga dari perasaan bahwa ia harus menyelesaikan semuanya seorang diri. Ia memikul kekhawatiran tentang masa depan. Ia memikul penyesalan masa lalu. Ia memikul ketakutan yang bahkan belum terjadi. Padahal hidup menjadi lebih ringan ketika seseorang belajar membedakan antara apa yang bisa ia usahakan dan apa yang harus ia serahkan kepada kehendak Tuhan. Kemudahan Sering Datang dari Arah yang Tidak Disangka Manusia terbiasa mencari jalan keluar melalui perhitungan yang dapat dilihat oleh mata. Namun tidak semua pertolongan datang melalui jalan yang dapat diprediksi. Ada urusan yang terasa buntu lalu tiba-tiba terbuka. Ada kesulitan yang tampak mustahil lalu perlahan menemukan jalannya. Ada beban yang terasa berat lalu menjadi ringan karena hati diberi kekuatan untuk menjalaninya. Mungkin itulah sebabnya manusia diajarkan untuk berusaha sekaligus berdoa. Sebab tidak semua pintu dibuka oleh logika, dan tidak semua kemudahan lahir dari kemampuan manusia semata. Jika sebagian besar hal yang membuatmu cemas hari ini ternyata tidak pernah benar-benar terjadi, berapa banyak ketenangan yang telah hilang hanya karena kamu terlalu lama memikul beban yang sebenarnya tidak perlu kamu bawa sendirian?
Ada banyak hal dalam hidup yang memang perlu dipikirkan, tetapi tidak semua hal perlu dipikul sendirian. Sering kali manusia menghabiskan begitu banyak tenaga untuk memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi. Pikiran berlari ke masa depan, membayangkan berbagai kemungkinan buruk, lalu kembali dengan membawa kecemasan yang semakin besar. Akibatnya, masalah yang awalnya kecil berubah menjadi beban yang berat. Bukan karena kenyataannya terlalu sulit, tetapi karena pikiran telah mengangkatnya berkali-kali sebelum waktunya. Di saat seperti itu, manusia lupa bahwa ada batas kemampuan akalnya, dan ada wilayah kehidupan yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan terus memikirkannya. Secara psikologis, pikiran yang terus berputar tanpa henti sering tidak menghasilkan solusi, melainkan kelelahan. Semakin seseorang terjebak dalam kekhawatiran yang berlebihan, semakin sulit ia melihat jalan keluar dengan jernih. Hatinya menjadi sempit, tidurnya tidak tenang, dan harinya dipenuhi kecemasan. Di sinilah istighfar memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar rangkaian lafaz. Istighfar adalah pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan, bahwa tidak semua urusan dapat dikendalikan, dan bahwa ada kekuatan yang jauh lebih besar daripada dirinya. Ketika seseorang beristighfar dengan kesadaran penuh, ia sedang melepaskan sebagian beban yang selama ini terlalu erat digenggam oleh pikirannya. Tidak Semua Masalah Selesai dengan Dipikirkan Terus-Menerus Ada perbedaan antara merenung dan mencemaskan. Merenung membantu manusia menemukan arah, sedangkan kecemasan yang berlebihan sering hanya membuat seseorang berputar di tempat yang sama. Banyak orang mengira bahwa semakin lama memikirkan masalah, semakin dekat ia pada solusi. Padahal sering kali yang bertambah hanyalah rasa lelah dan ketakutan. Karena itu ada saatnya akal bekerja, dan ada saatnya hati belajar untuk berserah setelah melakukan ikhtiar yang terbaik. Istighfar Menenangkan Hati yang Gelisah Ketika seseorang beristighfar, ia tidak hanya memohon ampun. Ia juga sedang mengingat bahwa dirinya tidak sendirian menghadapi kehidupan. Ada ketenangan yang lahir ketika hati berhenti merasa harus mengendalikan segalanya. Ada kelegaan ketika seseorang menyadari bahwa tidak semua beban harus dipikul dengan kekuatan dirinya sendiri. Karena sering kali yang paling dibutuhkan manusia bukan tambahan kemampuan berpikir, melainkan tambahan ketenangan untuk menghadapi apa yang sedang dipikirkannya. Beban Menjadi Berat Ketika Dibawa Sendiri Sebagian besar penderitaan manusia tidak hanya berasal dari masalah yang dihadapi, tetapi juga dari perasaan bahwa ia harus menyelesaikan semuanya seorang diri. Ia memikul kekhawatiran tentang masa depan. Ia memikul penyesalan masa lalu. Ia memikul ketakutan yang bahkan belum terjadi. Padahal hidup menjadi lebih ringan ketika seseorang belajar membedakan antara apa yang bisa ia usahakan dan apa yang harus ia serahkan kepada kehendak Tuhan. Kemudahan Sering Datang dari Arah yang Tidak Disangka Manusia terbiasa mencari jalan keluar melalui perhitungan yang dapat dilihat oleh mata. Namun tidak semua pertolongan datang melalui jalan yang dapat diprediksi. Ada urusan yang terasa buntu lalu tiba-tiba terbuka. Ada kesulitan yang tampak mustahil lalu perlahan menemukan jalannya. Ada beban yang terasa berat lalu menjadi ringan karena hati diberi kekuatan untuk menjalaninya. Mungkin itulah sebabnya manusia diajarkan untuk berusaha sekaligus berdoa. Sebab tidak semua pintu dibuka oleh logika, dan tidak semua kemudahan lahir dari kemampuan manusia semata. Jika sebagian besar hal yang membuatmu cemas hari ini ternyata tidak pernah benar-benar terjadi, berapa banyak ketenangan yang telah hilang hanya karena kamu terlalu lama memikul beban yang sebenarnya tidak perlu kamu bawa sendirian?

About