@hhxxttxshh: Ein 17-Jähriger starb, nachdem er die ganze Nacht bei eingeschaltetem Ventilator geschlafen hatte – hören Sie sofort damit auf.#Viral#Nachrichten#Polizei#Für dich#foryou

hhxxttxshh
hhxxttxshh
Open In TikTok:
Region: DE
Saturday 27 June 2026 09:14:55 GMT
1061
25
1
6

Music

Download

Comments

andy.f763
Andy F. :
glaub ich nicht 😳😳😳
2026-06-27 11:15:29
0
To see more videos from user @hhxxttxshh, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bentrok SAD dan Sekuriti PT SAL di Sarolangun, Delapan Orang Terluka Sarolangun - Bentrokan antara warga Suku Anak Dalam (SAD) dan pihak keamanan perusahaan perkebunan PT Sari Aditya Loka (SAL) I terjadi di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya delapan orang mengalami luka-luka. Informasi yang dihimpun menyebutkan, enam korban berasal dari pihak sekuriti perusahaan, dengan rincian tiga orang mengalami luka tembak senapan angin (kecepek) dan tiga lainnya luka bacok. Selain korban luka, bentrokan juga disertai aksi pengrusakan fasilitas perusahaan. Sejumlah kantor operasional dilaporkan dirusak, serta dua unit rumah mess karyawan dibakar oleh massa. Situasi di lokasi sempat memanas seiring meningkatnya ketegangan antara kedua pihak. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian terkait kronologi lengkap maupun langkah penanganan pasca kejadian. Sementara itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jambi dalam siaran pers yang diterima, Senin (13/4/2026), menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut. WALHI menilai bentrokan ini merupakan bagian dari konflik agraria yang berkepanjangan di wilayah tersebut. Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jambi, Oscar Anugrah, menyebut konflik yang terjadi bukan insiden tunggal, melainkan akumulasi persoalan struktural yang belum terselesaikan. “Peristiwa ini merupakan bagian dari konflik yang terus berulang tanpa penyelesaian berkeadilan. Pendekatan keamanan justru berpotensi memperburuk situasi,” ujarnya. WALHI juga menyoroti masuknya tambahan tenaga keamanan di area perusahaan yang diduga memicu eskalasi konflik. Menurut mereka, pendekatan represif bukan solusi dalam penyelesaian sengketa lahan dengan masyarakat adat. Atas kejadian ini, WALHI mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk mengakui dan melindungi wilayah kelola masyarakat adat SAD serta mendorong penyelesaian konflik melalui dialog. Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lokasi dilaporkan masih dalam pengawasan, sementara aparat diharapkan segera mengambil langkah untuk mencegah konflik susulan. #fyp #sad #walhi #sarolangun @polressarolangun
Bentrok SAD dan Sekuriti PT SAL di Sarolangun, Delapan Orang Terluka Sarolangun - Bentrokan antara warga Suku Anak Dalam (SAD) dan pihak keamanan perusahaan perkebunan PT Sari Aditya Loka (SAL) I terjadi di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya delapan orang mengalami luka-luka. Informasi yang dihimpun menyebutkan, enam korban berasal dari pihak sekuriti perusahaan, dengan rincian tiga orang mengalami luka tembak senapan angin (kecepek) dan tiga lainnya luka bacok. Selain korban luka, bentrokan juga disertai aksi pengrusakan fasilitas perusahaan. Sejumlah kantor operasional dilaporkan dirusak, serta dua unit rumah mess karyawan dibakar oleh massa. Situasi di lokasi sempat memanas seiring meningkatnya ketegangan antara kedua pihak. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian terkait kronologi lengkap maupun langkah penanganan pasca kejadian. Sementara itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jambi dalam siaran pers yang diterima, Senin (13/4/2026), menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut. WALHI menilai bentrokan ini merupakan bagian dari konflik agraria yang berkepanjangan di wilayah tersebut. Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jambi, Oscar Anugrah, menyebut konflik yang terjadi bukan insiden tunggal, melainkan akumulasi persoalan struktural yang belum terselesaikan. “Peristiwa ini merupakan bagian dari konflik yang terus berulang tanpa penyelesaian berkeadilan. Pendekatan keamanan justru berpotensi memperburuk situasi,” ujarnya. WALHI juga menyoroti masuknya tambahan tenaga keamanan di area perusahaan yang diduga memicu eskalasi konflik. Menurut mereka, pendekatan represif bukan solusi dalam penyelesaian sengketa lahan dengan masyarakat adat. Atas kejadian ini, WALHI mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk mengakui dan melindungi wilayah kelola masyarakat adat SAD serta mendorong penyelesaian konflik melalui dialog. Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lokasi dilaporkan masih dalam pengawasan, sementara aparat diharapkan segera mengambil langkah untuk mencegah konflik susulan. #fyp #sad #walhi #sarolangun @polressarolangun

About