@_x_jk7_afnan_vhaiya_x_69: ── 𝐓𝐚𝐡𝐚𝐫 𝐜𝐡𝐨𝐤-😫💗#jk7_afnan_vhaiya #foryou #vairal #tiktok #plzunfrezemyaccount @TikTok Bangladesh @For You @TikTok

—𝐀𝐟𝐧𝐚𝐧_ভাইয়া!?
—𝐀𝐟𝐧𝐚𝐧_ভাইয়া!?
Open In TikTok:
Region: BD
Saturday 27 June 2026 10:17:31 GMT
8027
959
24
149

Music

Download

Comments

bunny_kookie_67
─✧PURPLE STAR⟭⟬⁷<𝟑🥂✨ :
First plz reply🤡😁
2026-06-27 10:19:54
2
fangirl_jannat_bts
—JanNat_আপু!? :
vaiya hoba amr vai amk vlo base nh 🙂💔
2026-07-01 13:10:48
0
afarifulislam519
♡⸝⸝> ̫ <⸝⸝♡ Ruhi Bbz😗✌️ :
Awww🫠💗
2026-06-30 16:32:17
1
ocean12345i0
Afnan Chowdhury 👉 :
2026-06-27 11:59:40
0
ramisa.chowdhury40
──RAMI𐙚🐻🌷 :
2026-06-27 11:05:51
0
status_queen.75
𝗝𝗮𝗻𝗻𝘂।جنات✨ :
accha ei vaiya ta ki age oigula vidio charto.....?🫶🏻🙂
2026-06-28 14:39:15
1
mehejabin2_0
Mehu Api-!?🌷✨ :
@𝐀𝐫𝐮𝐮_𝐀𝐩𝐮:) 🕊️ 😭🙌🏻🕊️👀✨
2026-06-29 07:44:11
1
ateefhasan3
🖤ATEEF HASAN🖤(RB) :
@🌼🌼
2026-06-27 16:31:49
0
bimanloverairbusa380
Biman✈️Lover ❤️ :
🥰🥰🥰
2026-06-27 15:28:03
0
sh.sopnil143
𝗦𝗼𝗽𝗻𝗶𝗹⚊/سوبنيل 🥂🫧 :
@𝗨𝗻𝗸𝗻𝗼𝘄𝗻🕸️⁉️
2026-06-27 13:38:48
0
siam.siam7512
🫠CRAZY BOY🫠 :
@Good girl uff
2026-06-27 10:56:16
0
moonjk72
♡🐸𝐉𝐊 এর দলা পাছাঁ🐸♡ :
🙂🙂🙂
2026-06-28 05:17:30
0
stupid.10k
~𐙚𝐒α𝖿α𓍯💜🕊️ :
💜💜💜
2026-06-27 10:23:09
0
eshani_tuj_korniya31
♡🌸~𐙚𝐒𝐚𝐤𝐮𝐫𝐚-সাকুরা!🖤✨ :
@🖤♡𝑺𝑨𝑲𝑼𝑹𝑨_♡
2026-07-02 09:35:03
0
To see more videos from user @_x_jk7_afnan_vhaiya_x_69, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov :  ​“Truth or dare?” ​Kamu menghela napas singkat, berdecih. “Dare.” ​Sorak kecil meledak. Teman-teman satu gengmu di SMA memang selalu berisik jika sudah berkumpul di warung belakang sekolah. Dan di sanalah namanya disebut, seolah target sudah disiapkan sejak awal. ​“Pacaran sama Juhoon.” ​Juhoon. Si cowok berkacamata tebal, duduk di barisan depan kelas, selalu datang lebih pagi dari siapa pun. Tidak pernah ikutan nongkrong di kantin. Tidak pernah ikut bercanda. Bahkan ia tidak pernah tersenyum. ​“Cuma dua minggu, kan?” katamu santai, memutar-mutar kunci vesmet mu. “That's easy.” ​Hari itu, permainan dimulai. Kamu melihat Juhoon di koridor sekolah dekat loker dan mendekatinya. Berusaha sok akrab. ​Kamu menangkup kedua tanganmu di pipi, lalu melempar senyum lebar yang di mata Juhoon terlihat sangat aneh. ​“Lo kenapa?” tanyanya datar, jelas tidak nyaman. ​“Mau kenalan doang emang nggak boleh?” ujarmu seraya tersenyum semanis mungkin. ​“Gue nggak tertarik kenalan, apalagi punya temen kayak lo,” balasnya dingin. Ia menutup lokernya dengan pelan, lalu beranjak pergi. ​Oke. Kamu gagal di hari pertama. ​Hari kedua, kamu sengaja duduk di sebelah Juhoo  saat jam pelajaran Fisika. Menggeser kursi tanpa izin, lalu menyodorkan sebatang cokelat. ​Juhoon menerimanya tanpa ekspresi, memasukkannya ke dalam tas, namun tidak berbicara sepatah kata pun. ​Oke, nice try. ​Hari ketiga, semuanya terbongkar. Kamu tidak tahu dari mana ia mendengarnya. Mungkin bisik-bisik anak-anak di kelas terlalu keras, atau tawa gengmu yang mencolok saat memperhatikannya dari jauh. Yang jelas, sore itu saat sekolah sudah sepi, ia menghentikan langkahmu di lorong laboratorium yang kosong. ​“Gue tau,” ucapnya. Nada suara itu berat dan dingin. “Gue target taruhan lo, kan?” ​Kamu terdiam. Jantungmu berdegup aneh, tapi kamu segera tertawa kecil, pura-pura santai. “Ketahuan ya? Jadi lo mau dong, jadi pacar gue?” ​Ia menatapmu lurus dari balik lensa kacamatanya. Tatapan yang entah kenapa membuat senyummu terasa canggung. ​“Cuma dua minggu kan?” katanya. “Setelah itu jangan ganggu gue lagi.” ​Kamu menyeringai kecil, mencoba mengembalikan kendali. Kamu menepuk pundaknya beberapa kali. “Lagian siapa juga sih yang mau lama-lama sama cowok innocent kayak lo? Bosenin tahu nggak.” ​Juhoon tidak tersinggung. Itu yang membuatmu sedikit terkejut. ​“Terserah,” balasnya singkat. Ia membenarkan letak tas ranselnya lalu berjalan melewatimu, meninggalkanmu yang sedikit speechless dengan ketenangannya. ♡♡♡ ​Minggu pertama berpacaran dengan Juhoon. Dan di hari pertamanya, kamu berkacak pinggang di parkiran sekolah seraya memperhatikan bingkai hitam yang selalu bertengger di wajah Juhoon. ​“Lo kelihatan culun banget kalau pakai kacamata itu,” katamu sambil menyeringai kecil. ​Juhoon hanya berkedip sekali. “Oh,” jawabnya singkat. ​Kamu menggeram kesal dalam hati. Cowok satu ini ternyata sangat pandai membuat orang gemas karena sifat pasifnya. ♡♡♡ ​Hari kedua, kamu memutuskan ikut masuk ke dunianya, perpustakaan sekolah yang super sepi. ​Kamu duduk di depan Juhoon, satu meja. Mengambil buku ensiklopedia tebal yang judulnya bahkan tidak kamu pahami. Pura-pura membaca, padahal sesekali menguap keras-keras. ​“Serius lo betah baca ginian tiap hari?” ​Juhoon membalik halaman bukunya. “Kalau nggak betah gue nggak bakal duduk di sini.” ​Kamu memutar bola mata malas. “Lo kalau ngomong emang rada nyelekit gitu ya?” ​“Sama lo doang,” jawab Juhoon tanpa beralih dari bukunya. ​Kamu hanya menatapnya datar. Lalu lagi-lagi, tanganmu bertumpu di dagu seraya mengunci tatapanmu padanya. Menunggu dia menyuruhmu pergi karena terganggu. ​Tapi tidak. Juhoon membiarkanmu tinggal seolah kehadiranmu tidak mengganggu, tapi juga tidak penting. ​“Lo beneran... aneh,” gumammu pelan. ​“Hm, jangan sampai lo suka,” balas Juhoon, nadanya datar tapi entah kenapa terdengar berbahaya. ​Kamu berdecih. “Enggak akan.” ♡♡♡ ​Hari ketiga, kamu bosan setengah mati. Kamu mengetuk meja sembari menoleh kepada Juhoon. ​(comsec+++) #JUHOON #fyp #alternativeuniverse #xcyzba
#pov : ​“Truth or dare?” ​Kamu menghela napas singkat, berdecih. “Dare.” ​Sorak kecil meledak. Teman-teman satu gengmu di SMA memang selalu berisik jika sudah berkumpul di warung belakang sekolah. Dan di sanalah namanya disebut, seolah target sudah disiapkan sejak awal. ​“Pacaran sama Juhoon.” ​Juhoon. Si cowok berkacamata tebal, duduk di barisan depan kelas, selalu datang lebih pagi dari siapa pun. Tidak pernah ikutan nongkrong di kantin. Tidak pernah ikut bercanda. Bahkan ia tidak pernah tersenyum. ​“Cuma dua minggu, kan?” katamu santai, memutar-mutar kunci vesmet mu. “That's easy.” ​Hari itu, permainan dimulai. Kamu melihat Juhoon di koridor sekolah dekat loker dan mendekatinya. Berusaha sok akrab. ​Kamu menangkup kedua tanganmu di pipi, lalu melempar senyum lebar yang di mata Juhoon terlihat sangat aneh. ​“Lo kenapa?” tanyanya datar, jelas tidak nyaman. ​“Mau kenalan doang emang nggak boleh?” ujarmu seraya tersenyum semanis mungkin. ​“Gue nggak tertarik kenalan, apalagi punya temen kayak lo,” balasnya dingin. Ia menutup lokernya dengan pelan, lalu beranjak pergi. ​Oke. Kamu gagal di hari pertama. ​Hari kedua, kamu sengaja duduk di sebelah Juhoo saat jam pelajaran Fisika. Menggeser kursi tanpa izin, lalu menyodorkan sebatang cokelat. ​Juhoon menerimanya tanpa ekspresi, memasukkannya ke dalam tas, namun tidak berbicara sepatah kata pun. ​Oke, nice try. ​Hari ketiga, semuanya terbongkar. Kamu tidak tahu dari mana ia mendengarnya. Mungkin bisik-bisik anak-anak di kelas terlalu keras, atau tawa gengmu yang mencolok saat memperhatikannya dari jauh. Yang jelas, sore itu saat sekolah sudah sepi, ia menghentikan langkahmu di lorong laboratorium yang kosong. ​“Gue tau,” ucapnya. Nada suara itu berat dan dingin. “Gue target taruhan lo, kan?” ​Kamu terdiam. Jantungmu berdegup aneh, tapi kamu segera tertawa kecil, pura-pura santai. “Ketahuan ya? Jadi lo mau dong, jadi pacar gue?” ​Ia menatapmu lurus dari balik lensa kacamatanya. Tatapan yang entah kenapa membuat senyummu terasa canggung. ​“Cuma dua minggu kan?” katanya. “Setelah itu jangan ganggu gue lagi.” ​Kamu menyeringai kecil, mencoba mengembalikan kendali. Kamu menepuk pundaknya beberapa kali. “Lagian siapa juga sih yang mau lama-lama sama cowok innocent kayak lo? Bosenin tahu nggak.” ​Juhoon tidak tersinggung. Itu yang membuatmu sedikit terkejut. ​“Terserah,” balasnya singkat. Ia membenarkan letak tas ranselnya lalu berjalan melewatimu, meninggalkanmu yang sedikit speechless dengan ketenangannya. ♡♡♡ ​Minggu pertama berpacaran dengan Juhoon. Dan di hari pertamanya, kamu berkacak pinggang di parkiran sekolah seraya memperhatikan bingkai hitam yang selalu bertengger di wajah Juhoon. ​“Lo kelihatan culun banget kalau pakai kacamata itu,” katamu sambil menyeringai kecil. ​Juhoon hanya berkedip sekali. “Oh,” jawabnya singkat. ​Kamu menggeram kesal dalam hati. Cowok satu ini ternyata sangat pandai membuat orang gemas karena sifat pasifnya. ♡♡♡ ​Hari kedua, kamu memutuskan ikut masuk ke dunianya, perpustakaan sekolah yang super sepi. ​Kamu duduk di depan Juhoon, satu meja. Mengambil buku ensiklopedia tebal yang judulnya bahkan tidak kamu pahami. Pura-pura membaca, padahal sesekali menguap keras-keras. ​“Serius lo betah baca ginian tiap hari?” ​Juhoon membalik halaman bukunya. “Kalau nggak betah gue nggak bakal duduk di sini.” ​Kamu memutar bola mata malas. “Lo kalau ngomong emang rada nyelekit gitu ya?” ​“Sama lo doang,” jawab Juhoon tanpa beralih dari bukunya. ​Kamu hanya menatapnya datar. Lalu lagi-lagi, tanganmu bertumpu di dagu seraya mengunci tatapanmu padanya. Menunggu dia menyuruhmu pergi karena terganggu. ​Tapi tidak. Juhoon membiarkanmu tinggal seolah kehadiranmu tidak mengganggu, tapi juga tidak penting. ​“Lo beneran... aneh,” gumammu pelan. ​“Hm, jangan sampai lo suka,” balas Juhoon, nadanya datar tapi entah kenapa terdengar berbahaya. ​Kamu berdecih. “Enggak akan.” ♡♡♡ ​Hari ketiga, kamu bosan setengah mati. Kamu mengetuk meja sembari menoleh kepada Juhoon. ​(comsec+++) #JUHOON #fyp #alternativeuniverse #xcyzba

About