@hardknockspod: He took apart the family computer at 7 years old. By 16, he had sold two tech companies. He grew up on food stamps. John Imah’s parents immigrated from Nigeria and slept in their car before they could afford a place to live. John taught himself to code, built companies online with people who had no idea how old he was, and by 16 had two exits under his belt. He split the money equally among everyone who helped him. He owned 100% and did not have to. He did it anyway. From there, he went on to work at Samsung, Amazon, Twitch, Meta, and Snapchat without ever applying for a single job. Every company came looking for him. Then he walked away from all of it to build Spree AI, now backed by $60 million with partnerships at MIT, Carnegie Mellon, and the backing of Anna Wintour. In this conversation, John breaks down: -How he sold two companies before his voice dropped and what that taught him about leadership -What years inside the biggest tech companies in the world actually taught him -The exact problem Spree AI is solving and why fashion retail is one of the most broken industries on the planet -Why being one of very few Black founders in tech became his edge -Why good entrepreneurs solve problems and great entrepreneurs find the right ones This episode is not about technology. It is about what no money, no blueprint, and no ceiling produce when someone refuses to stop. 🎥 Watch the full episode on YouTube: Search "School of Hard Knocks Podcast John Imah"

School of Hard Knocks Podcast
School of Hard Knocks Podcast
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 27 June 2026 14:24:10 GMT
33571
3448
14
261

Music

Download

Comments

massaquoi21
Darlington Moses Massaquoi Jr :
Proud Progressive brother 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
2026-06-30 04:22:45
5
_d_vine
Divine Amadou :
Amazing 👏👏👏
2026-06-29 15:46:19
2
aigrowthlab522
AI Digital Skills Academy :
Great insights, What's your biggest goal this year? many people need this
2026-06-30 14:00:01
0
oriflame254
Tinah Tanah :
Oooooh🤔🤔🤔 ...wow thats awesome 👌
2026-06-28 08:48:00
3
shalom.k.b
SHALOM.K.B :
Thank you guys so much for what you are doing,God bless
2026-06-27 22:30:48
12
zekky_680
zhekie :
he's humble
2026-06-27 23:01:19
8
sofia5b0
sofia5b0 :
Hi 👋
2026-06-27 14:46:44
1
tsobmal
eell :
Brother, this is phenomenon
2026-06-28 05:10:15
4
sakworld01
SK :
👏🏾👏🏾👏🏾
2026-06-29 14:42:56
0
globalfevzy
Fevzy | Branding Coach🤎 :
😎😎😎
2026-06-28 08:35:07
0
techsdealsza8
Tech Deals ZA :
❤️❤️❤️
2026-06-29 17:38:45
0
poday.jobe75
poday Jobe :
🥰🥰🥰
2026-06-28 00:38:56
0
misionpod3r
misionpod3r :
👏
2026-06-27 18:44:49
0
jdonomahu
jdonomahu :
where's the non black woman??😁
2026-06-28 02:14:49
0
To see more videos from user @hardknockspod, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About