Ferdinand Caishen :
Jika suatu hari semesta mempertemukan kita kembali, akan aku ceritakan tentang hari-hariku tanpamu. Tentang bagaimana awalnya aku harus belajar menjalani waktu tanpa kabarmu, tanpa kehadiranmu, dan tanpa seseorang yang dulu selalu menjadi tempatku pulang.
Akan aku ceritakan bagaimana beberapa malam terasa begitu panjang, bagaimana ada saat-saat di mana tanpa sengaja aku masih mencari namamu di antara banyak hal yang mengingatkanku padamu. Akan aku ceritakan bagaimana perlahan aku belajar menerima bahwa tidak semua yang pernah kita perjuangkan harus berakhir dengan kebersamaan.
Dan mungkin, ketika pertemuan itu benar-benar terjadi, kita sudah bukan lagi dua orang yang saling menggenggam tangan seperti dulu. Mungkin kita hanya menjadi dua orang asing yang pernah mengenal satu sama lain dengan sangat dalam. Bukan lagi pasangan, bukan lagi tempat pulang, melainkan dua manusia yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup masing-masing.
Tapi tidak apa-apa.
Setidaknya, jika semesta mempertemukan kita kembali, aku ingin kamu tahu bahwa setelah kepergianmu, aku tetap melanjutkan hidup. Aku tetap berjalan, meski pernah tertatih. Aku tetap tersenyum, meski pernah ada hari-hari di mana hatiku begitu berat untuk sekadar berpura-pura baik-baik saja.
Dan jika saat itu kita duduk berhadapan sebagai dua orang yang sudah tidak lagi memiliki hubungan, mungkin aku akan tersenyum dan berkata, “Ternyata aku berhasil melewati hari-hari yang dulu kukira tidak akan sanggup aku jalani tanpamu.”
Sebab pada akhirnya, mungkin kita memang tidak ditakdirkan untuk kembali sebagai pasangan. Namun, aku tetap bersyukur pernah dipertemukan denganmu. Karena meskipun akhirnya kita harus berjalan ke arah yang berbeda, ada bagian dari perjalanan ini yang akan selalu mengajarkanku bahwa pernah mencintaimu adalah salah satu hal yang paling tulus yang pernah aku lakukan.
2026-08-31 16:05:45