@treasuryfind:

👆🏼
👆🏼
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 28 June 2026 02:27:17 GMT
267
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @treasuryfind, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov : Menjadi asisten pribadi Sean Alistair berarti kamu harus siap menghadapi perubahan moodnya yang secepat kilat, termasuk ketegangan aneh yang terus berlanjut hingga bis akhirnya berhenti tepat di depan gerbang SMA Starling. ​Sepanjang sisa perjalanan, tidak ada lagi yang bersuara. Keonho memilih fokus pada ponselnya, sementara Sean terus memasang wajah sekaku papan tripleks sembari mendekap tas ranselmu di pangkuannya. ​Begitu pintu bis terbuka, Sean langsung berdiri tanpa pamit pada Keonho. Dengan gerakan super ketus, dia melempar tas ranselmu ke arah dekapannya sendiri, lalu menoleh padamu yang masih berusaha berdiri bertumpu pada satu kaki yang sehat. ​
#pov : Menjadi asisten pribadi Sean Alistair berarti kamu harus siap menghadapi perubahan moodnya yang secepat kilat, termasuk ketegangan aneh yang terus berlanjut hingga bis akhirnya berhenti tepat di depan gerbang SMA Starling. ​Sepanjang sisa perjalanan, tidak ada lagi yang bersuara. Keonho memilih fokus pada ponselnya, sementara Sean terus memasang wajah sekaku papan tripleks sembari mendekap tas ranselmu di pangkuannya. ​Begitu pintu bis terbuka, Sean langsung berdiri tanpa pamit pada Keonho. Dengan gerakan super ketus, dia melempar tas ranselmu ke arah dekapannya sendiri, lalu menoleh padamu yang masih berusaha berdiri bertumpu pada satu kaki yang sehat. ​"Lama banget. Cepetan," gerutu Sean, namun anehnya, tangannya justru membantumu menopang tubuh agar tidak oleng saat turun dari tangga bis. ​Kamu melirik ke belakang, mendapati Keonho yang turun beberapa langkah di belakang kalian. Ketua OSIS itu hanya menatapmu dengan pandangan yang dipenuhi rasa bersalah sekaligus khawatir, sebelum akhirnya dia terpaksa berbelok menuju ruang OSIS karena ada pengumuman yang harus diurusnya lewat mikrofon sekolah. Begitu memasuki koridor utama sekolah, atmosfer berubah makin tidak nyaman. Langkahmu yang pincang dan posisi Sean yang berjalan pas dua langkah di depanmu, dengan satu tangan membawa tas olahraganya dan tangan lain sesekali menahan tas ranselmu agar tidak merosot, langsung menjadi pusat perhatian. ​"Eh, lihat deh... itu si Sean kok jalan bareng dia lagi?" "Bukannya kemarin Sean yang gendong dia dari UKS, ya? Kok hari ini berangkat bareng naik bis?" "Gila, kok cewek itu bisa sedekat itu sih sama pawang Starling?" ​Bisikan-bisikan miring dari para siswi di sepanjang koridor membuatmu menunduk dalam, meremas tali tasmu dengan cemas. Kamu benci menjadi pusat perhatian, terutama jika itu melibatkan nama besar seorang Sean Alistair. ​Sean tiba-tiba menghentikan langkahnya. Otomatis, kamu yang berjalan di belakang hampir menabrak punggung lebarnya lagi. ​Cowok itu berbalik, matanya yang tajam menatap lurus pada sekumpulan siswi yang tadi berbisik paling nyaring. Suasana senyap seketika dalam hitungan detik. ​"Lo punya mulut dipake buat belajar, bukan buat komat-kamit kayak dukun," sembur Sean ketus pada siswi-siswi tersebut, membuat mereka langsung pucat dan buru-buru pergi menjauh. ​Setelah koridor kembali sepi, Sean beralih menatapmu. Dia mendengus kasar saat melihatmu yang masih menunduk ketakutan dengan wajah memerah. ​"Lagian lo ngapain sih nunduk terus? Punya leher tuh ditegakin. Lo kira lo lagi nyari goceng di lantai?" omel Sean, jarinya dengan gemas mengetuk jidatmu pelan, membuatmu reflek mendongak kaget. ​"Aku... aku cuma nggak enak didengar orang lain, Sean," cicitmu pelan. ​"Nggak usah didengerin. Mereka cuma sirik karena nggak bisa kayak lo, jalan deket-deket sama orang ganteng," cetuknya asal. ♡♡♡ Kalian akhirnya sampai di depan kelasmu. Sean berhenti di ambang pintu, lalu menyodorkan tas ranselmu. ​"Nih, ambil. Berat banget, lo bawa batu ya di dalem?" ketusnya, padahal kamu tahu betul tas itu hanya berisi tiga buah buku tulis ringan. ​"Makasih, Sean..." ​Sean melipat kedua tangannya di depan dada, matanya beralih menatap pergelangan kakimu yang masih dibalut perban dengan tatapan intens yang sulit diartikan. Semburat merah tipis kembali muncul di ujung telinganya saat dia buru-buru membuang muka ke arah lapangan luar. ​"Inget, nanti siang pas istirahat, lo nggak usah ke kantin," titah Sean dengan nada mutlak yang tidak menerima bantahan. "Diem aja di kelas. Kaki lo masih jelek kayak gitu, jangan sok-sokan mau tawaf keliling sekolah." ​Kamu mengerutkan kening heran. "Terus aku makan siangnya gimana?" ​Sean berdecit kesal, merasa pertanyaannya terlalu bodoh untuk dijawab. Dia memajukan tubuhnya sedikit. ​"Gue yang bakal anterin makanannya ke sini. Jadi, awas aja kalau gue datang dan lo nggak ada di bangku lo. Gue kunci lo di perpustakaan seminggu penuh, paham?" (comsec+++) #seonghyeon #fyp #alternativeuniverse #xcyzba

About