@ivorechanel_: He just happy to be there 😂😭

Ms.Melt
Ms.Melt
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 28 June 2026 02:45:13 GMT
357206
79793
1944
4795

Music

Download

Comments

lacoco2
lacoco🩰🤍 :
Get it lil man 🩵
2026-06-28 11:36:14
18194
wellr0unded
Cameron Cason :
Soon as they put him on stage
2026-06-29 21:58:37
1875
khokocakes84
Quanie :
Your momma said her grandbaby will be cute and cultured!!!! ♥️♥️♥️
2026-06-28 12:45:55
7112
sayhername7
Diamond :
He definitely goes out when you’re sleeping 🤣🤣
2026-06-28 12:35:20
5400
lettersfromcarla
lettersfromcarla :
Looking at her like “why aren’t you dancing girl”? 😁
2026-06-28 11:24:28
1481
kenysh
Kaneesh :
Probably ate good too😂
2026-06-28 13:06:54
2622
__3mmanuel__
__3mmanuel__ :
Grandma behind the camera like, "That's my grandbaby!"
2026-06-28 21:52:45
836
barby_loz
Barbie Loz :
as a Puertorican, he's Puertorican now.🥰🥰🥰🥰
2026-06-29 22:51:59
405
angelabridges9
Angela Bridges :
Looks like a cultured king to me 🤷🏾‍♀️
2026-06-28 14:38:58
935
allthingsweave
Amani :
2026-06-28 02:51:05
990
capt.jac
capt.jac :
My grandparents had me on every side quest and it just made me super well rounded 🤷🏻‍♀️
2026-06-28 21:43:03
223
jeanettejaxen
jeanettejaxen :
He’s feeling the salsa 😭💃
2026-06-28 05:01:56
166
zaina.robyn
Zaina💓 :
Awww this is too cute he gone be a vibe in every setting 😂😂
2026-06-28 04:03:18
189
mjwrites063
MJ Writes :
he out the house. he safe. he having a good time. he experiencing new things. good job gma!
2026-06-28 16:19:53
161
cindy_mayweather
Cindy_Mayweather :
He right where he wanna be sis
2026-06-29 03:20:22
56
meldny072
Mel d :
I know that's right...Go papa 🥰
2026-06-28 21:03:18
68
its_envy_ho3
its_envy_ho3!/215 :
He’s exactly where he wants to be
2026-07-02 20:37:49
14
step365478
Stephanie Monique :
And he is having a time! 😂
2026-07-01 01:30:34
18
brookiemac10
BrookieMcCookie :
My grandma used to bring me to ALLLLL the festivals 😭
2026-08-08 02:06:51
9
tadarralyn
tadarra4eva :
2026-06-28 05:12:28
572
titiwayway
Lu :
That’s right papi
2026-06-29 17:39:56
32
t80art
T80art 🌊🛸✨️🔮🗝🧘🏼‍♀️ :
this is the cutest thing I've seen all day omg 🥹🥹
2026-06-29 21:12:26
27
mrsmrte
MrsMrte :
He’s going to grow up well rounded. That’s a good gma 🥺🥰
2026-06-28 19:45:24
45
To see more videos from user @ivorechanel_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Mentan Amran Laporkan 2 Juta Hektare Lahan ke Prabowo, Target Perkuat Pasokan Pangan Nasional JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto rencana pengembangan lahan rawa mineral seluas 2 juta hektare untuk memperkuat produksi pangan nasional. Laporan itu disampaikan Amran dalam Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pertama Pemerintahan bertema Kerja Nyata untuk Negeri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Amran mengatakan, pemerintah telah menyiapkan peta pengembangan lahan tersebut untuk memperkuat ketersediaan pangan dalam jangka panjang. Ia menyebut lahan itu berpotensi mendukung kebutuhan pangan penduduk Indonesia hingga 500 juta orang. “Dua juta hektare kami sudah siapkan petanya untuk mencukupi pangan kita untuk penduduk 500 juta orang ke depan,” ujar Amran dalam laporannya kepada Presiden. Menurut Amran, pengembangan lahan akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan penggarapan sekitar 500.000 hektare melalui koordinasi dengan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Lahan tersebut direncanakan untuk ditanami berbagai komoditas pangan strategis, bukan hanya padi. Pemilihan tanaman akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasokan nasional. Presiden Prabowo meminta penegasan mengenai jenis lahan yang akan dikembangkan untuk meningkatkan produksi pangan. Amran menjelaskan bahwa lahan yang dimaksud merupakan rawa mineral, bukan lahan gambut. Dalam pembahasan tersebut, Prabowo juga menegaskan bahwa pengembangan lahan pangan tidak boleh dilakukan dengan membuka hutan primer. Amran menyatakan kesiapan untuk menjalankan arahan tersebut. Ketentuan ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program perluasan areal pertanian. Pengembangan lahan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi tanpa menjadikan pembukaan hutan primer sebagai pilihan untuk memenuhi target pangan nasional. Pemerintah akan menyesuaikan jenis tanaman yang dikembangkan dengan kebutuhan pangan. Apabila pasokan suatu komoditas masih perlu diperkuat, lahan yang tersedia dapat diarahkan untuk mendukung peningkatan produksinya. Strategi tersebut ditujukan untuk memperluas sumber produksi dan memperkuat ketersediaan pangan di dalam negeri. Rencana pengembangan 2 juta hektare tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas kapasitas produksi pertanian. Namun, pelaksanaannya memerlukan perencanaan bertahap, pemetaan lahan, dukungan sarana produksi, serta koordinasi antarlembaga agar lahan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Dalam sidang kabinet yang sama, Amran juga melaporkan kondisi cadangan beras nasional. Berdasarkan keterangan pemerintah, stok beras di gudang pada Oktober 2026 mencapai 4,56 juta ton, yang disebut sebagai rekor tertinggi. Pemerintah turut memperhitungkan potensi produksi padi yang masih berada di lahan serta persediaan beras di berbagai sektor. Amran menyebut kebutuhan beras nasional mencapai sekitar 2,5 juta ton per bulan. Meski demikian, penguatan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan. Keberhasilan program juga membutuhkan pengelolaan lahan yang tepat, ketersediaan air, infrastruktur pertanian, benih, pupuk, tenaga kerja, serta akses distribusi yang memadai. Pemanfaatan rawa mineral perlu disesuaikan dengan kondisi tanah dan tata air agar kegiatan pertanian dapat berjalan berkelanjutan. Pemerintah juga perlu memastikan pengembangan lahan tidak mengabaikan perlindungan lingkungan dan tidak bertentangan dengan arahan Presiden untuk menghindari pembukaan hutan primer. Rencana tersebut diharapkan dapat menambah kapasitas produksi pangan Indonesia dalam jangka panjang. Realisasi program tetap bergantung pada kesiapan lahan, sarana pertanian, pengelolaan air, dan pelaksanaan di lapangan. Evaluasi berkala diperlukan untuk mengukur hasilnya serta menjawab kebutuhan pangan masyarakat. #MentanAmran #soundfyp  #SwasembadaPangan #PrabowoSubianto #BeritaNasional
Mentan Amran Laporkan 2 Juta Hektare Lahan ke Prabowo, Target Perkuat Pasokan Pangan Nasional JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto rencana pengembangan lahan rawa mineral seluas 2 juta hektare untuk memperkuat produksi pangan nasional. Laporan itu disampaikan Amran dalam Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pertama Pemerintahan bertema Kerja Nyata untuk Negeri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Amran mengatakan, pemerintah telah menyiapkan peta pengembangan lahan tersebut untuk memperkuat ketersediaan pangan dalam jangka panjang. Ia menyebut lahan itu berpotensi mendukung kebutuhan pangan penduduk Indonesia hingga 500 juta orang. “Dua juta hektare kami sudah siapkan petanya untuk mencukupi pangan kita untuk penduduk 500 juta orang ke depan,” ujar Amran dalam laporannya kepada Presiden. Menurut Amran, pengembangan lahan akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan penggarapan sekitar 500.000 hektare melalui koordinasi dengan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Lahan tersebut direncanakan untuk ditanami berbagai komoditas pangan strategis, bukan hanya padi. Pemilihan tanaman akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasokan nasional. Presiden Prabowo meminta penegasan mengenai jenis lahan yang akan dikembangkan untuk meningkatkan produksi pangan. Amran menjelaskan bahwa lahan yang dimaksud merupakan rawa mineral, bukan lahan gambut. Dalam pembahasan tersebut, Prabowo juga menegaskan bahwa pengembangan lahan pangan tidak boleh dilakukan dengan membuka hutan primer. Amran menyatakan kesiapan untuk menjalankan arahan tersebut. Ketentuan ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program perluasan areal pertanian. Pengembangan lahan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi tanpa menjadikan pembukaan hutan primer sebagai pilihan untuk memenuhi target pangan nasional. Pemerintah akan menyesuaikan jenis tanaman yang dikembangkan dengan kebutuhan pangan. Apabila pasokan suatu komoditas masih perlu diperkuat, lahan yang tersedia dapat diarahkan untuk mendukung peningkatan produksinya. Strategi tersebut ditujukan untuk memperluas sumber produksi dan memperkuat ketersediaan pangan di dalam negeri. Rencana pengembangan 2 juta hektare tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas kapasitas produksi pertanian. Namun, pelaksanaannya memerlukan perencanaan bertahap, pemetaan lahan, dukungan sarana produksi, serta koordinasi antarlembaga agar lahan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Dalam sidang kabinet yang sama, Amran juga melaporkan kondisi cadangan beras nasional. Berdasarkan keterangan pemerintah, stok beras di gudang pada Oktober 2026 mencapai 4,56 juta ton, yang disebut sebagai rekor tertinggi. Pemerintah turut memperhitungkan potensi produksi padi yang masih berada di lahan serta persediaan beras di berbagai sektor. Amran menyebut kebutuhan beras nasional mencapai sekitar 2,5 juta ton per bulan. Meski demikian, penguatan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan. Keberhasilan program juga membutuhkan pengelolaan lahan yang tepat, ketersediaan air, infrastruktur pertanian, benih, pupuk, tenaga kerja, serta akses distribusi yang memadai. Pemanfaatan rawa mineral perlu disesuaikan dengan kondisi tanah dan tata air agar kegiatan pertanian dapat berjalan berkelanjutan. Pemerintah juga perlu memastikan pengembangan lahan tidak mengabaikan perlindungan lingkungan dan tidak bertentangan dengan arahan Presiden untuk menghindari pembukaan hutan primer. Rencana tersebut diharapkan dapat menambah kapasitas produksi pangan Indonesia dalam jangka panjang. Realisasi program tetap bergantung pada kesiapan lahan, sarana pertanian, pengelolaan air, dan pelaksanaan di lapangan. Evaluasi berkala diperlukan untuk mengukur hasilnya serta menjawab kebutuhan pangan masyarakat. #MentanAmran #soundfyp #SwasembadaPangan #PrabowoSubianto #BeritaNasional

About