@babdullah_:

BABDULLAH
BABDULLAH
Open In TikTok:
Region: TZ
Sunday 28 June 2026 08:46:29 GMT
7
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @babdullah_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Abah, panggilan yang penuh kasih dan selalu dikenang oleh setiap santri, melambangkan kebijaksanaan yang mendalam. Beliau lahir di Leler pada 15 April 1966, tepat 58 tahun yang lalu. Abah adalah putra kesepuluh dari pasangan ulama terhormat, KH. Hisyam Zuhdi dan Ibu Nyai Hafsoh Hisyam. Sejak kecil, Abah dibesarkan dalam lingkungan pesantren yang penuh dengan nilai-nilai agama, di bawah asuhan ayahandanya sendiri. Pendidikan yang beliau terima tak hanya berupa ilmu, tetapi juga nilai-nilai kebaikan yang kini terus beliau sampaikan kepada para santri. Gus Anam memulai pendidikan formalnya di Kecamatan Sampang, menyelesaikan jenjang SD hingga SMP di sana. Di samping itu, beliau juga mendalami ilmu agama di pesantren milik ayahandanya, At-Taujieh Al-Islamy, hingga tahun 1982. Dikenal masyarakat luas dengan sapaan Gus Anam, perjalanan beliau dalam menimba ilmu tak berhenti di situ. Beliau melanjutkan pengembaraan spiritualnya dengan berguru di beberapa pesantren terkemuka. Salah satu tempat yang menjadi persinggahannya adalah Pondok Pesantren Al Balagh, Bangilan, Tuban, di bawah asuhan As Syekh Ahmad Misbah. Beliau juga sempat mendalami ilmu di bawah bimbingan Syekh Mahmud di Cirebon. Puncak perjalanan intelektualnya sebelum ke timurtengah terjadi saat beliau berguru kepada KH. Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, pada tahun 1985 hingga 1989. Salah satu kakaknya, KH. ‘Athour Rohman Hisyam, yang tengah menimba ilmu di Tanah Suci Mekkah, mengajak beliau untuk bergabung di Ribath Al-Hanafiah. Sebelumnya, beliau telah memperdalam ilmunya di Mesir, hingga pada tahun 1992, beliau pun berangkat ke Mekkah. Di bawah bimbingan ulama besar seperti Dr. Ahmad Nur Saif,Syekh Jabir Jubron, Syekh Ismail Al-Yamani, dan Syekh Muhammad bin Alwi bin Abas Al-Maliki Al-Hasani, beliau belajar dengan tekun, memperkaya wawasan dan memperdalam pemahaman agama. Beberapa tahun kemudian tepatnya pada 1994 ayah handanya dipanggil menghadap Allah SWT, dan mewariskan Pondok Pesantren kepada saudara-saudaranya. Pada tahun 1997, beliau kembali ke Banyumas, kampung halamannya, untuk mengabdikan diri di pondok pesantren yang didirikan oleh ayahanda tercinta, KH. Hisyam Zuhdi. Setelah kepergian sang ayah, kepemimpinan Pondok Leler dilanjutkan oleh KH. Atho’urrahman (alm), KH. Dzakiyul Fuad, dan KH. Zuhrul Anam, ketiganya merupakan lulusan dari Makkah dan pernah menjadi murid Sayyid Muhammad Al-Maliki. Mereka juga didukung oleh menantu Mbah Hisyam, KH. Nashuha Kurdi, serta kakak perempuan beliau, Ibu Nyai Tsumanah Hisyam, yang bersama-sama menjaga warisan ilmu dan tradisi yang telah dibangun. Selain dibantu oleh saudara-saudaranya beliau juga didampingi oleh seorang istri yaitu Ibu Nyai Rodliyah Ghorro’ yang mana beliau merupakan putri dari gurunya sendiri yaitu KH. Maimoen Zubair, dan dikaruniai 2 putra dan 1 putri (Gus Roudlun Nadir, Ning Zahro Mudliah dan Gus Rofiq Ahmad Saif). Seiring berjalannya waktu pondok Leler yang semula Madrasah Tarbiyatun Nahwiyah (1914) berkembang menjadi Pesantren At-Taujieh Al-Islamy. Di tangan KH Hisyam Zuhdie dan mengalami perkembangan yang sangat  signifikan. Kemudian pada tahun 2013 KH. Zuhrul Anam Hisyam mendirikan sebuah lembaga pendidikan menengah pertama (SMP) berbasis boarding school  yang diberi nama Andalusia yang berada dibawah naungan Yayasan Al-Anwar Al-Hisyamiyah, dimana para santri wajib menempuh bangku sekolah formal dan pesantren secara bersamaan. Ditangan KH. Zuhrul Anam Hisyam Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 bersama Bpk. H. Sunarto Arif selaku ketua Yayasan Al-Anwar Al-Hisyamiyah terus berkembang dan mendirikan lembaga-lembaga yang lain, sampai perguruan tinggi yaitu Ma’had Aly Andalusia. #khzuhrulanamhisyam #gusanam #andalusiahibbana #kyainusantara #InspirasiGenerasi #sarangfyp #ghurronmuhajjilin #iqna #gussaif #lelerrandegan #khmaemunzubair
Abah, panggilan yang penuh kasih dan selalu dikenang oleh setiap santri, melambangkan kebijaksanaan yang mendalam. Beliau lahir di Leler pada 15 April 1966, tepat 58 tahun yang lalu. Abah adalah putra kesepuluh dari pasangan ulama terhormat, KH. Hisyam Zuhdi dan Ibu Nyai Hafsoh Hisyam. Sejak kecil, Abah dibesarkan dalam lingkungan pesantren yang penuh dengan nilai-nilai agama, di bawah asuhan ayahandanya sendiri. Pendidikan yang beliau terima tak hanya berupa ilmu, tetapi juga nilai-nilai kebaikan yang kini terus beliau sampaikan kepada para santri. Gus Anam memulai pendidikan formalnya di Kecamatan Sampang, menyelesaikan jenjang SD hingga SMP di sana. Di samping itu, beliau juga mendalami ilmu agama di pesantren milik ayahandanya, At-Taujieh Al-Islamy, hingga tahun 1982. Dikenal masyarakat luas dengan sapaan Gus Anam, perjalanan beliau dalam menimba ilmu tak berhenti di situ. Beliau melanjutkan pengembaraan spiritualnya dengan berguru di beberapa pesantren terkemuka. Salah satu tempat yang menjadi persinggahannya adalah Pondok Pesantren Al Balagh, Bangilan, Tuban, di bawah asuhan As Syekh Ahmad Misbah. Beliau juga sempat mendalami ilmu di bawah bimbingan Syekh Mahmud di Cirebon. Puncak perjalanan intelektualnya sebelum ke timurtengah terjadi saat beliau berguru kepada KH. Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, pada tahun 1985 hingga 1989. Salah satu kakaknya, KH. ‘Athour Rohman Hisyam, yang tengah menimba ilmu di Tanah Suci Mekkah, mengajak beliau untuk bergabung di Ribath Al-Hanafiah. Sebelumnya, beliau telah memperdalam ilmunya di Mesir, hingga pada tahun 1992, beliau pun berangkat ke Mekkah. Di bawah bimbingan ulama besar seperti Dr. Ahmad Nur Saif,Syekh Jabir Jubron, Syekh Ismail Al-Yamani, dan Syekh Muhammad bin Alwi bin Abas Al-Maliki Al-Hasani, beliau belajar dengan tekun, memperkaya wawasan dan memperdalam pemahaman agama. Beberapa tahun kemudian tepatnya pada 1994 ayah handanya dipanggil menghadap Allah SWT, dan mewariskan Pondok Pesantren kepada saudara-saudaranya. Pada tahun 1997, beliau kembali ke Banyumas, kampung halamannya, untuk mengabdikan diri di pondok pesantren yang didirikan oleh ayahanda tercinta, KH. Hisyam Zuhdi. Setelah kepergian sang ayah, kepemimpinan Pondok Leler dilanjutkan oleh KH. Atho’urrahman (alm), KH. Dzakiyul Fuad, dan KH. Zuhrul Anam, ketiganya merupakan lulusan dari Makkah dan pernah menjadi murid Sayyid Muhammad Al-Maliki. Mereka juga didukung oleh menantu Mbah Hisyam, KH. Nashuha Kurdi, serta kakak perempuan beliau, Ibu Nyai Tsumanah Hisyam, yang bersama-sama menjaga warisan ilmu dan tradisi yang telah dibangun. Selain dibantu oleh saudara-saudaranya beliau juga didampingi oleh seorang istri yaitu Ibu Nyai Rodliyah Ghorro’ yang mana beliau merupakan putri dari gurunya sendiri yaitu KH. Maimoen Zubair, dan dikaruniai 2 putra dan 1 putri (Gus Roudlun Nadir, Ning Zahro Mudliah dan Gus Rofiq Ahmad Saif). Seiring berjalannya waktu pondok Leler yang semula Madrasah Tarbiyatun Nahwiyah (1914) berkembang menjadi Pesantren At-Taujieh Al-Islamy. Di tangan KH Hisyam Zuhdie dan mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Kemudian pada tahun 2013 KH. Zuhrul Anam Hisyam mendirikan sebuah lembaga pendidikan menengah pertama (SMP) berbasis boarding school yang diberi nama Andalusia yang berada dibawah naungan Yayasan Al-Anwar Al-Hisyamiyah, dimana para santri wajib menempuh bangku sekolah formal dan pesantren secara bersamaan. Ditangan KH. Zuhrul Anam Hisyam Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 bersama Bpk. H. Sunarto Arif selaku ketua Yayasan Al-Anwar Al-Hisyamiyah terus berkembang dan mendirikan lembaga-lembaga yang lain, sampai perguruan tinggi yaitu Ma’had Aly Andalusia. #khzuhrulanamhisyam #gusanam #andalusiahibbana #kyainusantara #InspirasiGenerasi #sarangfyp #ghurronmuhajjilin #iqna #gussaif #lelerrandegan #khmaemunzubair

About