@jurnalborneocom: Pemandangan tak biasa sekaligus mengkhawatirkan kini menghiasi sepanjang alur Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan bawah Jembatan Mahkota, Kota Samarinda. Ratusan armada kapal tongkang pengangkut batu bara dilaporkan terpaksa melakukan parkir massal dan menumpuk di sepanjang perairan akibat lumpuhnya aktivitas pengapalan komoditas andalan Kalimantan Timur tersebut. Fenomena parkir massal ini mencuat sebagai dampak langsung dari kebijakan pengetatan yang diberlakukan oleh pemerintah pusat. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diketahui membatasi kuota produksi batu bara nasional dengan tidak menyetujui pengajuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026 dari sejumlah perusahaan tambang, sehingga berimbas pada terhentinya pasokan muatan emas hitam di hilir. Kondisi mandeknya izin operasional ini memicu kekhawatiran besar di kalangan pengusaha logistik perairan dan pemilik armada. Jika kebijakan pembatasan produksi ini terus berlangsung dalam jangka waktu yang lama tanpa adanya kejelasan solusi, ratusan aset kapal tongkang yang saat ini telantar di sepanjang Sungai Mahakam tersebut dikhawatirkan terancam mangkrak dan bertransformasi menjadi tumpukan besi tua yang tidak bernilai. Penumpukan armada ini tidak hanya memukul sektor bisnis logistik batu bara, tetapi juga mulai memantik sorotan warga terkait potensi gangguan alur keselamatan pelayaran di bawah jembatan ikonik Samarinda tersebut. Masyarakat kini berharap ada langkah evaluasi dan titik temu regulasi dari kementerian terkait agar roda ekonomi daerah dan operasional perairan tidak terus merugi. #BatuBaraKaltim #SungaiMahakam #TongkangMangkrak #InfoSamarinda #Jurnalborneo