Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@awr645qaf: #capcut #capcutpioneer Argentina Argentinaaaaaa 🇦🇷⚽️🏆🤍
awe
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 28 June 2026 15:29:06 GMT
48
2
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
8.31MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
4.33MB
)
Watermark .mp4 (
8.04MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @awr645qaf, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Chaha Tujhe 🕊️❤️🩹 #Repost #Request #tayyab_aesticx #sadsong #unfreezmyaccount
Мояшки @~ @вишня @ен @Ника_Ачоято😋😃🥶 #тренды#танец#японскаяпесня#школа#деньвпидаме
Switzerland🇨🇭🌲🏔️#nature #naturevibes #141 #Swiss #peace
POV: Your beach vacation just got a glow-up 🇺🇸🇺🇸 USA flag bikini set = summer vibes ✨ #DealsforYouDays #BeachVibes #SummerEssentials #TikTokMadeMeBuyIt #BikiniGoals #4thofjuly
#POV Oneshoot Jake— "Merry Christmas, Please Don't Call" Desember di London selalu membawa hawa dingin yang menusuk, lengkap dengan hamparan salju tipis dan gemerlap lampu hias sepanjang Oxford Street yang menandakan malam Natal akan segera tiba. Namun, seindah apa pun London saat akhir tahun, rasa rindu pada rumah tidak bisa dibohongi. Tiga tahun melewatkan malam Natal tanpa aroma masakan ibu membuatmu memantapkan tekad untuk mengambil cuti panjang dan pulang ke Indonesia. "Lo malam ini jadi berangkat, kan?" Suara Zee terdengar antusias dari seberang telepon, memecah keheningan apartemenmu. "Jadi, Zee. Aman aja," jawabmu sambil merapatkan syal di leher. "Finally, gue gak sabar banget mau jemput lo." Kamu tersenyum kecil. "Sekangen itu lo sama gue?" "Jelaslah! Eh kebetulan banget angkatan kita mau ngadain reuni SMA pas Christmas Night. Pokoknya lo harus ikut ya!" Kamu tersenyum kecil mendengar omelan sahabatmu itu. "Iya, gue ikut. Gue juga kangen banget sama temen-temen yang lain." Kamu menatap rintik salju dari jendela apartemen. Jauh di lubuk hatimu, ada satu alasan besar yang sengaja kamu kubur rapat-rapat di negara ini. Tiga tahun... mungkin sudah cukup untuk melupakan semuanya. —•—•—•—•—•—•— Perjalanan belasan jam di udara akhirnya membawamu mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Begitu keluar dari pintu kedatangan, matamu langsung menangkap sosok perempuan yang melambaikan tangan dengan heboh. "Y/N! Di sini!" Panggil Zee setengah berteriak, wajahnya langsung berbinar lega saat melihatmu menoleh ke arah Zee dan Evan. Pasangan itu sudah resmi menikah setahun yang lalu. Saat itu kamu terpaksa absen karena urusan pekerjaan di London, menyisakan rasa bersalah yang besar di hatimu meski mereka tidak pernah mempermasalahkannya. "Gue kangen banget!" Zee langsung menghambur memelukmu erat, mengabaikan fakta bahwa kalian sudah sama-sama dewasa dan berada di tempat umum. Kamu hampir menangis haru. Setelah pelukan rindu yang singkat di area penjemputan, kalian bertiga segera bergerak membelah jalanan Jakarta yang padat. "Gimana hidup di London? Lifestyle di sana pasti beda banget, ya?" Evan membuka obrolan dari balik kemudi. Kamu tertawa kecil, menyandarkan punggung ke kursi. "Parah banget, Van. Awal-awal tuh gue stres sama cuacanya disana. Belum lagi budaya kerjanya yang beda banget deh. Tapi ya terbiasa juga, sih." Cowok itu melirikmu sekilas lewat spion tengah sebelum kembali fokus ke jalanan. "Gila, sih, tiga tahun di sana... udah ngerasain culture shock apa aja lo?" "Paling parah soal makanan sama transportasinya, sih," jawabmu sambil terkekeh pelan. "Tapi lo keliatan makin cantik tau, aura London Girl-nya dapet banget," puji Zee sambil menoleh ke belakang, membuatmu tersenyum geli. Suasana di dalam mobil terasa hangat, sampai akhirnya Evan kembali melirik spion tengah dan berdeham pelan. "Gue dapet info, katanya Jake juga bakal dateng ke acara reuni besok." Evan memberi jeda sejenak. "Lo... yakin gak apa-apa?" Kata-kata Evan barusan seperti tombol yang mendadak menghentikan seluruh pasokan udara di sekitarmu. Kamu terdiam lama. Senyummu perlahan menyusut, digantikan oleh kekosongan yang tiba-tiba menghantam dada. Heningnya dirimu membuat Zee langsung menyenggol lengan suaminya dengan keras, memberikan tatapan penuh teguran pada Evan karena sudah merusak suasana. "Kalau lo emang belum siap buat ketemu Jake lagi, gak usah dipaksa," ujar Zee cepat dengan nada penuh rasa bersalah, mencoba memperbaiki situasi. Kamu menarik napas pendek, lalu memaksakan sebuah senyuman tipis yang sama sekali tidak sampai ke mata. "I'm okay," sahutmu pelan, berusaha terdengar biasa saja. Kamu melirik keluar jendela sebentar. "Nanti kita bareng aja ya ke sananya." Zee dan Evan sempat saling melempar pandang. Mereka tahu betul ada luka lama yang sengaja kamu tutup rapat, tapi melihatmu yang berusaha terlihat baik-baik saja, Zee hanya bisa mengangguk pasrah. "Yaudah, besok lo berangkat bareng gue sama Evan," (komen/sl) For your breakfast.. happy weekend loff ♡ #enhypen #simjaeyun #jake
أزهرُ بالصبر، وأمضي بثقةٍ نحو ما كُتب لي. 🌹#نسمة_المكان #خواطر_راقية_للعقول_الراقية
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy