Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@tune.9: #منشن_للي_تحبه #❤️ #🥺 #عبارات_حب #ستوريات
نـ⃪݉͢ـومـ⃪ـ𓄼⍟𓄹ـ⃪݉͢ـاښ𓆩🧸𓆪
Open In TikTok:
Region: SA
Sunday 28 June 2026 19:28:24 GMT
5302
196
0
354
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.29MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.29MB
)
Watermark .mp4 (
0.46MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @tune.9, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#السيدالشهيدمحمدالصدر_قدس💔🥀 #محمدالصدرالمظلوم #ناصرالحق
she took the kids💔 #iliatopuria #UFC #fyp
2/3 #chineseactor #birthday #xyzbca #blowthisup #foryoupage
#pov : Kamu—nama yang lebih sering terdengar di ruang BK daripada di daftar hadir kelas. Di koridor utama SMA Garuda yang masih sepi, kamu duduk santai di atas meja piket—bukan di bangkunya—sambil mengayunkan kaki yang dibalut kaos kaki hitam setinggi betis dengan hiasan pita. Kuku-kukumu bulan ini bertema bloody heart, merah menyala dengan detail perhiasan kecil yang berkilau setiap kali terkena cahaya lampu. Kamu tidak sedang menunggu bel masuk. Kamu sedang menunggu seseorang. "Turun." Satu kata itu dingin, berat, dan tanpa emosi. Kamu menoleh, mendapati Juhoon berdiri di sana. Postur tubuhnya tegak, dengan ban lengan OSIS yang terpasang sempurna di lengan kirinya. Wajahnya seperti pahatan es yang tidak pernah mengenal matahari, sangat sulit ditembus. "Turun dari meja, atau poin kamu saya tambah sepuluh," ucapnya lagi tanpa mengalihkan pandangan dari buku catatan di tangannya. Kamu justru tertawa kecil, lalu sengaja memajukan dudukmu hingga ujung sepatu docmartmu nyaris menyentuh celana kainnya yang licin tanpa cela. "Galak banget sih, Sayang? Pagi-pagi itu sapa kek, tanya udah sarapan apa belum. Ini malah langsung main poin-poinan." Juhoon akhirnya mengangkat wajah dengan tatapan datar. "Nail art kamu melanggar aturan sekolah." "Ngelanggar ya?" Kamu melompat turun, mendarat tepat di depan dadanya. Jarak kalian hanya terpaut beberapa senti. Kamu bisa mencium wangi maskulin yang tajam dari tubuhnya. Kamu menarik dasi Juhoon dengan ujung telunjukmu, memutarnya pelan. "Kalau gue copot satu kuku, lo bakal hapus satu poin gue? Atau... kalau gue copot semua kuku gue, lo mau berangkat sekolah bareng gue?" "Kamu gila," desis Juhoon pelan. "Emang," sahutmu cepat seraya tersenyum lebar. Kamu justru merasa tertantang melihat urat lehernya yang mengeras menahan amarah. "Tergila-gila sama lo, Juhoon Anatama." Juhoon terdiam sebentar, rahangnya mengatup rapat. Dia menulis sesuatu di bukunya dengan tekanan pulpen yang begitu kuat hingga kertasnya nyaris robek. "Ikut saya ke ruang OSIS—" "Siap, sayang!" Kamu melakukan hormat dengan gaya tegap namun centil, Juhoon memutar bola mata malas, lalu membiarkanmu berjalan mengekor di belakangnya. Kamu menatap punggung tegap Juhoon dengan binar mata cerah. Kamu suka bagaimana dia memarahimu. Kamu suka bagaimana dia mencatat namamu di setiap kesalahanmu. Karena bagimu, selama Juhoon masih menatapmu—meski dengan tatapan dingin itu, artinya dunia Juhoon masih berputar di sekitarmu. Dan kamu menyukainya. ♡♡♡ "Nama," ucap Juhoon singkat, pulpennya sudah siap di atas kertas. "Masa lupa sih? Perlu gue bisikin di telinga biar inget terus sampai tidur?" sahutmu sambil menopang dagu, menatapnya tanpa kedip. Juhoon meletakkan pulpennya. "Saya butuh data formal untuk laporan mingguan, bukan butuh gombalan sampah kamu." "Galak terus ih. Nanti kalau gue beneran tobat, lo bakal kangen loh nyebut nama gue tiap jam," kamu terkekeh, lalu menyebutkan namamu dengan nada manja yang dibuat-buat. Selama sepuluh menit berikutnya, Juhoon membacakan daftar pelanggaranmu seperti sedang membacakan dakwaan narapidana kelas kakap. Rambut yang tidak diikat, aksesoris berlebihan, hingga laporan guru piket karena kamu kedapatan menggambar wajah Juhoon di meja kantin dengan spidol permanen. "Hukuman kamu kali ini. Bersihkan seluruh perpustakaan setelah pulang sekolah. Tanpa bantuan. Saya yang akan awasi langsung." Matamu berbinar. "Wah, lo mau ngedate sama gue di perpustakaan? Bilang dong dari tadi, nggak usah pakai acara surat-suratan begini." Juhoon berdiri, lalu melihatmu yang kini mengedip-ngedipkan mata. Dengan napas kasar, ia meninggalkan mu begitu saja. Berurusan lama-lama denganmu mungkin akan membuatnya stress. ♡♡♡ Lampu perpustakaan yang remang membuat suasana terasa berbeda. Juhoon duduk di meja penjaga, fokus dengan tumpukan buku tugasnya, sementara kamu sibuk mengelap rak buku dengan gerakan malas-malasan. "Sayang," panggilmu. "Kerja, jangan ngomong." (comsec+++) #JUHOON #fyp #xcyzba #alternativeuniverse
Perseverance #satisfying #asmrsounds #asmr #fountainpen #asmr
#zumbadance #fypspotted💞💖💝💕💕 #fyp
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy