@mitreviewthiettinh: Máy Game Cầm Tay R46H bản nâng cấp của R36H - Máy Game Tuổi Thơ, giúp ae trở về tuổi thơ, cảm nhận được cảm giác tuổi thơ, hơn 29.000 game, đa dạng hệ giả lập, nintendo, capcom, psp, ps1, game thùng game thẻ,……, và các loại game phổ biến kể cả gta, Pin sử dụng liên tục từ 4-5h. Giá sale sốc luôn #R46H #maychoigame #game #maychoigamecamtay #maygamedientu

MíT Review Thiệt Tình
MíT Review Thiệt Tình
Open In TikTok:
Region: VN
Monday 29 June 2026 02:06:00 GMT
593
4
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @mitreviewthiettinh, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Luka batin, kesedihan, kekecewaan, kemarahan, dan kehilangan adalah bagian dari perjalanan hidup manusia. Tidak ada seorang pun yang menjalani hidup tanpa pernah terluka. Ada luka karena kehilangan. Ada luka karena dikhianati. Ada luka karena harapan yang tidak terwujud. Ada luka karena merasa tidak dipahami. Ada pula luka karena orang yang kita sayangi ternyata tidak hadir ketika kita membutuhkannya. Semua itu nyata. Semua itu dapat meninggalkan bekas di dalam hati. Maka ketika sedih datang, tidak perlu berpura-pura kuat. Ketika hati terluka, tidak perlu berpura-pura baik-baik saja. Ketika air mata ingin jatuh, tidak perlu menahannya hanya karena ingin terlihat tegar. Karena menyadari luka bukanlah kelemahan. Mengakui kesedihan bukanlah kekalahan. Dan menangis bukanlah tanda bahwa kita kehilangan iman. Itulah manusia. Namun ada satu hal yang perlu dipahami. Yang sering membuat luka menjadi semakin berat bukanlah peristiwa yang terjadi, melainkan ketika kita mulai menjadikan luka itu sebagai seluruh identitas diri kita. Kita berkata:
Luka batin, kesedihan, kekecewaan, kemarahan, dan kehilangan adalah bagian dari perjalanan hidup manusia. Tidak ada seorang pun yang menjalani hidup tanpa pernah terluka. Ada luka karena kehilangan. Ada luka karena dikhianati. Ada luka karena harapan yang tidak terwujud. Ada luka karena merasa tidak dipahami. Ada pula luka karena orang yang kita sayangi ternyata tidak hadir ketika kita membutuhkannya. Semua itu nyata. Semua itu dapat meninggalkan bekas di dalam hati. Maka ketika sedih datang, tidak perlu berpura-pura kuat. Ketika hati terluka, tidak perlu berpura-pura baik-baik saja. Ketika air mata ingin jatuh, tidak perlu menahannya hanya karena ingin terlihat tegar. Karena menyadari luka bukanlah kelemahan. Mengakui kesedihan bukanlah kekalahan. Dan menangis bukanlah tanda bahwa kita kehilangan iman. Itulah manusia. Namun ada satu hal yang perlu dipahami. Yang sering membuat luka menjadi semakin berat bukanlah peristiwa yang terjadi, melainkan ketika kita mulai menjadikan luka itu sebagai seluruh identitas diri kita. Kita berkata: "Aku adalah orang yang tersakiti." "Aku adalah orang yang ditinggalkan." "Aku adalah orang yang tidak dicintai." "Aku adalah orang yang selalu gagal." Padahal luka adalah pengalaman yang kita alami, bukan diri kita yang sebenarnya. Luka memang datang. Tetapi luka bukanlah seluruh hidup kita. Kesedihan memang hadir. Tetapi kesedihan bukanlah seluruh perjalanan kita. Kekecewaan memang terasa. Tetapi kekecewaan bukanlah akhir dari segala sesuatu. Karena itu, belajarlah menyaksikan. Menyaksikan bukan berarti menolak rasa. Menyaksikan bukan berarti memaksa diri agar tidak sedih. Menyaksikan adalah keberanian untuk melihat apa yang sedang terjadi di dalam hati dengan jujur. "Aku sedang terluka." "Aku sedang kecewa." "Aku sedang marah." "Aku sedang merasa sendirian." Lalu mengakuinya tanpa membiarkan semua itu mengambil alih kemudi kehidupan. Luka boleh ada. Tetapi jangan biarkan luka menentukan siapa dirimu. Marah boleh muncul. Tetapi jangan biarkan marah menentukan semua tindakanmu. Kecewa boleh terasa. Tetapi jangan biarkan kecewa memadamkan harapanmu. Karena ketika kemarahan menjadi penguasa, hati menjadi sempit. Ketika dendam menjadi penguasa, batin kehilangan kedamaian. Ketika kekecewaan menjadi penguasa, kita sulit melihat kebaikan yang masih ada. Maka jangan sampai luka mengambil cahaya hatimu. Sebab luka hanyalah tamu. Sedangkan cahaya hati adalah anugerah. Tamu datang dan pergi. Namun cahaya itu harus tetap dijaga. Kadang luka tidak langsung sembuh. Ada luka yang memerlukan waktu berbulan-bulan. Ada luka yang memerlukan waktu bertahun-tahun. Bahkan ada luka yang meninggalkan bekas seumur hidup. Tetapi bekas luka tidak harus menjadi sumber kepahitan. Bekas luka juga bisa menjadi sumber kebijaksanaan. Karena dari luka kita belajar memahami. Dari kehilangan kita belajar menghargai. Dari kekecewaan kita belajar melepaskan. Dari kesedihan kita belajar berbelas kasih kepada sesama. Dan dari ketidakberdayaan kita belajar bersandar kepada Tuhan. Mungkin karena itu tidak semua luka harus segera dihapus. Ada luka yang hadir untuk mengajarkan sesuatu yang tidak bisa diajarkan oleh kenyamanan. Ada luka yang membuat kita lebih lembut. Ada luka yang membuat kita lebih rendah hati. Ada luka yang membuat kita lebih mengenal diri sendiri. Dan ada luka yang membuat kita lebih mengenal kasih sayang Tuhan. Karena sering kali ketika semua sandaran terasa goyah, kita mulai menyadari bahwa masih ada satu tempat bersandar yang tidak pernah meninggalkan kita. Maka jika hari ini hatimu sedang terluka, jangan membenci dirimu karena terluka. Jangan menghukum dirimu karena masih menangis. Jangan merasa gagal karena masih merasa sedih. Rasakan apa yang perlu dirasakan. Menangislah jika memang perlu menangis. Beristirahatlah jika memang lelah. Berdoalah jika hati terasa sempit. Tetapi jangan biarkan luka mengambil cahaya hatimu. RAHAYU🙏

About