@hannahgarrett.up: his hand so close 👀 #garrettgraham #hannahwells #offcampus #belmontcameli #ellabright

bellamont 🍒
bellamont 🍒
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 29 June 2026 02:18:33 GMT
619831
83471
145
1554

Music

Download

Comments

To see more videos from user @hannahgarrett.up, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

uang publik kita sedang riuh. Rupiah melemah menyentuh angka Rp17.800, dan kepanikan massal langsung mendominasi linimasa. Banyak yang mengeluh harga barang impor naik, lalu pesimisme pun menular. Mari kita tarik napas sebentar. Alih-alih ikut panik, mari kita gunakan Judo Strategy: kita pakai energi kepanikan dan guncangan ini, lalu kita balikkan menjadi momentum peluang yang paling menguntungkan. Tadi pagi di DPR, Presiden Prabowo sudah memberikan jangkar validasi yang sangat jelas:
uang publik kita sedang riuh. Rupiah melemah menyentuh angka Rp17.800, dan kepanikan massal langsung mendominasi linimasa. Banyak yang mengeluh harga barang impor naik, lalu pesimisme pun menular. Mari kita tarik napas sebentar. Alih-alih ikut panik, mari kita gunakan Judo Strategy: kita pakai energi kepanikan dan guncangan ini, lalu kita balikkan menjadi momentum peluang yang paling menguntungkan. Tadi pagi di DPR, Presiden Prabowo sudah memberikan jangkar validasi yang sangat jelas: "Indonesia harus lepas dari cap negara konsumen." Beliau sedang memosisikan diri sebagai visioner yang membongkar jalan makroekonomi kita. Jika kita mau berpikir kritis dan analitis, kurs Rp17.800 ini sejatinya adalah "karpet merah" bagi kita untuk meraup Dollar. Mari kita bedah pakai data perbandingan cuan nyata (Kurs Rp15.000 vs Rp17.800): 📦 1. Briket Arang Batok Kelapa (Pasar Timur Tengah & Eropa) Harga jual di mata bule tetap $1.30/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp6.500/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih meroket jadi Rp10.140/kg! Poin Mind-Blowing: Sekali kirim 1 kontainer mini (18 ton), kalian dapat bonus cuan gratis Rp65,5 Juta murni karena selisih kurs! 📦 2. Minyak Nilam (Bahan Baku Parfum Eropa) Harga jual tetap $60/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp200.000/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih melonjak ke Rp368.000/kg! Poin Mind-Blowing: Jual barang yang sama ke orang yang sama. Kirim 100 kg saja, otomatis kantongin tambahan bonus Rp16,8 Juta tanpa perlu capek nego harga. 📦 3. Vanili Kering Premium (Pasar Global) Harga jual tetap $160/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp600.000/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih tembus Rp1.048.000/kg! Poin Mind-Blowing: Margin keuntungan bersih tembus di atas Rp1 Juta per kilogram! Ada bonus gratis Rp448 ribu per kilo yang langsung masuk ke rekening kalian. Secara diplomatis, ini adalah realita yang harus kita hadapi. Negara sudah memberikan visi, membukakan jalan makroekonomi, dan meretas peluang agar kita bisa mandiri. Sangat disayangkan jika karpet merah sudah digelar lebar-lebar, namun energi anak mudanya malah habis untuk mengeluhkan keranjang checkout barang impor. Tinggalkan posisi sebagai kon
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju

About