@marwahriaupekanbaru: Sopir Truk Ekspedisi di Riau Resah, Desak Polda Tindak Tegas Oknum Bermodus Wartawan Pelaku Pemerasan PEKANBARU (Team investigasi)- Jajaran sopir truk ekspedisi yang melintasi jalur lintas Provinsi Riau mengeluhkan aksi premanisme dan pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum bermodus wartawan. Aksi penghentian paksa hingga intimidasi ini kerap terjadi saat truk membawa muatan berat, khususnya di wilayah Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatra (Kabupaten Pelalawan), Jalan Lintas Perawang, hingga Jalan Lintas Minas menuju Sumatera Utara. Berdasarkan investigasi di lapangan dan pengakuan dari beberapa sopir truk *Colt Diesel*, para pelaku kerap melancarkan aksinya dengan membuntuti korban menggunakan mobil pribadi, salah satunya jenis Toyota Avanza warna perak atau mobil warna hitam yang pelat nomornya sering diganti untuk mengelabui para sopir. > "Kami sering kali dihentikan paksa di tengah jalan. Mereka mengejar kami menggunakan mobil pribadi. Karena aksi ini sudah berulang kali terjadi, kami sampai hafal wajah dan kendaraan mereka. Beberapa pelaku yang kami tandai di antaranya berinisial PTJ alias Piter Tanjung dan TBN, beserta komplotannya," ujar salah seorang sopir truk ekspedisi yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan. Modus Operandi Pelaku Dalam menjalankan aksinya, oknum yang mengaku sebagai tim investigasi media tersebut menggunakan modus tuduhan sepihak. Mereka menghentikan truk secara paksa, lalu menuduh sopir membawa barang ilegal, seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ilegal atau kayu hasil pembalakan liar (*illegal logging*). Para pelaku kemudian mengancam akan memublikasikan tuduhan tersebut ke media massa jika pihak sopir tidak bersedia memberikan sejumlah uang, atau yang mereka sebut sebagai "uang damai". Perdebatan sengit di jalanan pun tidak terhindarkan karena para sopir merasa barang yang mereka bawa adalah muatan ekspedisi resmi dan legal. Sebagai bentuk perlawanan, beberapa sopir sempat merekam aksi premanisme berkedok investigasi media tersebut dan mengambil dokumentasi foto saat kendaraan mereka diadang di tengah jalan. Bukti digital ini rencananya akan digunakan untuk memperkuat laporan hukum. Desakan Kepada Kapolda Riau Mengingat aksi ini sudah berlangsung lama dan sangat mengganggu kelancaran arus logistik serta keselamatan para pengguna jalan, komunitas pengemudi truk ekspedisi mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan nyata. Mereka meminta perhatian khusus dari *Kapolda Riau*, untuk mengusut tuntas jaringan pungli dan pemerasan di jalan lintas Sumatra tersebut. * *Tuntutan Sopir:* Menangkap para pelaku pemerasan yang bergerak di Jalintim Sumatra dan jalur lintas provinsi lainnya. * *Sorotan Legalitas:* Menindak tegas oknum yang menyalahgunakan profesi jurnalis. Jika para pelaku memang memiliki legalitas sebagai wartawan, tindakan menyetop paksa kendaraan dan memeras jelas melanggar kode etik jurnalistik serta masuk ke ranah pidana murni. "Harapan kami kepada Bapak Kapolda Riau agar oknum yang mengaku-ngaku wartawan ini segera ditindak tegas. Aksi mereka murni pemerasan dan premanisme yang berkedok media, dan ini sudah sangat meresahkan kami para sopir yang hanya mencari nafkah di jalanan," pungkasnya. #creatorsearchinsights #komentator #CapCut #pekanbaru_riau #siak

MARWAH RIAU
MARWAH RIAU
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 29 June 2026 10:16:57 GMT
636
15
0
7

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @marwahriaupekanbaru, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About