@livieshq: stubborn overthinkers unite. watch the less lyric video on olivia's youtube channel art by: li anne liew #OliviaRodrigo #Less #YouSeemPrettySadForAGirlSoInLove #NewMusic #LyricVideo

livies hq 🩷
livies hq 🩷
Open In TikTok:
Region: US
Monday 29 June 2026 13:49:22 GMT
357047
103514
251
3561

Music

Download

Comments

girafono4
girafono :
I'm definitely a stubborn overthinker. Olivia really knows how to communicate with us
2026-06-29 13:52:42
2151
olivia_isthecure
olivia_isthecure :
album of the year🩷
2026-06-29 13:50:24
899
acc_not_ffound
🥨addie :
Guys is this Olivia Rodrigo or a fan account cuz idk 😭
2026-06-29 14:22:47
212
theszandii27
Szandi🩷 :
album of the year🩷 can't wait for the tour
2026-06-29 13:52:01
93
wave2liiz
lizeth メ𝟶 :
one of the best songs on the album🥹🥹
2026-06-29 13:54:10
16
didisfa
Diana Alpoim :
This music is
2026-06-29 14:02:12
57
sammie.kelleher
Sammie Kelleher💕 :
This song is too relatable Olivia like how is ts possible 💕💕💕
2026-06-29 13:51:52
13
suvilovx
suvilovx :
Give a raise to the team for choosing the right artists
2026-06-30 05:26:56
11
hanataytay_2010
Dorothea🥂 :
Me when it's less:
2026-06-29 13:58:30
8
_guih3
Guih :
Essa vibe é tão linda 😭💞
2026-06-29 14:17:18
12
nel.d71
Nel 🦄🎐 :
Album of the year !!!
2026-06-29 13:51:29
6
hayila_oc
hayila :
This song makes me feel so understood
2026-06-29 13:59:35
9
amanduh_pls
Amanda Jo :
This song made me cry hearing it for the first time 😭
2026-06-29 17:52:20
6
To see more videos from user @livieshq, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kalau emang niatnya edukasi, kenapa nggak bahas epidemiologi? Kenapa nggak jelasin HPV itu apa, gimana penularannya, siapa aja yang bisa kena, cara pencegahan, vaksin, sama terapinya? Kenapa malah modal foto lesi pasien terus framing seolah-olah ini identik sama LGBT? Yang bikin makin aneh, kasus yang dipakai sendiri perempuan heteroseksual usia 50 tahun. Jadi narasi yang dibangun bahkan nggak nyambung sama contoh kasusnya. Dalam Ramos et al. (2020), Giant Condyloma Acuminata (Buschke-Löwenstein Tumor): Case Report and Literature Review di Journal of Medical Clinical Research & Reviews, pembahasannya fokus ke infeksi HPV, perjalanan penyakit, diagnosis, komplikasi, dan tata laksana. Nggak ada kesimpulan yang bilang penyakit ini adalah “penyakit gay”, apalagi dijadikan alasan buat menghakimi orientasi seksual seseorang. Karena faktanya memang bukan begitu. Condyloma acuminata adalah manifestasi infeksi HPV. HPV bisa menginfeksi siapa pun yang aktif secara seksual. Laki-laki, perempuan, hetero, gay, biseksual. Yang berbeda hanyalah angka prevalensi pada populasi tertentu, bukan berarti penyakitnya eksklusif milik kelompok tertentu.  Terus narasi “tobat” diselipin di konten kesehatan? Itu evidence-based medicine dari jurnal mana? Justru yang udah berkali-kali dibahas WHO, CDC, sampai berbagai penelitian adalah stigma dari tenaga kesehatan sendiri bikin orang takut datang berobat, takut skrining, takut vaksin, dan akhirnya diagnosis jadi terlambat. Yang rugi bukan cuma pasien, tapi kesehatan masyarakat. Tenaga kesehatan itu punya kode etik untuk memberikan pelayanan tanpa diskriminasi dan mengedukasi berdasarkan bukti. Bukan menggiring opini dengan legitimasi moral. Kalau memang mau bikin konten edukasi, ya edukasi. Bahas HPV, bahas vaksin, bahas skrining, bahas tata laksana. Jangan jualan stigma mentang2 lo nakes. Aneh! #fyp #queer
Kalau emang niatnya edukasi, kenapa nggak bahas epidemiologi? Kenapa nggak jelasin HPV itu apa, gimana penularannya, siapa aja yang bisa kena, cara pencegahan, vaksin, sama terapinya? Kenapa malah modal foto lesi pasien terus framing seolah-olah ini identik sama LGBT? Yang bikin makin aneh, kasus yang dipakai sendiri perempuan heteroseksual usia 50 tahun. Jadi narasi yang dibangun bahkan nggak nyambung sama contoh kasusnya. Dalam Ramos et al. (2020), Giant Condyloma Acuminata (Buschke-Löwenstein Tumor): Case Report and Literature Review di Journal of Medical Clinical Research & Reviews, pembahasannya fokus ke infeksi HPV, perjalanan penyakit, diagnosis, komplikasi, dan tata laksana. Nggak ada kesimpulan yang bilang penyakit ini adalah “penyakit gay”, apalagi dijadikan alasan buat menghakimi orientasi seksual seseorang. Karena faktanya memang bukan begitu. Condyloma acuminata adalah manifestasi infeksi HPV. HPV bisa menginfeksi siapa pun yang aktif secara seksual. Laki-laki, perempuan, hetero, gay, biseksual. Yang berbeda hanyalah angka prevalensi pada populasi tertentu, bukan berarti penyakitnya eksklusif milik kelompok tertentu. Terus narasi “tobat” diselipin di konten kesehatan? Itu evidence-based medicine dari jurnal mana? Justru yang udah berkali-kali dibahas WHO, CDC, sampai berbagai penelitian adalah stigma dari tenaga kesehatan sendiri bikin orang takut datang berobat, takut skrining, takut vaksin, dan akhirnya diagnosis jadi terlambat. Yang rugi bukan cuma pasien, tapi kesehatan masyarakat. Tenaga kesehatan itu punya kode etik untuk memberikan pelayanan tanpa diskriminasi dan mengedukasi berdasarkan bukti. Bukan menggiring opini dengan legitimasi moral. Kalau memang mau bikin konten edukasi, ya edukasi. Bahas HPV, bahas vaksin, bahas skrining, bahas tata laksana. Jangan jualan stigma mentang2 lo nakes. Aneh! #fyp #queer

About