@j.nutrimix: #foryourpage #kumboucha #boissonnaturelle #santénaturelle #tiktokburkinafaso🇧🇫🇧🇫🇧🇫🇧🇫

j.nutrimix
j.nutrimix
Open In TikTok:
Region: BF
Monday 29 June 2026 18:18:42 GMT
3747
55
5
4

Music

Download

Comments

kayla.shop491
KAYLA SHOP :
svp, je peux avoir les graines de kinkeliba
2026-06-30 10:03:46
0
mamie.mamou4
Mamie Mamou :
Ça fait quoi, les graines de kinkeliba??
2026-06-30 00:09:58
0
To see more videos from user @j.nutrimix, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kamu membuka mata perlahan, kelopakmu masih berat. Langit-langit kamar jadi hal pertama yang kamu lihat, dan untuk sesaat kamu kebingungan. Terakhir kamu ingat, kamu tertidur di ruang kerja Jay, dengan buku-buku kuliahmu berserakan, dan punggung yang menyandar ke meja kerjanya. Tapi kini kamu di kamarmu. Selimut menutupi tubuhmu dengan rapi. Kamu melirik ke arah jam. 08:01  Kamu sontak bangkit. Panik. Kamu buru-buru berdiri, merapikan rambut seadanya, dan keluar dari kamar. Langkahmu cepat menuju dapur, berharap kamu masih sempat masak. Tapi kamu terhenti di ambang pintu dapur. Jay… sedang memasak. Punggungnya menghadap ke arahmu. Tangan kanannya sibuk mengaduk sesuatu di atas wajan, dan aroma tumisan menyebar ke seluruh ruangan. Suara gemericik minyak, panci yang diketuk, dan bau bawang goreng yang menenangkan menusuk hidungmu. Kamu mematung. Tak bisa berkata apa-apa. Jay... masak? Untuk siapa? Jay menoleh dan akhirnya menyadari kehadiranmu.  Wajahnya… tidak dingin seperti biasanya. Tidak hangat juga, tapi cukup netral untuk membuatmu bingung harus bereaksi seperti apa.
Kamu membuka mata perlahan, kelopakmu masih berat. Langit-langit kamar jadi hal pertama yang kamu lihat, dan untuk sesaat kamu kebingungan. Terakhir kamu ingat, kamu tertidur di ruang kerja Jay, dengan buku-buku kuliahmu berserakan, dan punggung yang menyandar ke meja kerjanya. Tapi kini kamu di kamarmu. Selimut menutupi tubuhmu dengan rapi. Kamu melirik ke arah jam. 08:01 Kamu sontak bangkit. Panik. Kamu buru-buru berdiri, merapikan rambut seadanya, dan keluar dari kamar. Langkahmu cepat menuju dapur, berharap kamu masih sempat masak. Tapi kamu terhenti di ambang pintu dapur. Jay… sedang memasak. Punggungnya menghadap ke arahmu. Tangan kanannya sibuk mengaduk sesuatu di atas wajan, dan aroma tumisan menyebar ke seluruh ruangan. Suara gemericik minyak, panci yang diketuk, dan bau bawang goreng yang menenangkan menusuk hidungmu. Kamu mematung. Tak bisa berkata apa-apa. Jay... masak? Untuk siapa? Jay menoleh dan akhirnya menyadari kehadiranmu. Wajahnya… tidak dingin seperti biasanya. Tidak hangat juga, tapi cukup netral untuk membuatmu bingung harus bereaksi seperti apa. "Kemarilah." Kamu maju pelan-pelan dan duduk di meja makan. Jay menyusul, membawa dua piring. Makanan sederhana. Ini pertama kalinya kalian makan bersama… setelah sekian lama. Selama makan, Jay sesekali memindahkan lauk ke piringmu. Tumisan nya, telur dadarnya, bahkan ia tuangkan sup ke mangkuk mu tanpa bicara. "Kamu ada jadwal kuliah hari ini?" tanyanya tiba-tiba. "Iya." "Aku antar." Kamu menatapnya heran. "Aku akan naik—" "Aku antar." Nada suaranya tidak bisa dibantah, tapi tidak juga kasar. Akhirnya kamu hanya mengangguk pelan. "Baik." Jay melirik jam tangannya. "Setelah ini aku ke kantor. Mungkin pulang jam delapan malam." "Iya.." "Aku jemput kamu nanti." Kamu mengernyit. "Nggak, nggak perlu.." "Aku jemput," katanya lagi, kali ini lebih lembut. Dan kamu hanya bisa membisu. Entah kenapa, hatimu sedikit hangat. --- Siang harinya. Hyera, sekretaris Jay, berdiri di depan pintu dengan senyum lebarnya yang biasa. Hari ini dia memakai gaun merah muda, lebih manis dari biasanya. "Tuan Jay." katanya genit. "Hari ini ulang tahunku." Jay berhenti membuka berkas dan hanya menoleh singkat. "Oh ya? Selamat." "Terima kasih," katanya mendekat. "Mau merayakannya bersama aku malam ini? Dinner atau hanya minum?" Jay menghela napas. "Tak bisa. Aku harus jemput ist—" "Sekali ini saja, Tuan." Tangan Hyera menyentuh tangan Jay pelan. "Please… teman-teman lain juga bakal datang. Aku mau ada kamu.." Jay diam. Dan dalam jeda itu, Hyera tersenyum tahu dia menang. Beberapa detik kemudian, Jay akhirnya mengangguk pelan. --- Pukul 17.00 Kamu duduk di depan gerbang kampusmu, menatap ponsel. Jay belum datang. Kamu mencoba meyakinkan diri bahwa dia hanya terlambat. Mungkin macet. Mungkin ada kerjaan mendadak. Namun, pukul 18.44, kamu akhirnya memesan taksi online dan pulang sendiri. --- Pukul 23.03 Ponselmu bergetar. Satu video dari Jay. Kamu langsung membukanya dengan harapan itu adalah penjelasan. Mungkin Jay sedang bekerja. Mungkin ada hal penting. Tapi— Bukan. Video itu gelap, lampu remang-remang, musik keras, dan gelak tawa di latar belakang. Kamera bergoyang, tapi cukup jelas. Jay. Jay sedang berdansa. Dengan Hyera. Tangannya memegang bir. Hyera tertawa keras sambil memeluk lengan Jay, yang tidak menolak sedikit pun. Bahkan Jay tersenyum. kamu pikir semuanya mulai membaik. Jay tak lagi bersikap dingin. Kamu mulai percaya, mungkin perlahan dia menerimamu. Namun, kamu salah besar. -- Masih di malam yang sama, sekitar pukul dua, kamu mendengar suara ketukan pintu. Pelan namun tergesa. Jantungmu langsung berdebar. Jay belum pulang, dan kamu khawatir. Dengan langkah cepat kamu menuju ke pintu dan membukanya tanpa pikir panjang. Namun yang kamu lihat justru membuat nafasmu tertahan. Jay yang tengah linglung, dan seorang perempuan di sebelahnya. "Kamu istrinya, ya? Maaf, aku pinjam suami mu sebentar. Dia habis minum bir. Jaga dia, ya." #jay #enhypen #pov #foryoupage

About