Aro🇩🇪 :
Menurut saya, banyak pembahasan soal kenaikan gaji guru sering tidak melihat kondisi ekonomi Indonesia secara menyeluruh.
Contohnya, jika UMR di suatu daerah sekitar Rp2,2 juta, lalu ada guru yang sudah menerima sekitar Rp7 juta per bulan, berarti pendapatannya sudah lebih dari tiga kali UMR. Namun, masih ada yang membandingkannya dengan negara-negara Eropa tanpa memperhitungkan bahwa biaya hidup, UMR, produktivitas, dan kemampuan anggaran negara di sana juga jauh lebih tinggi.
Yang lebih penting menurut saya adalah menggunakan anggaran negara secara efisien. Indonesia masih menghadapi jutaan pengangguran, lapangan kerja yang sulit, dan masih banyak pekerja yang bahkan menerima upah di bawah UMR.
Untuk guru honorer, memang kondisinya berbeda karena statusnya bukan pegawai tetap. Menurut saya, solusi yang lebih tepat adalah memperbaiki sistem rekrutmen dan status kepegawaiannya secara bertahap, bukan sekadar menaikkan semua gaji tanpa mempertimbangkan kemampuan keuangan negara.
Tujuan akhirnya bukan mengecilkan jasa guru, melainkan agar kebijakan anggaran tetap adil, tepat sasaran, dan sesuai dengan kondisi ekonomi Indonesia.
2026-06-30 13:27:12