@ruzka.gg: #ВэтотДень

ruzka
ruzka
Open In TikTok:
Region: BY
Tuesday 30 June 2026 06:34:07 GMT
209910
16197
266
11916

Music

Download

Comments

dobrvfikcik
dolboebikhyeglotik :
2026-06-30 17:10:22
840
user36831314361350
ТруханыСАджикой :
Храни Олуха🐷❤️👆🏿👆🏿
2026-06-30 08:08:31
533
mr.pirate43
Capitan5 :
хаммам ли играть в майнкрафт?
2026-06-30 17:16:08
1463
perec_edits
Перец🪖 :
автор солнечный
2026-06-30 18:39:19
17
doll1933
DOLLька :
сегодня праздник
2026-06-30 12:51:10
92
2016creampie_boss2016
☦︎︎young prince☦︎︎ :
маенкрафт халял,там есть криперы
2026-07-01 13:16:27
29
xst0p14
xStop :
у него поко х3про, получается все сходится
2026-06-30 19:57:36
8
hocukakati
WitaliK💨37 :
так халяль ?
2026-06-30 13:02:53
28
zekalolkoko
zekalolkoko :
2026-06-30 16:57:06
9
xxgandonxx
xXgandonXx :
халяль♥️♥️♥️
2026-06-30 06:50:29
8
zirnaya_svinia
Свинья :
Автор солнечный ?
2026-07-01 07:50:28
8
chebyrek965
жирный макан :
у него поко х3про, получается все сходится
2026-06-30 20:08:33
13
user29371963186
user29371963186 :
Халяль 🥰🥰🥰🥰🥰
2026-07-01 05:31:00
15
tsh_175lvl
￴ ￴￴￴￴￴ ￴ ￴ ￴￴￴￴ ￴￴￴￴￴ ￴￴ ￴￴￴ :
солнечный
2026-06-30 20:23:56
2
zxcuti7
zxcuti7 :
Он солнечный?
2026-07-02 09:30:24
1
teeepep
mip :
смешной не шути больше
2026-06-30 17:14:10
1
To see more videos from user @ruzka.gg, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV (II): Melihat kobaran api cemburu di matanya sungguh membuatmu mendapat kepuasan khusus. Seorang Evan yang dikenal cowok paling buaya—ia kini tengah menuntut posisi hanya karena merasa miliknya direnggut. Kamu cukup bersedekap dada, enggan untuk terlalu menggubris tajam intonasinya.
POV (II): Melihat kobaran api cemburu di matanya sungguh membuatmu mendapat kepuasan khusus. Seorang Evan yang dikenal cowok paling buaya—ia kini tengah menuntut posisi hanya karena merasa miliknya direnggut. Kamu cukup bersedekap dada, enggan untuk terlalu menggubris tajam intonasinya. "Kan aku udah ngomong mau dateng sama Jake. Kamu sendiri juga bilang banyak cadangan, kan?" Cowok itu tak bergeming. Sampai akhirnya Jake ikut angkat bicara. "Kenapa diem? Kalah omong lo, ya?" "Gausah ikutan. Lo nggak pantas ngatain gue, selingkuhan," desisnya tajam. Jake di sampingmu tergelak senang—dicap sebagai "selingkuhan" justru menambah harga diri untuknya. Setidaknya, dia sangat cukup untuk membuat Evan memanas karena kehadirannya. Kamu mendengus kasar. "Udah lah, balik aja. Tuh cewek kamu pada nungguin." Evan menaikkan dagu sebagai gestur memerintah, mengarahkan kepalanya ke pintu luar. "Ikut aku." Kamu semakin malas, memilih untuk menyandarkan punggung ke sofa. "Nggak mau, kita nggak ada urusan." Cowok itu membuang napas kasar. Ia tak memilih menunggu lagi—karena Evan mengerti, sikap keras kepalamu sekarang tak mungkin sanggup ia lawan hanya dengan diam. Cowok itu menarik tanganmu, buru-buru ia bawa badanmu untuk bangkit dan mendekat dengan miliknya. Jake di samping sempat menahanmu, tapi Evan langsung menepis lengannya. "Lo nggak ada hak buat ikut campur," lirihnya menusuk. Jake diam—kalah telak. Ia menyadari jika posisinya bahkan tak bisa ditandingi oleh saingannya itu. Dan memaksa menahanmu di sisinya adalah bentuk keegoisan. Kamu ditarik keluar. Badanmu dihimpit ke tembok kasar yang langsung berbenturan dengan kulitmu. Evan mengamati sorot matamu dalam-dalam, kini hanya ada suara napas yang terdengar bersahut di gelap dan sunyinya lorong. Cowok itu mendekat ke wajahmu, meraih dagumu agar kamu tak bisa menghindari tatapannya. "Jelasin, ada hubungan apa kamu sama dia?" Kamu terkekeh ringan. "Jake? As you can see," jawabmu tak terlalu peduli. Evan meloloskan decakan kesal. Kepalanya lantas merunduk, berusaha mengontrol dirinya agar tidak melewati batas di antara kalian "Kenapa? Kamu cemburu sama Jake?" tanyamu justru menyulut emosinya. "Menurut kamu? Sebagai PACAR, logis nggak kalo aku nggak jealous?" balasnya jujur. Kamu dorong dadanya kasar. "Kamu cemburu, terus selama ini mikir nggak kelakuan kamu itu kayak gimana?" "Babe, aku bisa jelas—" "Stop," potongmu segera. "Terserah kamu mau berbuat kayak gimana, asal jangan membatasi aku dalam hal yang bahkan selalu kamu lakuin dengan bahagia, Evan Lee." Cengkraman di lenganmu merapat, meninggalkan rasa sakit yang berdenyut. "Babe, aku datang ke sini sendiri. Aku nggak bawa siapapun, nggak juga pacaran sama cewek lain." "Nggak bawa cewek hari ini nggak menjamin kelakuan kamu di tempat lain! Aku muak ya lihat kamu gonta-ganti cewek lebih cepet dari kucing begitu!" Nadamu berubah menjadi emosi yang tajam. Cup! Kamu berdecak malas, mengusap ujung bibirmu yang baru saja diambil alih tiba-tiba. "Kissing nggak selamanya bisa redain masalah, Evan Lee!" "At least itu bisa ngasih kamu jeda buat marah ke aku," balasnya santai. "Sekarang kasih aku waktu buat jelasin." Tak ada balasan. Kamu diam, membiarkan Evan yang katanya ingin menjelaskan—entah sesuatu yang bisa membuat kamu percaya, atau justru menjerat lebih dalam. Cowok itu menatap matamu lekat. "I never in love or even interest with another girl, Babe." "Bohong, terus selama ini—" "Shhhttt," telunjuknya dengan cepat mengarah ke bibirmu. "Denger dulu pelan-pelan." "Mereka itu cuma alat. Aku ngerti ini konyol atau bahkan nggak masuk akal, but that's the fact," jelasnya lagi. "Terus alasannya apa?" tanyamu langsung membidik. "Jake. Aku cemburu, seriusan." Kamu terkekeh. "Konyol, apa yang buat kamu cemburuin dia?" "Tiap kali kamu sama dia, aku selalu bilang punya cewek lain, padahal itu cuma alasan biar kamu jealous balik," sambungnya. Lalu suaranya mendadak lirih. "Tapi aku salah, ternyata kamu nggak pernah cemburu sama sikap buruk aku." ++ di komen #evan #heeseung #pov #fyp

About