Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@00k.notes: @Lingling Kwong x @grabth 💚 #linglingkwong #หลิงหลิงคอง #鄺玲玲 #grabthairaresxทททxlingorm
00k.notes
Open In TikTok:
Region: TW
Tuesday 30 June 2026 12:43:35 GMT
905
229
12
1
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.96MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.07MB
)
Watermark .mp4 (
0.96MB
)
Music .mp3
Comments
АННА :
🥰🥰🥰
2026-06-30 21:58:02
1
Cathe F :
🍀🌻🌷
2026-06-30 12:50:33
1
Diego hernan Alarcon montero :
eres imprecion bellezaadmiracion 💋💫💕🌹🌹❤💏🌼🌹🌹💕💫💋💫🌷💕🌹🌼❤💏🌼
2026-06-30 21:07:58
0
Mateo :
2026-06-30 16:47:30
0
chaunguyen1975_ :
❤️
2026-06-30 13:17:04
1
May phoo kyaw247 :
🥰🥰🥰
2026-06-30 12:57:10
1
LalaineC :
😍😍😍
2026-07-01 00:55:33
1
To see more videos from user @00k.notes, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Deu ruim! Augusta aparece no restaurante de surpresa e desmascara Raimundo. Veja o capítulo completo de #VidasEmJogo em PlayPlus.com #RecordTV
falling in love is just a script. #feministiktok #innerchildhealing #decentermen
Essa dupla é 🔥Endrick e Vini Jr! #thiagobrava #clipfyleague #thiagobravaclipfy #endrick #vinijr @Clipfy League
But I got love for my n**** Same n**** playing me🗣️🗣️🥶#xlimkid #fypシ #songlyrics
My fav set ever
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM Undip), Nur Maajid Taufiqurrahman, buka suara soal aksi demonstrasi mahasiswa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah yang berujung tindakan respresif beberapa waktu lalu. Dalam wawancara eksklusif Tribun Jateng, Maajid mengungkap alasan di balik gelombang protes mahasiswa, mulai dari persoalan ekonomi hingga dugaan tindakan represif terhadap massa aksi. Menurut Maajid, aksi yang diikuti sekitar 800 hingga 900 mahasiswa Undip itu membawa lima tuntutan yang mereka sebut sebagai Pandura (Panca Tuntutan Rakyat). Lima tuntutan tersebut mencakup stabilitas harga bahan pokok dan BBM, penguatan nilai tukar rupiah, evaluasi peran aparat di ranah sipil, reforma agraria, hingga penghapusan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. “Banyak yang bilang kondisi ekonomi membaik, rupiah menguat. Tapi bagi kami, persoalannya tidak sesederhana itu. Masyarakat masih menanggung beban yang besar,” ujar Maajid saat ditemui di Kampus Undip, Jumat (19/6/2026). Ia menilai, stabilitas ekonomi makro belum tentu mencerminkan kesejahteraan masyarakat di lapangan. Menurutnya, masih banyak kebijakan yang dinilai belum menjawab persoalan mendasar rakyat, terutama kelompok rentan seperti petani dan masyarakat berpenghasilan rendah. Di tengah beragam komentar publik yang muncul setelah aksi, Maajid menegaskan demonstrasi mahasiswa bukan untuk menciptakan kekacauan atau mengganggu masyarakat. Ia menyebut mahasiswa hadir sebagai perwakilan moral bagi masyarakat yang tidak memiliki ruang maupun waktu untuk menyuarakan keresahannya secara langsung. “Kami ini tinju ke atas. Kami tidak ingin membebani masyarakat. Justru kami ingin mewakili kepentingan mereka,” tegasnya. Karena merasa aspirasi di depan kantor pemerintahan kerap tak mendapat respons nyata, massa mahasiswa memilih strategi aksi yang lebih mencuri perhatian publik, termasuk bergerak di kawasan Tugu Muda yang menjadi salah satu pusat aktivitas Kota Semarang. “Demo di gubernuran sering tidak didengar. Kami mencari cara agar suara ini benar-benar sampai,” katanya. - Cerita Mahasiswa yang Dipukuli Saat Hendak Pulang Bagian paling menyita perhatian dalam wawancara ini adalah pengakuan Maajid soal dugaan tindakan represif terhadap peserta aksi. Ia mengaku sempat menjemput langsung seorang mahasiswa yang disebut mengalami kekerasan fisik usai demonstrasi. Korban, kata Maajid, bahkan sudah tidak lagi berada di area aksi dan hanya hendak mengambil motor untuk pulang. “Dia tidak ikut kericuhan apa pun. Posisi hanya mau ambil motor, lalu tiba-tiba disekap dari belakang dan dipukuli,” ungkapnya. Maajid menyebut korban mengalami luka di bagian wajah, terutama sekitar mata dan pipi, serta mengalami trauma berat. Yang membuatnya geram, korban disebut sampai dipaksa melepas baju saat insiden berlangsung. “Dia bukan penjahat, bukan maling, tapi diperlakukan seperti itu. Sangat kami sayangkan,” ujarnya. Saat ditanya apakah perjuangan yang terus-menerus tanpa respons pemerintah membuat mahasiswa lelah, Maajid menjawab dengan kalimat yang menjadi sorotan. Menurutnya, rasa lelah memang ada, tetapi kelelahan itu justru menjadi bahan bakar perjuangan. “Capek itu punya dua output. Mundur dari barisan, atau berjuang lebih keras.” Ia mengakui mahasiswa juga manusia biasa yang bisa merasa jenuh, marah, dan frustrasi melihat berbagai persoalan bangsa. Namun baginya, kelelahan bukan alasan untuk berhenti. “Kami capek. Tapi capek kami bukan untuk mundur. Capek kami justru membuat kami berteriak lebih kencang,” tegasnya. - Reformasi Jilid Dua? Belakangan, narasi Reformasi Jilid Dua kembali ramai digaungkan di media sosial. Maajid menilai istilah itu muncul dari akumulasi kekecewaan masyarakat. Ia menegaskan, reformasi yang dimaksud bukan sekadar romantisme gerakan 1998, melainkan dorongan terhadap perubahan struktural dalam tata kelola negara.
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy