@fafakant:

Fafa koli
Fafa koli
Open In TikTok:
Region: TG
Tuesday 30 June 2026 13:15:53 GMT
42167
4186
490
326

Music

Download

Comments

coeurpur40
La Poutine des Traorés📿☝🏻💖 :
Huuummm nous les natifs de mardi🥺🥺🥺🥺
2026-06-30 16:58:59
91
user2866522718711
user2866522718711 :
aoooo hmmmmmm jusqu'à je regrette d'être né mardi hmmm
2026-06-30 21:27:31
35
cutejovita
user @jovita :
hmmm edefou that's why I choose to love myself now, even my family no one love nd care about me 🤧
2026-06-30 23:27:53
4
kinglion314
king🫅lion 314 :
hum ma sœur delfoi je pleure si j'ai besoin d'aide mais je ne trouve personne...
2026-06-30 19:23:17
18
la.grce.divine301
CHIC & CHEAP 🛍️👙👒 :
j'ai juré de ne jamais mettre au monde le mardi. Je souffre trop
2026-07-01 09:34:03
9
rosefechoine..wcom
bébé d'amour :
hummm 😭😭😭😭😭😭 même dans mon travail je souffre personne ne m'aime 😭😭😭
2026-06-30 22:43:56
18
doreskahair
DORESKA HAIR :
Nous vraiment ont souffre 🥺
2026-06-30 22:14:54
11
sylviebb2
Sylvie +228 🇹🇬 :
quand tu aimes Fafa koli laisser cœurs encomentaires
2026-06-30 22:12:38
18
nuella3320
Shadow_Nuel👻 :
Je suis pas natif de mardi mais ma sœur si Hummm elle souffre énormément 😔
2026-06-30 13:53:40
14
228becky
becky :
eeeeeh hum je souffre trop
2026-06-30 21:53:27
7
demila.akanga
belle dame💍💞 :
🥰🥰🥰humm
2026-06-30 13:21:47
5
estelle0012
estelle0012 :
je ne sais même pas hein, mais DIEU fera mon palabres 🤏
2026-07-01 13:03:52
1
user298454478
GH 1 FARO 🕊 GH 🇬🇭 :
madam thanks
2026-06-30 22:55:17
1
user43161192497128
ma belle :
hummm grand sœur 🥰
2026-06-30 22:07:09
1
call_me_paula82
Paula Antonia👸🐚🌊 :
Awoooo hein💔💔💔💔💔
2026-07-01 13:44:08
0
patrichou446
patrichou :
ohoooo loooo hummm
2026-07-01 15:05:29
0
mama.grace03
grâce 🥰🥰 :
hummmummm hummmummm
2026-07-01 15:30:14
0
adidjath.djede
Adidjath Djede :
Hummmmmmmm😭😭😭😭😭🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯👍💪🙏🙏🙏💪💪💪💪🙏🙏💯💯💯💯💯💯💯
2026-07-01 06:19:05
0
a.k.ana0
A.k.Ana :
Hmmmm
2026-06-30 20:54:51
1
nedeg700
nedeg700 :
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 Hum
2026-06-30 22:42:41
1
brigitte7800
Brigitte :
hmmm
2026-06-30 17:03:02
2
adidjatouadodo
adidjalabelle :
je me le demande..
2026-06-30 16:54:58
2
diplomate_2
Diplomate❤️❤️❤️ :
hummmm
2026-06-30 15:48:15
2
toutestaccompli7
TOUT EST ACCOMPLI :
hummm Edefou
2026-06-30 16:46:25
2
sandrine.12128
Sandrine 12/12💖♥️💝 :
hum hum
2026-06-30 16:03:21
2
To see more videos from user @fafakant, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About