@c.20i: #foryou #اكسبلورexplore #fyp

32
32
Open In TikTok:
Region: SA
Tuesday 30 June 2026 17:01:46 GMT
227232
21874
53
9906

Music

Download

Comments

hx_lly115
Hanadi❣️. :
صرت اسولف مع نفسي
2026-07-02 02:44:21
12
f.n494
L :
الحمد الله صرت اسكت
2026-07-01 23:32:04
5
e.y.d10
'⚡️ :
الحمد لله لقيت بديل
2026-07-02 06:33:31
1
ygujjv
ygujjv :
وربي مقدرر اسكت😭😭
2026-07-01 06:43:05
9
b_mh9
🌷🌷 :
اي بالله 😂
2026-07-01 23:49:26
1
tot_y.y6
7 :
ماكدر اسكت😂😂
2026-07-01 06:02:22
3
soon._.yaz
✩ 𝑮𝒉𝒂𝒚𝒅𝒂 :
الستوري
2026-07-01 22:13:07
1
kf_h2
ٰ :
ههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههه
2026-07-02 05:51:50
0
abu.anza5
𝓐𝓫𝓾 𝓐𝓷𝔃𝓪𝓱 :
هههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههه والله تصير كل يوم
2026-07-01 23:34:41
0
8___.___1
! 𝐐 𝟖 ~ 🪽 :
كم مقطع نزلت ياحب؟
2026-06-30 17:05:16
1
.do9522
RASIHD🇸🇦 :
ارحب ولد العمه
2026-06-30 18:07:30
1
wooo0oo5
. :
كان
2026-07-02 05:21:35
0
t_ryl
🕷️”7” :
حصلتي اليوم 🤦🤦😂
2026-07-02 05:10:12
0
ladyworms1
9 :
اقدر و اختفي بالايام بعد
2026-07-01 20:28:03
2
xeite
ترف. :
ألا بسالك بوعبدالعزيز
2026-07-02 06:20:10
0
.samira880
🌊 :
@شــــُـ ماعرفففف
2026-07-01 23:04:47
1
To see more videos from user @c.20i, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV 9 | Matahari mulai turun perlahan, lapangan basket yang beberapa jam lalu dipenuhi sorakan kini telah kosong. Ring basket bergoyang pelan diterpa angin, sementara pantulan cahaya matahari terakhir memanjang di permukaan semen yang mulai dingin. Nathan berdiri di balik pagar pembatas tribun. Kedua tangannya bertumpu di besi hitam yang mulai berkarat, pandangannya lurus ke arah lapangan. Tak lama kemudian terdengar langkah kaki menaiki anak tangga.
POV 9 | Matahari mulai turun perlahan, lapangan basket yang beberapa jam lalu dipenuhi sorakan kini telah kosong. Ring basket bergoyang pelan diterpa angin, sementara pantulan cahaya matahari terakhir memanjang di permukaan semen yang mulai dingin. Nathan berdiri di balik pagar pembatas tribun. Kedua tangannya bertumpu di besi hitam yang mulai berkarat, pandangannya lurus ke arah lapangan. Tak lama kemudian terdengar langkah kaki menaiki anak tangga. "Nungguin gue?" Nathan menoleh sekilas. "Iya." Ken berjalan mendekat lalu berdiri di sampingnya. Beberapa saat keduanya hanya diam memandangi lapangan. Nathan mengembuskan napas pelan. "Gue denger lo mukul Sean." Ken mengangguk. "Iya." "Puas?" Ken menggeleng pelan. Nathan mengangguk kecil, seolah jawaban itu memang sudah dia duga. "Gue juga rasa engga." Sunyi kembali turun, Nathan masih memandang lapangan. "Lo bukan orang yang gampang main fisik." "Gimana Yn?" Ken ikut memandang ke depan. "Masih berusaha keliatan baik-baik aja." Nathan tersenyum hambar. "Berarti ga baik-baik aja." Ken mengangguk kecil. "Dari luar keliatannya biasa aja." "Tapi gue tinggal serumah sama dia." "Keliatan bedanya." Nathan tidak menyela. "Dia jadi sering bengong. Makannya juga berkurang. Kalau diajak ngobrol kurang nyambung." Ken mengusap tengkuknya pelan. "Yang paling bikin gue kepikiran justru dia ga pernah sekalipun ngomong jelek tentang Sean." Nathan menoleh. "Masih ngebelain?" "Bukan." Ken menggeleng. "Dia cuma ga pernah nyalahin." "Dari awal sampe sekarang dia lebih sering nyalahin dirinya sendiri karena ngerasa semua orang jadi ikut terluka gara-gara dia." Sunyi kembali turun. Nathan menundukkan kepala sebentar sebelum kembali membuka suara. "Sean juga berubah." Ken meliriknya. "Gimana?" "Selalu pulang telat, gue juga jadi jarang ngobrol di rumah sama dia, terus emosinya kadang susah diatur." Nathan tersenyum kecil, tapi senyum itu cepat menghilang. Nathan mengembuskan nafas pelan sebelum akhirnya membuka suara. "Ada satu hal dari kemarin yg selalu jadi pertanyaan buat gue." Ken menoleh sekilas. "Apa?" "Foto itu." Nathan tetap memandang lurus ke arah lapangan. "Orang-orang sibuk ngomongin isinya, Sean sibuk marah, Yn sibuk ngejelasin. Tapi ga ada yang berhenti buat mikir, siapa yang pertama kali nempel foto itu." Ken terdiam. Nathan melanjutkan, "Kalo emang ada orang yang sengaja nyebarin, berarti dari awal tujuannya emang bikin semuanya berantakan." Ken mengangguk pelan. "Gue juga kepikiran itu. Tapi sekarang keadaan udah telanjur keruh. Mau nyari siapa yang mulai juga ga gampang." Nathan menyandarkan punggungnya ke pagar. "Justru karena udah keruh harusnya dicari. Kalo engga, orang yang bikin semua ini bakal nonton dari jauh sambil liat semua rencananya berhasil." Ken menundukkan pandangan beberapa detik. "Adik lo sama sekali ga kepikiran ke sana." "Dia masih kepikiran Sean?" Ken mengangguk. "Dari kemarin yang dia ulang terus cuma satu. Dia bingung kenapa Sean ga mau dengerin dia, padahal dia ngerasa ga ngelakuin apa-apa." Nathan tersenyum hambar. "Sean juga sama keras kepalanya." "Dia terlalu sibuk percaya sama apa yang dia liat sampe lupa kalo selama ini dia jauh lebih kenal Yn daripada selembar foto." "Kadang orang kalau lagi takut kehilangan, malah jadi orang yang paling cepet ngelepasin." Ken tersenyum hambar. "Padahal yn ga pernah minta dibela." "Dia cuma minta didengerin." "Sesimpel itu." Angin sore kembali berembus. Nathan memandang lapangan yang mulai benar-benar kosong. "Yang bikin gue heran justru Sean." Ken menoleh. "Kalo dia emang yakin foto itu bener, kenapa dia ga pernah nyari siapa cowo di foto itu?" Ken mengernyit pelan. Nathan melanjutkan. "Sean itu orang yang selalu nyari jawaban kalo ada sesuatu yang ganjil." "Tapi kali ini dia berhenti di kesimpulan pertama." "Itu bukan sifat dia." Ken mengangguk kecil. "Mungkin karena kali ini yang dipertaruhin perasaannya." #seonghyeon #fyp #au

About