@vtruogan.3108: #moveon #tundz

mít tơ tũn.
mít tơ tũn.
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 30 June 2026 21:25:32 GMT
68
13
5
10

Music

Download

Comments

tuquynh_012
dq. :
muộn
2026-06-30 21:59:15
0
alabee244
alabee 🐰 :
h này thì ai tim cho???
2026-06-30 21:32:30
0
tom_ne0703
Haii Anhh🥷🏻 :
quái vật🤣
2026-06-30 21:29:02
0
To see more videos from user @vtruogan.3108, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV / Kamu berdiri di ruang kerja mewah Fairmax Corp, menatap lembar kontrak di tanganmu dengan dahi berkerut.  Matamu memicing membaca rentetan pasal yang tidak masuk akal.
POV / Kamu berdiri di ruang kerja mewah Fairmax Corp, menatap lembar kontrak di tanganmu dengan dahi berkerut. Matamu memicing membaca rentetan pasal yang tidak masuk akal. "Wajib menggunakan pakaian formal dan sopan di mana pun? Memakai gaun jika menghadiri acara formal? Tidak boleh menggunakan celana jins sama sekali?" Kamu menjeda, menatapnya tidak percaya. "Bahkan rambutku harus diwarnai menjadi cokelat tua, dan jam malam maksimal pukul sembilan? Kamu sedang mencari kekasih atau sedang membuka pendaftaran asrama putri?" Jungwon tidak bergeming. Dia kembali mengetuk-ngetuk jarinya di meja kerja, lalu melirik jam tangan mewahnya. "Cepat tanda tangan. Saya sibuk. Kalau kamu menolak atau membuang waktu saya, fasilitas perawatan adikmu di rumah sakit akan saya cabut detik ini ini juga." "Tidak perlu mengancam. Aku akan menandatanganinya," selamu tegas. Kamu langsung meraih pulpen dan membubuhkan tanda tangan tanpa ragu. Demi kesembuhan adikmu, aturan kolot ini bukan apa-apa. Jungwon menaikkan sebelah alisnya, tampak sedikit terkesan dengan keberanianmu yang tanpa basa-basi. Dia kemudian menggeser sebuah kartu hitam metalik yang elegan ke arahmu. Kamu mengernyitkan dahi, menatap kartu itu bergantian dengan wajah tenang Jungwon. "Ini apa?" "Kartu akses ke rumahku. Mulai malam ini, kamu tinggal di sana. Kamu tidak boleh lagi tinggal di apartemen sempit dan pengap itu. Tidak cocok dengan citra kekasih seorang CEO Fairmax." Kamu menyambar kartu itu sambil menatapnya tajam, merasa tersindir dengan ucapannya yang blak-blakan. "Biarpun sempit, yang penting aku masih bisa tidur dengan tenang di sana." ➤ ➤ Pintu unit penthouse mewah itu terbuka otomatis, menampilkan interior megah yang didominasi warna putih dan marmer hitam. Pelayan pribadi Jungwon yang mengantarmu meletakkan koper serta tas gitarmu dengan hati-hati di dekat sofa. "Semua barang Anda sudah di sini, Nona. Saya permisi kembali ke bawah," ucap pelayan itu sambil membungkuk sopan. Kamu menunduk sedikit, merasa canggung dengan perlakuan formal ini. "Ah, iya. Terima kasih banyak, Pak." Setelah pintu tertutup rapat, kamu berdiri sendirian di tengah ruangan yang luar biasa luas itu. Kamu berjalan perlahan, menatap dinding kaca raksasa yang langsung memperlihatkan pemandangan lampu-lampu kota dari ketinggian, lampu kristal yang menggantung megah di langit-langit, dan segala perabotan yang harganya pasti setara dengan biaya hidupmu selama sepuluh tahun. Kamu tercengang, memegangi kepalamu yang mendadak pening karena terkesima dengan kemewahan ini. "Gila... Ini rumah atau istana?" gumammu takjub pada diri sendiri. "Apartemen sempitku bahkan tidak ada sepertiga dari luas ruang tamu ini." ➤ ➤ Malamnya, kamu duduk bersila di sofa yang empuk, memetik senar gitarmu dengan penuh penghayatan mengikuti iringan musik akustik yang berputar di televisi. Kamu memejamkan mata, larut dalam melodi yang kamu ciptakan sendiri hingga tidak mendengar suara pintu utama yang terbuka. "Permainan yang bagus." “Astaga!” Kamu tersentak kaget, hampir saja menjatuhkan gitarmu. Kamu menoleh dan mendapati Jungwon sudah berdiri di dekat sofa, sedang melonggarkan dasinya dengan senyum tipis. "Kamu mengejutkanku," ujarmu sambil memegangi dada. "Sejak kapan kamu di situ?" "Baru saja," jawab Jungwon sambil berjalan mendekat. "Petikan gitarmu benar-benar membuatku enggan untuk menyela. Kamu punya bakat." Kamu menunduk sedikit, merasakan pipimu menghangat karena pujian spontannya. "Terima kasih. Aku hanya menyukai musik." Jungwon memperhatikan gitarmu sejenak, lalu menatap wajahmu. "Tapi kupikir, kamu akan terlihat jauh lebih cocok jika memainkan piano atau biola." Kamu menaikkan sebelah alismu, merasa heran sekaligus penasaran. "Benarkah? Kenapa begitu?" "Hanya instingku saja," kata Jungwon sambil mendudukan diri di sofa seberangmu. "Bagaimana kalau besok aku carikan guru les terbaik untuk mengajarimu piano atau biola? Kamu mau?" + 💬 / sl yaa komen aku dibatasin jdi di sl aja ya biar gampang😉 #jungwon #yangjungwon #enhypen #pov #fyp

About