@kementrian_kontroversi: Publik dibuat terbelalak bukan cuma karena vonis sepuluh tahun penjara terhadap Nadiem Makarim, melainkan karena borok di balik meja hijau yang mulai tercium bau menyengat. Integritas Ketua Majelis Hakim Purwanto S. Abdullah kini berada di titik nadir dan dipertanyakan secara terbuka. Bagaimana tidak, keputusan hukum yang krusial ini ternyata tidak diambil secara bulat karena suara internal majelis hakim pecah berantakan. Bahkan hakim anggota Andi Saputra secara berani mengajukan dissenting opinion dan menyatakan Nadiem harusnya dibebaskan dari segala dakwaan. Keanehan dan ambisi Purwanto yang bersikeras menjatuhkan hukuman berat ini seolah langsung terjawab begitu laporan harta kekayaan LHKPN miliknya dibongkar ke publik. Rekam jejak keuangan sang pengadil ternyata menunjukkan lonjakan yang dinilai di luar nalar seorang abdi negara. Pada tahun 2008, harta kekayaan Purwanto tercatat masih berada di angka yang sangat wajar yaitu sekitar 395 juta rupiah saja. Namun seiring waktu dan perpindahan jabatannya di berbagai daerah, isi rekening dan aset propertinya meroket gila-gilaan ratusan persen hingga menembus angka fantastis di atas 4 miliar rupiah. Ketika seorang hakim memiliki kekayaan yang melesat misterius di tengah keputusan hukum yang penuh kontroversi dan tidak bulat, maka runtuhlah kepercayaan publik terhadap keadilan itu sendiri. Bagaimana rakyat bisa percaya pada ketukan palu sidang jika isi dompet pengadilnya saja penuh dengan tanda tanya besar? Sumber Artikel: Tribunnews