@linakariima: Pada abad ke-19, hijau terang menjadi salah satu warna paling menggoda dalam mode dan interior Victoria. Ia muncul di wallpaper, gaun, bunga artifisial, lilin, kain, dan dekorasi rumah. Warnanya tampak hidup, mahal, dan modern. Tetapi sebagian warna hijau itu dibuat dari pigmen berbasis arsenik. Salah satunya adalah “Scheele’s Green” pigmen hijau yang dibuat dari senyawa tembaga dan arsenik. Smithsonian mencatat bahwa setelah Carl Wilhelm Scheele menciptakan pigmen hijau berbasis copper arsenite, warna ini menjadi sangat populer dalam dekorasi dan selera visual abad ke-19. Saint Louis Art Museum juga menjelaskan bahwa Scheele’s Green adalah pigmen berbasis arsenik yang sering ditemukan pada wallpaper Victoria. Bahaya terbesar tidak selalu dialami oleh perempuan bangsawan yang memakai gaun hijau sesekali di ruang pesta. Yang paling rentan justru para pekerja: pembuat wallpaper, tekstil, dan bunga artifisial yang setiap hari menghirup debu pigmen beracun. Wallpaper hijau juga menjadi masalah tersendiri. Dalam rumah yang lembap, wallpaper berarsenik dapat melepaskan partikel berbahaya, dan pada kasus tertentu diduga menghasilkan gas arsenik melalui proses biologis. Karena itu, rumah yang terlihat indah bisa menyimpan racun di dindingnya sendiri. Pada 1874, dokter Robert Clark Kedzie bahkan menerbitkan “Shadows from the Walls of Death” sebuah buku berisi sampel asli wallpaper berarsenik untuk memperingatkan publik tentang bahaya ini. Jadi, arsenic green bukan sekadar kisah tentang warna cantik, melainkan juga contoh bagaimana kemewahan, mode, dan industri bisa membuat sesuatu yang beracun terlihat begitu diinginkan. #linakariima
linakariima
Region: ID
Wednesday 01 July 2026 05:18:34 GMT
Music
Download
Comments
liana lisayda :
mana gua suka warna ijo🫠
2026-07-10 15:20:10
1
sitimariam67696 :
gaun hijau pembawa petaka
2026-07-04 07:07:11
0
To see more videos from user @linakariima, please go to the Tikwm
homepage.