@zhansaya_zhandaua:

Жансая Телесный терапевт
Жансая Телесный терапевт
Open In TikTok:
Region: KZ
Wednesday 01 July 2026 06:50:31 GMT
175499
4499
114
2353

Music

Download

Comments

baxtigali6
Baxtigali :
Аумин
2026-07-04 04:13:36
1
user6547567082993
Рахат :
омиин
2026-07-03 07:51:06
3
nazymka1990
Наз🖤 :
🤲
2026-07-03 10:24:33
2
samalsakenova
Самал :
Әумин
2026-07-03 06:32:31
1
user5023478886195
Дильда :
ауиин аумин🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲окып алдым рахмет негизи жаттап алганин
2026-07-02 15:22:17
3
user373296312824
Бакытжан Косыбаев :
Әумин Аллаһу Акбар.
2026-07-03 11:51:31
1
bake2478
Bake :
2026-07-03 19:03:43
1
user3559662332347
Нұрланбек :
Әумин әумин
2026-07-03 06:19:17
1
_tazhmuratova
Тухтагул Таджимуратова :
Әумин 🤲
2026-07-03 06:04:33
1
nazgul_nurkalikova
Nazgul78 :
ИНШАЛЛАХ ӘМИН
2026-07-02 15:49:12
2
user6878433100066
Жулдызай Байбатырова :
Аумин алла қаласа қабыл болсын аллаға сансыз шүкір аумин алла 🤲🤲🤲
2026-07-02 14:36:56
2
user5612815562477
Сәуле :
Аумин
2026-07-03 07:33:47
1
aigulamangaraeva
. :
әумин 🙏
2026-07-02 12:00:04
1
lazzat_kasenova
user9802828897071 :
Әумин🤲
2026-07-03 05:36:50
1
3_girl.team0
4rever :
Әмин қабыл болсын🙏🙏
2026-07-03 04:50:48
1
user2141192457101
user2141192457101 :
Әмин🤲🏻
2026-07-03 09:34:35
1
armat772
Armat77 :
Аумен 🤲🤲🤲🤲
2026-07-02 11:36:13
1
user2707443625321
user2707443625321 :
Аумин
2026-07-02 08:13:14
1
user9546173908433
Абдыханова Асем :
Амин
2026-07-02 08:43:08
1
user8375600539875
Айгуль Ожмухаметова :
аумин. аумин
2026-07-02 20:16:53
1
user58143116900547
user3838201064 :
Аумииин Аумииин Аумииин
2026-07-03 09:41:01
1
user3996527322044
Кантай Халипаева :
Аллаға сансыз шүкіршілік етемін 🤲🤲🤲
2026-07-03 04:36:12
1
kazunyyalmaoo
Бибигуль :
Аминь
2026-07-02 07:58:01
1
karlugash44
Karlugash44 :
2026-07-02 07:16:35
1
To see more videos from user @zhansaya_zhandaua, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov : Malam itu kamu berdiri di depan cermin kamar hampir lima belas menit hanya untuk memilih hoodie mana yang paling cocok dipakai bertemu dengan pacarmu, Yeonjun. Lucu sebenarnya. Setelah semua kebohongan, semua perselingkuhan, semua janji “aku gak bakal ngulang lagi”, kamu masih saja berdebar hanya karena dia bilang. “Nanti malam ketemu ya sayang.” Memalukan. Tapi begitulah cintamu pada Yeonjun. Capek, marah, sakit hati… tapi tidak pernah benar-benar hilang. Ponselmu berbunyi. “Maaf sayang, malam ini gak bisa. Lagi ada urusan sama papa.” Kamu menatap chat itu cukup lama. Kesal? Iya. Curiga? Sangat. Tapi kamu mencoba berpikir positif. Untuk kesekian kalinya. “Yaudah hati-hati,” balasmu pendek. Namun satu jam kemudian, saat kamu sedang membeli minuman di minimarket dekat apartemen, langkahmu terhenti. Motor hitam milik Yeonjun. Kamu hafal. Sangat hafal bahkan sampai goresan kecil di spionnya. Dan di sana, Yeonjun baru saja berhenti di depan sebuah cafe bersama seorang perempuan. Perempuan itu tertawa manja sambil memukul pelan bahu Yeonjun. Sedangkan laki-laki itu malah terkekeh santai sebelum melepas helmnya sendiri. Lalu kamu melihat Yeonjun membuka helm perempuan itu dengan hati-hati. Tangannya merapikan rambut perempuan itu. Bahkan membantunya turun dari motor seperti putri kerajaan. Padahal jelas-jelas perempuan itu bisa turun sendiri. Hening. Rahangmu mengeras. Dadamu mendidih panas. Baru tadi dia bilang sedang bersama ayahnya. Tapi sekarang? Malah flirting di depan cafe? Kamu berkacak pinggang sambil menarik napas panjang. “WOYY BEBEK!!” Suaramu menggema cukup keras sampai beberapa orang menoleh. Yeonjun langsung menegang. “Anjir…” Perempuan di sampingnya mengernyit bingung. “Sayang itu siapa?” Kamu berjalan cepat menghampiri mereka. Tanganmu langsung menjambak rambut Yeonjun sampai laki-laki itu meringis. “AW— SAYANG SAKIT!” “KATANYA SAMA PAPA?!” bentakmu emosi. “PAPA YANG MANA HAH?!” “Sayang bentar dulu dengerin—” “DENGERIN APANYA?!” Perempuan itu langsung menarik tanganmu kasar. “Eh eh lo siapa sih?! Enak aja jambak rambut pacar gue!” Kalimat itu seperti bensin disiram ke api. Matamu langsung membulat. “PACAR?” kamu tertawa tidak percaya. “LO TAU GAK NIH ORANG PACAR GUE?!” “Apaan sih—” Kali ini kamu beralih menjambak rambut perempuan itu. “AWWW!” “GUE PACARNYA!” teriakmu. “LO CUMA MAINANNYA! DIA TUH BUAYA! CEWEKNYA BANYAK!” Orang-orang mulai memperhatikan. Beberapa bahkan mengeluarkan ponsel. Tapi di tengah kekacauan itu Yeonjun malah berdiri sambil bersiul kecil. “Jirr jirr…” katanya santai. “Tenang dong jangan rebutan. Abang bisa adil.” Hening dua detik. PLAKK! Tamparanmu mendarat telak di pipinya. Kepala Yeonjun sampai sedikit menoleh. Perempuan itu langsung melongo. Sedangkan kamu sudah gemetar menahan emosi dan air mata. “SAYANG…” gumam Yeonjun syok sambil memegang pipinya. “GIMANA SIH CARANYA BIAR LO TOBAT?!” suaramu pecah. “CAPE BANGET GUE RASANYA!” Matamu mulai berkaca-kaca. Semua sakit hati yang selama ini kamu tahan akhirnya tumpah malam itu. “Kali ini gue serius…” suaramu bergetar. “TAU AH! GUE MAU PUTUS!” Kamu menyeka air mata kasar.  Yeonjun malah menyeringai kecil seolah tidak percaya. “Paling juga balik lagi, ngechat 'sayangg kangen’.” Deg. Ucapan itu menusuk harga dirimu. Karena memang benar. Selama ini kamu selalu kembali. Selalu memaafkan. Selalu kalah dengan rasa cinta. Dan mungkin Yeonjun sadar akan itu. Makanya dia setenang ini. Makanya dia berani mengulang kesalahan yang sama. Matamu langsung menajam. Tanpa peringatan— BUGH. Kamu menginjak kakinya kuat-kuat. “ANJIRRRR SAKIT WOI!” Yeonjun melompat sambil meringis. “RASAIN!” bentakmu. “GUE BUKAN MAINAN LO!” “Sayang sumpah ini salah paham—” “SALAH PAHAM KEPALA LO!” “Dia yang ngejar gue duluan—” “TERUS LO KENAPA MAU?! LO KIRA GUE GOBLOK?!” Yeonjun mulai panik melihatmu benar-benar menangis. Karena biasanya kamu marah lalu luluh beberapa menit kemudian. Tapi sekarang berbeda. Tatapanmu benar-benar kecewa.  “Sayang…” kali ini suaranya melunak. “Jangan nangis…” [+komentar/saluran] #xybca #fyp #yeonjun #txt
#pov : Malam itu kamu berdiri di depan cermin kamar hampir lima belas menit hanya untuk memilih hoodie mana yang paling cocok dipakai bertemu dengan pacarmu, Yeonjun. Lucu sebenarnya. Setelah semua kebohongan, semua perselingkuhan, semua janji “aku gak bakal ngulang lagi”, kamu masih saja berdebar hanya karena dia bilang. “Nanti malam ketemu ya sayang.” Memalukan. Tapi begitulah cintamu pada Yeonjun. Capek, marah, sakit hati… tapi tidak pernah benar-benar hilang. Ponselmu berbunyi. “Maaf sayang, malam ini gak bisa. Lagi ada urusan sama papa.” Kamu menatap chat itu cukup lama. Kesal? Iya. Curiga? Sangat. Tapi kamu mencoba berpikir positif. Untuk kesekian kalinya. “Yaudah hati-hati,” balasmu pendek. Namun satu jam kemudian, saat kamu sedang membeli minuman di minimarket dekat apartemen, langkahmu terhenti. Motor hitam milik Yeonjun. Kamu hafal. Sangat hafal bahkan sampai goresan kecil di spionnya. Dan di sana, Yeonjun baru saja berhenti di depan sebuah cafe bersama seorang perempuan. Perempuan itu tertawa manja sambil memukul pelan bahu Yeonjun. Sedangkan laki-laki itu malah terkekeh santai sebelum melepas helmnya sendiri. Lalu kamu melihat Yeonjun membuka helm perempuan itu dengan hati-hati. Tangannya merapikan rambut perempuan itu. Bahkan membantunya turun dari motor seperti putri kerajaan. Padahal jelas-jelas perempuan itu bisa turun sendiri. Hening. Rahangmu mengeras. Dadamu mendidih panas. Baru tadi dia bilang sedang bersama ayahnya. Tapi sekarang? Malah flirting di depan cafe? Kamu berkacak pinggang sambil menarik napas panjang. “WOYY BEBEK!!” Suaramu menggema cukup keras sampai beberapa orang menoleh. Yeonjun langsung menegang. “Anjir…” Perempuan di sampingnya mengernyit bingung. “Sayang itu siapa?” Kamu berjalan cepat menghampiri mereka. Tanganmu langsung menjambak rambut Yeonjun sampai laki-laki itu meringis. “AW— SAYANG SAKIT!” “KATANYA SAMA PAPA?!” bentakmu emosi. “PAPA YANG MANA HAH?!” “Sayang bentar dulu dengerin—” “DENGERIN APANYA?!” Perempuan itu langsung menarik tanganmu kasar. “Eh eh lo siapa sih?! Enak aja jambak rambut pacar gue!” Kalimat itu seperti bensin disiram ke api. Matamu langsung membulat. “PACAR?” kamu tertawa tidak percaya. “LO TAU GAK NIH ORANG PACAR GUE?!” “Apaan sih—” Kali ini kamu beralih menjambak rambut perempuan itu. “AWWW!” “GUE PACARNYA!” teriakmu. “LO CUMA MAINANNYA! DIA TUH BUAYA! CEWEKNYA BANYAK!” Orang-orang mulai memperhatikan. Beberapa bahkan mengeluarkan ponsel. Tapi di tengah kekacauan itu Yeonjun malah berdiri sambil bersiul kecil. “Jirr jirr…” katanya santai. “Tenang dong jangan rebutan. Abang bisa adil.” Hening dua detik. PLAKK! Tamparanmu mendarat telak di pipinya. Kepala Yeonjun sampai sedikit menoleh. Perempuan itu langsung melongo. Sedangkan kamu sudah gemetar menahan emosi dan air mata. “SAYANG…” gumam Yeonjun syok sambil memegang pipinya. “GIMANA SIH CARANYA BIAR LO TOBAT?!” suaramu pecah. “CAPE BANGET GUE RASANYA!” Matamu mulai berkaca-kaca. Semua sakit hati yang selama ini kamu tahan akhirnya tumpah malam itu. “Kali ini gue serius…” suaramu bergetar. “TAU AH! GUE MAU PUTUS!” Kamu menyeka air mata kasar. Yeonjun malah menyeringai kecil seolah tidak percaya. “Paling juga balik lagi, ngechat 'sayangg kangen’.” Deg. Ucapan itu menusuk harga dirimu. Karena memang benar. Selama ini kamu selalu kembali. Selalu memaafkan. Selalu kalah dengan rasa cinta. Dan mungkin Yeonjun sadar akan itu. Makanya dia setenang ini. Makanya dia berani mengulang kesalahan yang sama. Matamu langsung menajam. Tanpa peringatan— BUGH. Kamu menginjak kakinya kuat-kuat. “ANJIRRRR SAKIT WOI!” Yeonjun melompat sambil meringis. “RASAIN!” bentakmu. “GUE BUKAN MAINAN LO!” “Sayang sumpah ini salah paham—” “SALAH PAHAM KEPALA LO!” “Dia yang ngejar gue duluan—” “TERUS LO KENAPA MAU?! LO KIRA GUE GOBLOK?!” Yeonjun mulai panik melihatmu benar-benar menangis. Karena biasanya kamu marah lalu luluh beberapa menit kemudian. Tapi sekarang berbeda. Tatapanmu benar-benar kecewa. “Sayang…” kali ini suaranya melunak. “Jangan nangis…” [+komentar/saluran] #xybca #fyp #yeonjun #txt
Fix your argument! The intelligence gap here is pretty huge to the point I have to alter my persona to be able to fit into a lower intelligence agenda. Why would I fix something that isn’t broken? (Aka myself). Have you never stopped to ask yourself if trashing people’s lives just because they don’t believe what you believe would be okay if it was done to you? Can we destroy your things and life you’ve evolved for? Oh wait, you lack evolution. Clearly. I tried my best to put my debate in layman’s terms where even an intelligence gap may understand even the most basic concept. Coercion and force working together in unison usually exemplify a system that cannot be trusted. One that demands immediate anything. Which showcases a lack of comprehension. But if anyone says anything then you try to force us to wait . Because you cannot handle the very mirror being held up to your actions that all it is : darvo and projection. Throw in a little sprinkle sprinkle of blame shifting and diversion tactics and wallah! “They’ll never catch onto our crime organization we are trying to build!”  Like the abused community isn’t well versed in tip toeing around our abusers explosive reactions to not getting their wants and needs met. Go tell your BS to the birds. Read a book. Do something besides playing telephone with gossip and slander hoping someone picks up on the other line and hears your sob story out. I am sending you all away with love, yet you probably have zero idea what that even means. 😭😂🤷🏽‍♀️💕 #yikes #fyp #foryoupage #debate #propaganda
Fix your argument! The intelligence gap here is pretty huge to the point I have to alter my persona to be able to fit into a lower intelligence agenda. Why would I fix something that isn’t broken? (Aka myself). Have you never stopped to ask yourself if trashing people’s lives just because they don’t believe what you believe would be okay if it was done to you? Can we destroy your things and life you’ve evolved for? Oh wait, you lack evolution. Clearly. I tried my best to put my debate in layman’s terms where even an intelligence gap may understand even the most basic concept. Coercion and force working together in unison usually exemplify a system that cannot be trusted. One that demands immediate anything. Which showcases a lack of comprehension. But if anyone says anything then you try to force us to wait . Because you cannot handle the very mirror being held up to your actions that all it is : darvo and projection. Throw in a little sprinkle sprinkle of blame shifting and diversion tactics and wallah! “They’ll never catch onto our crime organization we are trying to build!” Like the abused community isn’t well versed in tip toeing around our abusers explosive reactions to not getting their wants and needs met. Go tell your BS to the birds. Read a book. Do something besides playing telephone with gossip and slander hoping someone picks up on the other line and hears your sob story out. I am sending you all away with love, yet you probably have zero idea what that even means. 😭😂🤷🏽‍♀️💕 #yikes #fyp #foryoupage #debate #propaganda

About