@im6r5: ارشيف 2015 🙄☹️ .#درب_الخطر #حايل #القصيم_بريده_عنيزه_الرس_البكيرية #ددسن_غمارتين

7mo .
7mo .
Open In TikTok:
Region: SA
Wednesday 01 July 2026 07:24:24 GMT
1738
127
0
39

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @im6r5, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Studio rekaman di Volendam, awal 1968, menyimpan keheningan yang berbeda. Di balik kaca, Cees Veerman, vokalis sekaligus penulis lagu, menutup mata sebelum mikrofon dihidupkan. Ia bukan sedang merangkai lirik tentang cinta yang indah. Ia sedang menuliskan sebuah pertanyaan yang selama ini mengendap di dasar hati setiap orang yang pernah melihat kekasihnya menangis tanpa alasan. “Why don’t you stop crying? Just tell me what have I done wrong.” Dari ruang sederhana di Belanda itulah, lahir sebuah mahakarya yang tidak pernah ia duga akan menjadi lebih abadi di negeri yang berjarak ribuan kilometer dari kampung halamannya. The Cats, band nelayan asal Volendam yang terbentuk pada 1966, masih berada di awal perjalanan mereka. Lagu bergenre psikedelik ini belum sepenuhnya mencerminkan palingsound (suara belut) yang kelak menjadi ciri khas mereka. Ditulis dan dinyanyikan oleh Cees Veerman, lagu ini justru ditempatkan sebagai sisi-B dari single pertama mereka yang berjudul “Lea”. Single “Lea” sendiri menjadi hits nomor satu pertama The Cats di Belanda. Namun “I Gotta Know What's Going On” hanya menjadi pelengkap, sebuah pertanyaan putus asa dari seorang pria yang memohon kekasihnya berhenti menangis dan memberitahu kesalahannya. Keputusan Imperial Records untuk menjadikan lagu ini sebagai sisi-B, di tengah euforia kesuksesan “Lea”, adalah taruhan yang nyaris melupakan sebuah permata. Lagu dengan durasi 2 menit 36 detik ini tidak pernah menjadi hits di Belanda. Ia tidak menduduki tangga lagu, tidak diputar di radio-radio besar, dan hanya menjadi pelengkap di sisi-B piringan hitam. Namun di sisi lain dunia, tepatnya di Indonesia, lagu ini justru menemukan takdirnya yang sesungguhnya. Ia menjadi salah satu lagu paling populer dari The Cats di Nusantara, dinyanyikan di panggung-panggung, diputar di radio-radio, dan diingat oleh generasi demi generasi. Bahkan tiga artis Indonesia, Anna Mathovani, Johan Untung, dan Koestaman, merekam versi cover dari lagu ini dalam bahasa Inggris. Sebuah keajaiban bahwa sebuah sisi-B yang diabaikan di negeri asalnya, justru menjadi legenda di seberang lautan. “I Gotta Know What's Going On” menjadi bukti bahwa sebuah karya tidak selalu diukur dari posisi di tangga lagu. Ia diukur dari kemampuannya untuk bertahan, untuk menemukan pendengarnya, dan untuk menjadi bagian dari kenangan kolektif. The Cats, yang kemudian meraih ketenaran internasional di era 1970an, tidak pernah menyangka bahwa sisi-B mereka akan menjadi salah satu warisan paling abadi di Indonesia. Lagu ini mengajarkan bahwa kadang, pertanyaan paling sederhana, “Apa yang telah aku perbuat salah?”, adalah pertanyaan yang paling universal. Dan bahwa sebuah lagu yang lahir di sebuah kota nelayan kecil di Belanda, bisa menjadi doa yang didengar oleh jutaan orang di negeri yang berjarak ribuan kilometer. Hingga kini, ketika intro gitar yang khas itu bergema, pendengar di Indonesia masih larut dalam satu kesadaran: bahwa kadang, lagu terbaik adalah lagu yang tidak pernah menjadi hits di negerinya sendiri, tetapi justru menemukan rumah di hati mereka yang merindukan kejujuran. Visual Discography: The Cats – Cats Dirilis tahun 1968 oleh Imperial Records. Tersedia dalam format Vinyl LP. Album ini merupakan album studio kedua The Cats, berisi lagu-lagu yang masih dalam masa transisi sebelum mereka menemukan palingsound yang khas. Sampul album menampilkan desain sederhana khas era 60an dengan foto keempat personil The Cats. Lagu “I Gotta Know What's Going On” juga dirilis sebagai sisi-B dari single “Lea” dalam format Vinyl 7 inci, 45 RPM di berbagai negara seperti Prancis dan Italia. Karya visual yang sederhana ini menjadi pintu gerbang bagi sebuah perjalanan yang tak terduga, mengingatkan bahwa kadang, sebuah sisi-B bisa menjadi legenda di negeri orang, dan sebuah pertanyaan tentang kesalahan bisa menjadi doa yang tak pernah usai.
Studio rekaman di Volendam, awal 1968, menyimpan keheningan yang berbeda. Di balik kaca, Cees Veerman, vokalis sekaligus penulis lagu, menutup mata sebelum mikrofon dihidupkan. Ia bukan sedang merangkai lirik tentang cinta yang indah. Ia sedang menuliskan sebuah pertanyaan yang selama ini mengendap di dasar hati setiap orang yang pernah melihat kekasihnya menangis tanpa alasan. “Why don’t you stop crying? Just tell me what have I done wrong.” Dari ruang sederhana di Belanda itulah, lahir sebuah mahakarya yang tidak pernah ia duga akan menjadi lebih abadi di negeri yang berjarak ribuan kilometer dari kampung halamannya. The Cats, band nelayan asal Volendam yang terbentuk pada 1966, masih berada di awal perjalanan mereka. Lagu bergenre psikedelik ini belum sepenuhnya mencerminkan palingsound (suara belut) yang kelak menjadi ciri khas mereka. Ditulis dan dinyanyikan oleh Cees Veerman, lagu ini justru ditempatkan sebagai sisi-B dari single pertama mereka yang berjudul “Lea”. Single “Lea” sendiri menjadi hits nomor satu pertama The Cats di Belanda. Namun “I Gotta Know What's Going On” hanya menjadi pelengkap, sebuah pertanyaan putus asa dari seorang pria yang memohon kekasihnya berhenti menangis dan memberitahu kesalahannya. Keputusan Imperial Records untuk menjadikan lagu ini sebagai sisi-B, di tengah euforia kesuksesan “Lea”, adalah taruhan yang nyaris melupakan sebuah permata. Lagu dengan durasi 2 menit 36 detik ini tidak pernah menjadi hits di Belanda. Ia tidak menduduki tangga lagu, tidak diputar di radio-radio besar, dan hanya menjadi pelengkap di sisi-B piringan hitam. Namun di sisi lain dunia, tepatnya di Indonesia, lagu ini justru menemukan takdirnya yang sesungguhnya. Ia menjadi salah satu lagu paling populer dari The Cats di Nusantara, dinyanyikan di panggung-panggung, diputar di radio-radio, dan diingat oleh generasi demi generasi. Bahkan tiga artis Indonesia, Anna Mathovani, Johan Untung, dan Koestaman, merekam versi cover dari lagu ini dalam bahasa Inggris. Sebuah keajaiban bahwa sebuah sisi-B yang diabaikan di negeri asalnya, justru menjadi legenda di seberang lautan. “I Gotta Know What's Going On” menjadi bukti bahwa sebuah karya tidak selalu diukur dari posisi di tangga lagu. Ia diukur dari kemampuannya untuk bertahan, untuk menemukan pendengarnya, dan untuk menjadi bagian dari kenangan kolektif. The Cats, yang kemudian meraih ketenaran internasional di era 1970an, tidak pernah menyangka bahwa sisi-B mereka akan menjadi salah satu warisan paling abadi di Indonesia. Lagu ini mengajarkan bahwa kadang, pertanyaan paling sederhana, “Apa yang telah aku perbuat salah?”, adalah pertanyaan yang paling universal. Dan bahwa sebuah lagu yang lahir di sebuah kota nelayan kecil di Belanda, bisa menjadi doa yang didengar oleh jutaan orang di negeri yang berjarak ribuan kilometer. Hingga kini, ketika intro gitar yang khas itu bergema, pendengar di Indonesia masih larut dalam satu kesadaran: bahwa kadang, lagu terbaik adalah lagu yang tidak pernah menjadi hits di negerinya sendiri, tetapi justru menemukan rumah di hati mereka yang merindukan kejujuran. Visual Discography: The Cats – Cats Dirilis tahun 1968 oleh Imperial Records. Tersedia dalam format Vinyl LP. Album ini merupakan album studio kedua The Cats, berisi lagu-lagu yang masih dalam masa transisi sebelum mereka menemukan palingsound yang khas. Sampul album menampilkan desain sederhana khas era 60an dengan foto keempat personil The Cats. Lagu “I Gotta Know What's Going On” juga dirilis sebagai sisi-B dari single “Lea” dalam format Vinyl 7 inci, 45 RPM di berbagai negara seperti Prancis dan Italia. Karya visual yang sederhana ini menjadi pintu gerbang bagi sebuah perjalanan yang tak terduga, mengingatkan bahwa kadang, sebuah sisi-B bisa menjadi legenda di negeri orang, dan sebuah pertanyaan tentang kesalahan bisa menjadi doa yang tak pernah usai.

About