@thuythuy_0501: #haul #reviewquanao

Thuแปท Thuแปท ๐Ÿซง
Thuแปท Thuแปท ๐Ÿซง
Open In TikTok:
Region: VN
Wednesday 01 July 2026 07:44:44 GMT
1660
100
2
12

Music

Download

Comments

ptrhh0610
Kiแปu Trinhh :
C cao m mแบฅy v แบก
2026-07-01 16:26:04
0
nguyentruong121296
Trฦฐแปng :
๐Ÿ˜๐Ÿซถ
2026-07-01 15:23:28
0
To see more videos from user @thuythuy_0501, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV |  Bagi Keonho, kamu adalah tantangan. Terlihat mudah digapai, tapi tak semudah itu untuk ditaklukkan. Kamuโ€”Wakil Ketua OSIS SMA Harapan Bangsa. Siswi langganan olimpiade sains dengan segudang prestasi dan relasi. Wajar jika banyak orang mengenalmu. Wajar juga jika cukup banyak laki-laki diam-diam mengagumimu. Namun di sekolah ini, semua orang juga mengenal Keonho. Kakak kelas paling dicari, sekaligus murid paling populer sepanjang sejarah SMANSA di angkatannya. Ketua basis dan kapten basket yang namanya nyaris tak pernah absen dari obrolan para siswi di setiap jam istirahat. Tingginya semampai, wajah nyaris sempurna, dan pesona yang membuat siapa pun mudah jatuh hati padanya.  Dan Keonho sadar akan hal itu. Perempuan mana pun yang ia inginkan biasanya akan datang dengan sendirinya. Sayangnya, kamu bukan salah satunya. Meski beberapa pekan terakhir kamu sadar sedang menjadi targetnya, kamu tetap bersikap acuh. Tak peduli pada segala perhatian kecil yang mulai ia berikan. Karena kamu tahu satu hal, Keonho terlalu redflag. Bahkan kamu sering menyebutnya duta playboy kelas kakap. Keonho terlalu friendly, terlalu mudah membuat perempuan lain salah paham lewat sikap dan perlakuannya. Dan kamu tahu, dia sengaja melakukannya. Kamu tahu itu adalah salah satu senjata klasik yang selalu ia gunakan setiap kali mendekati perempuan mana pun. โ€ขโ€ขโ€ข Sorakan para murid bergema memenuhi seluruh lapangan setelah pertandingan class meeting berakhir. Kamu berdiri tak jauh dari luar lapangan dengan almet abu-abu OSIS dan kartu panitia yang masih menggantung di lehermu.  Dari kejauhan, terlihat segerombolan laki-laki tengah melakukan selebrasi kemenangan, termasuk Keonhoโ€”kapten tim basket kelas dua belas yang baru saja membawa timnya menang. Dan tentu saja, pusat perhatian itu lagi-lagi jatuh padanya. Tawanya paling keras, gayanya paling tengil. Belum lagi bagaimana cowok itu dengan santainya menebar pesona di tengah lapangan yang langsung disambut sorakan para siswi. Menyebalkan, memang. Tak lama, Keonho berlari ke arahmu. Keringat yang membasahi tubuhnya sama sekali tak mengurangi pesonanya. Jika dilihat lagi malah membuatnya terlihat semakin menarik. Beberapa pasang mata langsung tertuju pada kalian. โ€œGimana?โ€ tanyanya sambil menyeringai tengil. โ€œGue keren banget kan, sayang?โ€ Kamu spontan memalingkan wajah sambil melipat tangan dengan malas. โ€œSo? Masih belum suka juga? Sekeren ini loh, kapten basket SMANSA.โ€ Kamu menatapnya datar. โ€œKeren aja nggak cukup, kalau cewek yang kakak giniin lebih dari satu.โ€ Jawabanmu membuat Keonho terkekeh pelan. Cowok itu mendekat satu langkah sebelum akhirnya ia menunduk ke arahmu. โ€œTrust me,โ€ bisiknya rendah. โ€œLo satu-satunya adkel paling nyolot dan tengil yang bikin gue nggak bisa berhenti ngejar.โ€ Kamu hanya mendelik dengan wajah muak. Sementara retina Keonho tak sedikitpun berpaling dari wajahmu. Senyum khasnya juga tak kunjung pudar. โ€œBtw hari ini lo cantik banget. Mau pulang bareng?โ€ Kamu berdecak. โ€œBasi.โ€ Tanpa menunggu balasan lagi, kamu langsung pergi meninggalkannya begitu saja. Dan begitulah hari-harimu berjalan. Tak pernah lepas dari gombalan, rayuan, dan segala cara menyebalkan yang Keonho lakukan untuk mendekatimu. Namun sayangnya, kamu bukan tipe perempuan yang mudah menelan semuanya mentah-mentah. Sementara Keonho, cowok itu juga bukan tipe yang mudah menyerah. Karena baginya, kamu memang berbeda. โ€ขโ€ขโ€ข Bel istirahat berbunyi sekitar 5 menit yang lalu. Begitu kakimu melangkah keluar kelas, sebuah tangan tiba-tiba merangkul bahumu dari belakang. Tidak lain dan tidak bukanโ€”Keonho. Tanpa dosa, cowok itu merangkulmu santai dengan satu tangan masuk ke saku celananya. โ€œKita jadi makan siang bareng kan, sayang? Kantin luar apa dalem? Gue traktir.โ€ Kamu spontan berdecak risih sambil melepas rangkulannya paksa. โ€œNggak usah nempel-nempel bisa nggak sih, Kak?โ€ โ€œKakak nggak malu diliatin banyak orang?โ€ kesalmu. Keonho terdiam sebentar. Matanya menyapu koridor yang ramai dengan ekspresiโ€”(+๐Ÿ—จ๏ธ ) #pov #keonho #cortis #keonhoedit #fypage
POV | Bagi Keonho, kamu adalah tantangan. Terlihat mudah digapai, tapi tak semudah itu untuk ditaklukkan. Kamuโ€”Wakil Ketua OSIS SMA Harapan Bangsa. Siswi langganan olimpiade sains dengan segudang prestasi dan relasi. Wajar jika banyak orang mengenalmu. Wajar juga jika cukup banyak laki-laki diam-diam mengagumimu. Namun di sekolah ini, semua orang juga mengenal Keonho. Kakak kelas paling dicari, sekaligus murid paling populer sepanjang sejarah SMANSA di angkatannya. Ketua basis dan kapten basket yang namanya nyaris tak pernah absen dari obrolan para siswi di setiap jam istirahat. Tingginya semampai, wajah nyaris sempurna, dan pesona yang membuat siapa pun mudah jatuh hati padanya. Dan Keonho sadar akan hal itu. Perempuan mana pun yang ia inginkan biasanya akan datang dengan sendirinya. Sayangnya, kamu bukan salah satunya. Meski beberapa pekan terakhir kamu sadar sedang menjadi targetnya, kamu tetap bersikap acuh. Tak peduli pada segala perhatian kecil yang mulai ia berikan. Karena kamu tahu satu hal, Keonho terlalu redflag. Bahkan kamu sering menyebutnya duta playboy kelas kakap. Keonho terlalu friendly, terlalu mudah membuat perempuan lain salah paham lewat sikap dan perlakuannya. Dan kamu tahu, dia sengaja melakukannya. Kamu tahu itu adalah salah satu senjata klasik yang selalu ia gunakan setiap kali mendekati perempuan mana pun. โ€ขโ€ขโ€ข Sorakan para murid bergema memenuhi seluruh lapangan setelah pertandingan class meeting berakhir. Kamu berdiri tak jauh dari luar lapangan dengan almet abu-abu OSIS dan kartu panitia yang masih menggantung di lehermu. Dari kejauhan, terlihat segerombolan laki-laki tengah melakukan selebrasi kemenangan, termasuk Keonhoโ€”kapten tim basket kelas dua belas yang baru saja membawa timnya menang. Dan tentu saja, pusat perhatian itu lagi-lagi jatuh padanya. Tawanya paling keras, gayanya paling tengil. Belum lagi bagaimana cowok itu dengan santainya menebar pesona di tengah lapangan yang langsung disambut sorakan para siswi. Menyebalkan, memang. Tak lama, Keonho berlari ke arahmu. Keringat yang membasahi tubuhnya sama sekali tak mengurangi pesonanya. Jika dilihat lagi malah membuatnya terlihat semakin menarik. Beberapa pasang mata langsung tertuju pada kalian. โ€œGimana?โ€ tanyanya sambil menyeringai tengil. โ€œGue keren banget kan, sayang?โ€ Kamu spontan memalingkan wajah sambil melipat tangan dengan malas. โ€œSo? Masih belum suka juga? Sekeren ini loh, kapten basket SMANSA.โ€ Kamu menatapnya datar. โ€œKeren aja nggak cukup, kalau cewek yang kakak giniin lebih dari satu.โ€ Jawabanmu membuat Keonho terkekeh pelan. Cowok itu mendekat satu langkah sebelum akhirnya ia menunduk ke arahmu. โ€œTrust me,โ€ bisiknya rendah. โ€œLo satu-satunya adkel paling nyolot dan tengil yang bikin gue nggak bisa berhenti ngejar.โ€ Kamu hanya mendelik dengan wajah muak. Sementara retina Keonho tak sedikitpun berpaling dari wajahmu. Senyum khasnya juga tak kunjung pudar. โ€œBtw hari ini lo cantik banget. Mau pulang bareng?โ€ Kamu berdecak. โ€œBasi.โ€ Tanpa menunggu balasan lagi, kamu langsung pergi meninggalkannya begitu saja. Dan begitulah hari-harimu berjalan. Tak pernah lepas dari gombalan, rayuan, dan segala cara menyebalkan yang Keonho lakukan untuk mendekatimu. Namun sayangnya, kamu bukan tipe perempuan yang mudah menelan semuanya mentah-mentah. Sementara Keonho, cowok itu juga bukan tipe yang mudah menyerah. Karena baginya, kamu memang berbeda. โ€ขโ€ขโ€ข Bel istirahat berbunyi sekitar 5 menit yang lalu. Begitu kakimu melangkah keluar kelas, sebuah tangan tiba-tiba merangkul bahumu dari belakang. Tidak lain dan tidak bukanโ€”Keonho. Tanpa dosa, cowok itu merangkulmu santai dengan satu tangan masuk ke saku celananya. โ€œKita jadi makan siang bareng kan, sayang? Kantin luar apa dalem? Gue traktir.โ€ Kamu spontan berdecak risih sambil melepas rangkulannya paksa. โ€œNggak usah nempel-nempel bisa nggak sih, Kak?โ€ โ€œKakak nggak malu diliatin banyak orang?โ€ kesalmu. Keonho terdiam sebentar. Matanya menyapu koridor yang ramai dengan ekspresiโ€”(+๐Ÿ—จ๏ธ ) #pov #keonho #cortis #keonhoedit #fypage
ื™ื•ืฆืื™ื ืœื“ืจืš - ืื™ืš ืื ื™ ื™ื›ื•ืœื” ืœืขื–ื•ืจ ืœื›ื ืœืฆืžื•ื—? ๐Ÿ’ฐ๐Ÿš€ ื”ื’ื™ืข ื”ื–ืžืŸ ืœื“ื‘ืจ ืชื›ืœ'ืก. ื‘ื—ืจืชื™ ืœืฉืœื‘ ื‘ื™ืŸ ืขื•ืœืžื•ืช ื”ืคื™ื ื ืกื™ื ื•ื”ืฉื™ื•ื•ืง ื›ื“ื™ ืœืชืช ืœื›ื ืžืขื˜ืคืช ืฉืœ ืฆืžื™ื—ื” - ื’ื ื‘ื›ื™ืก ื•ื’ื ื‘ืขืกืง. ื”ื™ื•ื, ืื ื™ ื›ืืŸ ื‘ืฉื‘ื™ืœื›ื ื‘ืฉืœื•ืฉื” ืขืจื•ืฆื™ื ืžืจื›ื–ื™ื™ื ืฉื™ืขืฉื• ืœื›ื ืฉืงื˜ ื‘ื›ื™ืก ื•ืฆืžื™ื—ื” ื‘ืขืกืง: ๐Ÿ’ฐ ื‘ืคืŸ ื”ืคื™ื ื ืกื™ - ืกื“ืจ, ื‘ื”ื™ืจื•ืช ื•ื—ื™ืกื›ื•ืŸ: 1๏ธโƒฃ ืคื’ื™ืฉื•ืช ืœื‘ื”ื™ืจื•ืช ืคื™ื ื ืกื™ืช: ืคื’ื™ืฉื” ืื™ืฉื™ืช ืฉืœ 60-90 ื“ืงื•ืช ืฉื™ื•ืฆืจืช
ื™ื•ืฆืื™ื ืœื“ืจืš - ืื™ืš ืื ื™ ื™ื›ื•ืœื” ืœืขื–ื•ืจ ืœื›ื ืœืฆืžื•ื—? ๐Ÿ’ฐ๐Ÿš€ ื”ื’ื™ืข ื”ื–ืžืŸ ืœื“ื‘ืจ ืชื›ืœ'ืก. ื‘ื—ืจืชื™ ืœืฉืœื‘ ื‘ื™ืŸ ืขื•ืœืžื•ืช ื”ืคื™ื ื ืกื™ื ื•ื”ืฉื™ื•ื•ืง ื›ื“ื™ ืœืชืช ืœื›ื ืžืขื˜ืคืช ืฉืœ ืฆืžื™ื—ื” - ื’ื ื‘ื›ื™ืก ื•ื’ื ื‘ืขืกืง. ื”ื™ื•ื, ืื ื™ ื›ืืŸ ื‘ืฉื‘ื™ืœื›ื ื‘ืฉืœื•ืฉื” ืขืจื•ืฆื™ื ืžืจื›ื–ื™ื™ื ืฉื™ืขืฉื• ืœื›ื ืฉืงื˜ ื‘ื›ื™ืก ื•ืฆืžื™ื—ื” ื‘ืขืกืง: ๐Ÿ’ฐ ื‘ืคืŸ ื”ืคื™ื ื ืกื™ - ืกื“ืจ, ื‘ื”ื™ืจื•ืช ื•ื—ื™ืกื›ื•ืŸ: 1๏ธโƒฃ ืคื’ื™ืฉื•ืช ืœื‘ื”ื™ืจื•ืช ืคื™ื ื ืกื™ืช: ืคื’ื™ืฉื” ืื™ืฉื™ืช ืฉืœ 60-90 ื“ืงื•ืช ืฉื™ื•ืฆืจืช "ืกื“ืจ ื‘ื‘ืœืื’ืŸ". ื–ื” ื”ื–ืžืŸ ืœื”ืคืกื™ืง ืœื ื—ืฉ ื•ืœื”ืชื—ื™ืœ ืœื“ืขืช - ืื™ืคื” ื”ื›ืกืฃ ืฉืœื›ื "ื™ื•ืฉื‘", ื›ืžื” ื“ืžื™ ื ื™ื”ื•ืœ ื ื’ื–ืจื™ื ืœื›ื ืžืชื—ืช ืœืจื“ืืจ ื•ืื™ืš ื’ื•ืจืžื™ื ืœื›ืกืฃ ืœืขื‘ื•ื“ ื‘ืฉื‘ื™ืœื›ื ื‘ืžืงื•ื ืœืจื“ื•ืฃ ืื—ืจื™ื•. 2๏ธโƒฃ ื™ื™ืขื•ืฅ ืžืฉื›ื ืชืื•ืช ืžืงื™ืฃ: ื‘ื™ืŸ ืื ืืชื ืงื•ื ื™ื ื ื›ืก ื—ื“ืฉ ื•ืฆืจื™ื›ื™ื ืžื™ืžื•ืŸ ื—ื›ื, ื•ื‘ื™ืŸ ืื ื™ืฉ ืœื›ื ืžืฉื›ื ืชื ืงื™ื™ืžืช ืฉืฆืจื™ืš ืœื‘ื“ื•ืง ื•ืœืžื—ื–ืจ - ืื ื™ ื›ืืŸ ื›ื“ื™ ืœืฉืคืจ ืชื ืื™ื, ืœื”ื•ืจื™ื“ ืืช ื”ื”ื—ื–ืจ ื•ืœื—ืกื•ืš ืœื›ื ืขืฉืจื•ืช ื•ืืคื™ืœื• ืžืื•ืช ืืœืคื™ ืฉืงืœื™ื. ๐Ÿš€ ื‘ืคืŸ ื”ืขืกืงื™ - ืฉื™ื•ื•ืง ืฉืžื‘ื™ื ืชื•ืฆืื•ืช: 3๏ธโƒฃ ืงืžืคื™ื™ื ื™ื ืžืžื•ืžื ื™ื ืœื‘ืขืœื™ ืขืกืงื™ื: ื ื™ื”ื•ืœ ืงืžืคื™ื™ื ื™ื (ืคื™ื™ืกื‘ื•ืง, ืื™ื ืกื˜ื’ืจื, ื˜ื™ืงื˜ื•ืง ื•ืœื™ื ืงื“ืื™ืŸ) ื‘ืžื˜ืจื” ืื—ืช - ืœื”ื‘ื™ื ืœื™ื“ื™ื ืื™ื›ื•ืชื™ื™ื ื•ืžื“ื•ื™ืงื™ื. ืฉื™ื•ื•ืง ื ื›ื•ืŸ ื”ื•ื ื”ืžื ื•ืข ืฉืœ ื”ืขืกืง, ื•ืื ื™ ื›ืืŸ ื›ื“ื™ ืœื•ื•ื“ื ืฉื”ืžื ื•ืข ืฉืœื›ื ืขื•ื‘ื“ ื‘ืฉื™ื ื”ื›ื•ื— ื•ืžื’ื™ืข ืœืื ืฉื™ื ื”ืจืœื•ื•ื ื˜ื™ื™ื ื‘ืืžืช. ืืฉืžื— ืžืื•ื“ ืœืชืžื™ื›ื” ื•ืœืฉื™ืชื•ืฃ ืฉืœื›ื - ืื ืืชื, ืื• ื‘ืขืœื™ ืขืกืงื™ื ืฉืืชื ืžื›ื™ืจื™ื, ื–ืงื•ืงื™ื ืœื‘ื”ื™ืจื•ืช ื›ืœื›ืœื™ืช, ืœืžืฉื›ื ืชื ืื•ืคื˜ื™ืžืœื™ืช ืื• ืœืฆืžื™ื—ื” ื‘ืฉื™ื•ื•ืง - ื“ื‘ืจื• ืื™ืชื™. ืžื•ื–ืžื ื™ื ืœืชื™ื™ื’ ื‘ืชื’ื•ื‘ื•ืช, ืœืฉืชืฃ ืืช ื”ืคื•ืกื˜ ืื• ืคืฉื•ื˜ ืœืฉืœื•ื— ืœื™ ื”ื•ื“ืขื” ืคืจื˜ื™ืช #ืคื™ื ื ืกื™ื #ืฉื™ื•ื•ืงื“ื™ื’ื™ื˜ืœื™ #ืงื™ื“ื•ืืžืžื•ืžืŸ #ืžืฉื›ื ืชืื•ืช

About