@zaki_motors_kano:

ZAKI MOTORS KANO
ZAKI MOTORS KANO
Open In TikTok:
Region: NG
Wednesday 01 July 2026 08:49:17 GMT
8878
696
15
9

Music

Download

Comments

ibrahimu4477705922988
ibrahim :
inshallah
2026-07-01 22:43:49
1
mohamed57678
mohamed :
👍👍
2026-07-01 23:26:15
1
zaga_cars__001
ZAGA CARS NIG :
oga😊
2026-07-01 09:21:03
1
thekitchenplug3
thekitchenplug3 :
Allahumma bareek
2026-07-01 11:37:20
2
68272328nasirsaneumeer
68272328nasirsaneumeer :
Allah yabada kasuwa me albarkah
2026-07-01 21:31:51
1
megwale1212
megwale1212 :
Allah ya kaho kasuwa me albarka
2026-07-01 10:50:06
1
ogasmall025
OGA SMALL 3171 :
🥰🥰🥰
2026-07-01 08:57:33
1
abdourahamanemamo65
Abdou rahamane mamoudou :
🥰🥰🥰
2026-07-01 18:14:09
0
aliyuadmu
Aleeyou Haidar🇳🇬🇳🇪 :
🥰🥰🥰
2026-07-01 19:26:34
0
manaja81
manaja bauchi SORO gida :
🥰🥰🥰
2026-07-01 15:45:10
0
officialimran630
Official~ Imran 🥇 :
🙏🙏🙏
2026-07-01 17:32:56
0
smalllass2
small_lass_🔱🙅 :
🥰🥰🥰
2026-07-02 09:26:50
0
djiddoum
djiddoum :
👍👍👍
2026-07-01 15:06:08
0
muhammadyusuf1884
Muhammad yusuf 188 :
🥰🥰🥰
2026-07-01 12:30:38
0
kabara.kadidja
Kabara Kadidja :
😅😅😅
2026-07-02 17:52:25
0
To see more videos from user @zaki_motors_kano, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Matthew Gallagher punya ide sederhana: kalau AI bisa ngerjain hampir semua hal, kenapa masih butuh banyak karyawan? Dengan modal sekitar Rp300 juta, dia bikin bisnis bernama MEDVi. Strateginya agresif, pakai AI untuk jualan obat pelangsing, didukung lebih dari 800 akun Facebook palsu yang nyamar jadi dokter, lengkap dengan foto profil hasil AI. Akun-akun ini dipakai buat kasih review dan membangun kepercayaan. Hasilnya kelihatan luar biasa. Bisnis ini diklaim menghasilkan sampai Rp28 triliun. Bahkan sempat dipuji media seperti The New York Times sebagai “kisah sukses” AI-driven company. Tapi di balik itu, masalah mulai muncul. Pada Februari 2026, badan pengawas obat AS, Food and Drug Administration (FDA), mengirim surat peringatan karena metode marketing MEDVi dianggap menyesatkan, seolah-olah produknya sudah disetujui resmi. Ironisnya, ini terjadi hanya sekitar enam minggu sebelum liputan positif media terbit. Lalu muncul kebocoran data besar, sekitar 1,6 juta data pasien terekspos. Kasus ini berujung pada gugatan class action di Delaware. Saat ditelusuri lebih dalam, banyak klaim bisnisnya ternyata tidak bisa diverifikasi. Tidak ada audit independen, dan angka-angka yang diumumkan diragukan. Investigasi dari Futurism mengungkap hal yang lebih serius. Foto before-after pasien ternyata deepfake, dibuat dari hasil editan AI. Pertumbuhan bisnisnya juga didorong oleh ratusan halaman Facebook yang berpura-pura jadi dokter untuk menargetkan perempuan usia 35–55 tahun. Bahkan di bagian kecil situs mereka sendiri, MEDVi mengakui bahwa orang-orang di iklan bisa saja aktor atau hasil AI, bukan tenaga medis sungguhan. Akhirnya, narasi “bisnis miliaran dolar berbasis AI” mulai runtuh. Banyak analis menilai cerita suksesnya jauh lebih besar daripada realitas bisnisnya. #artificialintelligence #aiupdates #aitrends #contentAI #aicontent
Matthew Gallagher punya ide sederhana: kalau AI bisa ngerjain hampir semua hal, kenapa masih butuh banyak karyawan? Dengan modal sekitar Rp300 juta, dia bikin bisnis bernama MEDVi. Strateginya agresif, pakai AI untuk jualan obat pelangsing, didukung lebih dari 800 akun Facebook palsu yang nyamar jadi dokter, lengkap dengan foto profil hasil AI. Akun-akun ini dipakai buat kasih review dan membangun kepercayaan. Hasilnya kelihatan luar biasa. Bisnis ini diklaim menghasilkan sampai Rp28 triliun. Bahkan sempat dipuji media seperti The New York Times sebagai “kisah sukses” AI-driven company. Tapi di balik itu, masalah mulai muncul. Pada Februari 2026, badan pengawas obat AS, Food and Drug Administration (FDA), mengirim surat peringatan karena metode marketing MEDVi dianggap menyesatkan, seolah-olah produknya sudah disetujui resmi. Ironisnya, ini terjadi hanya sekitar enam minggu sebelum liputan positif media terbit. Lalu muncul kebocoran data besar, sekitar 1,6 juta data pasien terekspos. Kasus ini berujung pada gugatan class action di Delaware. Saat ditelusuri lebih dalam, banyak klaim bisnisnya ternyata tidak bisa diverifikasi. Tidak ada audit independen, dan angka-angka yang diumumkan diragukan. Investigasi dari Futurism mengungkap hal yang lebih serius. Foto before-after pasien ternyata deepfake, dibuat dari hasil editan AI. Pertumbuhan bisnisnya juga didorong oleh ratusan halaman Facebook yang berpura-pura jadi dokter untuk menargetkan perempuan usia 35–55 tahun. Bahkan di bagian kecil situs mereka sendiri, MEDVi mengakui bahwa orang-orang di iklan bisa saja aktor atau hasil AI, bukan tenaga medis sungguhan. Akhirnya, narasi “bisnis miliaran dolar berbasis AI” mulai runtuh. Banyak analis menilai cerita suksesnya jauh lebih besar daripada realitas bisnisnya. #artificialintelligence #aiupdates #aitrends #contentAI #aicontent

About