@prophetic_zone: Discouragement is a counter attack: REST BUT DON’T RESIGN.. #prophetrichmondfrimpong #reels #foryoupage❤️❤️ #fypシ゚viral🖤tiktok #motivation

God Saves
God Saves
Open In TikTok:
Region: GH
Wednesday 01 July 2026 11:26:52 GMT
1628
148
14
8

Music

Download

Comments

rebecca.mensah656
Rebecca Mensah :
yes 🙏
2026-07-02 08:10:29
0
rescuebahannah
Hannah :
more blessings prophet
2026-07-01 11:52:29
1
ministerladyboatemaa
Boatemaa💕~~💕❤️ :
I will never let anyone despise my beginning …God bless you prophet for this deep words 🙏
2026-07-01 11:49:15
2
alicefrimpong39
Mrs_EMMACULATE Afriyie39 :
I really like ur words thank u Papa🤝🙏
2026-07-01 11:59:22
2
okyeredarko48
Okyere darko :
Amen 🥰🥰🥰
2026-07-01 11:31:08
2
albertacann
Heartofworship 🔥🔥❤️👑💥 :
truth and wisdom 🙏🙏
2026-07-01 11:43:03
1
marfokofistephen
marfokofistephen :
Amen ooo 🙏🙏🙏🙏🙏
2026-07-01 18:23:26
1
ayishetu.kassim
Ayishetu kassim😇 :
Good talk 🙏🙏
2026-07-02 05:43:37
0
oneofthem_9
𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑 :
🔥🔥🔥
2026-07-01 11:31:45
1
To see more videos from user @prophetic_zone, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

— Pada Malam yang Tak Lagi Sama — Malam ini bergerak terlalu lambat untuk disebut sepi, namun terlalu sesak oleh jejak yang tak pernah benar-benar pergi. Aku masih duduk di tempat yang sama, menekuni hening seperti seseorang yang tersesat di rumahnya sendiri. Padahal, bila ada yang paling ingin menetap, barangkali akulah yang paling lama menggenggam ambang, sebelum akhirnya belajar menjadi seseorang yang pamit tanpa suara. Jika suatu hari namaku luruh menjadi debu di ingatanmu, anggap saja aku musim yang tak sempat menua. Bukan karena tak sanggup mengakar, melainkan sebab ada takdir yang lebih dahulu menarik lenganku menjauh. Dan betapa pilunya menjadi seseorang yang harus membawa pergi seluruh teduh, sementara separuh jiwanya masih tertinggal di balik kelopak mata yang tak lagi dapat ia tatap. Segala tentangmu tak pernah benar-benar musnah. Ia kusimpan seperti lembaran tua yang terlalu sakral untuk disentuh siapa pun; bersama malam-malam yang pernah kita lipat menjadi cerita, bersama percakapan yang kini hanya bernapas di kepala. Rindu ini tak kubiarkan menjadi riuh, ia kutidurkan perlahan di sela buku-buku yang mulai menguning, hingga beberapa halaman selalu beraroma hujan, dan tak seorang pun tahu dari luka mana wangi itu berasal. Ketika langit larut menjadi warna yang paling sendu, ada satu nama yang tak pernah absen dari bisik yang tak bersuara. Aku tak lagi meminta semesta mempertemukan, aku hanya menitipkan baik-baikmu kepada sesuatu yang lebih luas dari kedua tanganku. Sebab tak semua yang disayangi ditakdirkan menjadi milik, dan tak semua yang menjauh melakukannya karena telah selesai mencintai. Maka bila suatu malam angin singgah terlalu pelan, atau hujan jatuh seolah mengenali atap rumahmu, barangkali ada bagian dari seseorang yang masih pulang tanpa jejak dan tanpa nama. Seseorang yang memilih pergi dengan tangan gemetar, lalu menghabiskan sisa malamnya memunguti serpihan kenangan, seraya diam-diam menyebutmu dalam hening— seperti doa yang tak lagi meminta untuk dikabulkan, namun tak pernah lupa bagaimana caranya mengamini kehilangan. #tulisantangan #darasenja #bollywoodsong
— Pada Malam yang Tak Lagi Sama — Malam ini bergerak terlalu lambat untuk disebut sepi, namun terlalu sesak oleh jejak yang tak pernah benar-benar pergi. Aku masih duduk di tempat yang sama, menekuni hening seperti seseorang yang tersesat di rumahnya sendiri. Padahal, bila ada yang paling ingin menetap, barangkali akulah yang paling lama menggenggam ambang, sebelum akhirnya belajar menjadi seseorang yang pamit tanpa suara. Jika suatu hari namaku luruh menjadi debu di ingatanmu, anggap saja aku musim yang tak sempat menua. Bukan karena tak sanggup mengakar, melainkan sebab ada takdir yang lebih dahulu menarik lenganku menjauh. Dan betapa pilunya menjadi seseorang yang harus membawa pergi seluruh teduh, sementara separuh jiwanya masih tertinggal di balik kelopak mata yang tak lagi dapat ia tatap. Segala tentangmu tak pernah benar-benar musnah. Ia kusimpan seperti lembaran tua yang terlalu sakral untuk disentuh siapa pun; bersama malam-malam yang pernah kita lipat menjadi cerita, bersama percakapan yang kini hanya bernapas di kepala. Rindu ini tak kubiarkan menjadi riuh, ia kutidurkan perlahan di sela buku-buku yang mulai menguning, hingga beberapa halaman selalu beraroma hujan, dan tak seorang pun tahu dari luka mana wangi itu berasal. Ketika langit larut menjadi warna yang paling sendu, ada satu nama yang tak pernah absen dari bisik yang tak bersuara. Aku tak lagi meminta semesta mempertemukan, aku hanya menitipkan baik-baikmu kepada sesuatu yang lebih luas dari kedua tanganku. Sebab tak semua yang disayangi ditakdirkan menjadi milik, dan tak semua yang menjauh melakukannya karena telah selesai mencintai. Maka bila suatu malam angin singgah terlalu pelan, atau hujan jatuh seolah mengenali atap rumahmu, barangkali ada bagian dari seseorang yang masih pulang tanpa jejak dan tanpa nama. Seseorang yang memilih pergi dengan tangan gemetar, lalu menghabiskan sisa malamnya memunguti serpihan kenangan, seraya diam-diam menyebutmu dalam hening— seperti doa yang tak lagi meminta untuk dikabulkan, namun tak pernah lupa bagaimana caranya mengamini kehilangan. #tulisantangan #darasenja #bollywoodsong

About