@zezoomar660: #قصص_من_التاريخ👑 #تبارك_الله #ماشاءالله #الدكتورة_اريج_البندري #قصص_من_التاريخ👑

آلَمـ❣ـہلَكـ❣ـہة زيزو
آلَمـ❣ـہلَكـ❣ـہة زيزو
Open In TikTok:
Region: IQ
Wednesday 01 July 2026 11:45:00 GMT
105751
6945
0
547

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @zezoomar660, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Khalid bin Walid (sekitar 592–642 M) adalah salah satu panglima perang terbesar dalam sejarah Islam. Ia berasal dari suku Quraisy, keluarga Bani Makhzum, yang terkenal sebagai ahli strategi militer. Julukannya adalah
Khalid bin Walid (sekitar 592–642 M) adalah salah satu panglima perang terbesar dalam sejarah Islam. Ia berasal dari suku Quraisy, keluarga Bani Makhzum, yang terkenal sebagai ahli strategi militer. Julukannya adalah "Saifullah" (Pedang Allah), yang diberikan langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ karena keberaniannya di medan perang. Masa Jahiliyah dan Masuk Islam Pada awalnya, Khalid bin Walid menentang Islam dan berperan penting dalam kekalahan Muslim pada Perang Uhud (625 M). Namun, setelah melihat kebenaran Islam, ia masuk Islam pada tahun 629 M, sebelum Perjanjian Hudaibiyah. Kemenangan dalam Peperangan Setelah masuk Islam, Khalid menunjukkan kejeniusannya sebagai jenderal dalam banyak pertempuran: 1. Perang Mu'tah (629 M) – Khalid menggantikan Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah yang gugur. Dengan taktik brilian, ia menyelamatkan pasukan Muslim dari kekalahan besar. 2. Penaklukan Makkah (630 M) – Khalid memainkan peran penting dalam merebut Makkah tanpa pertumpahan darah yang besar. 3. Perang Yarmuk (636 M) – Salah satu kemenangan terbesar umat Islam melawan Kekaisaran Romawi Timur (Byzantium). 4. Penaklukan Persia – Khalid juga memimpin pasukan dalam beberapa pertempuran melawan Kekaisaran Persia Sassanid. Akhir Hidupnya Meskipun sangat berjasa, Khalid bin Walid dicopot dari jabatan panglima oleh Khalifah Umar bin Khattab, bukan karena ketidakmampuan, tetapi agar umat Islam tidak terlalu bergantung pada satu orang. Ia wafat di Homs, Suriah, dalam keadaan tidak gugur di medan perang, meskipun tubuhnya penuh luka akibat pertempuran. Sebelum wafat, ia berkata: "Aku telah mengikuti begitu banyak pertempuran, dan di tubuhku tak ada satu jengkal pun yang tidak terkena pedang, tombak, atau panah. Namun, kini aku mati di atas tempat tidur, seperti unta tua. Semoga mata para pengecut tidak bisa tidur!" Warisan Khalid bin Walid Ia dikenang sebagai jenderal tak terkalahkan dalam sejarah Islam dan strategi militernya masih dipelajari hingga kini. Masjid Khalid bin Walid di Homs, Suriah, menjadi salah satu tempat yang didedikasikan untuk mengenangnya. #khalidbinwalid #fyp #foryou #trending #sejarah

About