@whystt06: #janganbuangibu#4u#xyzbc

whystt06
whystt06
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 01 July 2026 14:31:50 GMT
15823
3127
18
157

Music

Download

Comments

diana.cantik335
bill 🤫 :
pas bagian mala ngomong aku langsung mewek
2026-07-02 01:54:05
59
william.oz_11.12
⋆. 𐙚 ˚🧸ྀིPrinzz🧸ྀི⋆. 𐙚 ˚ :
Di posisi itu aku nontonnya s-sedih bgtt kk🙏😭😭😭
2026-07-02 05:43:31
20
ditoaryasatnugraha.13
Kz`Dito☆ :
pas nonton mereka nangis aku juga ikutan nangis😭😭
2026-07-02 08:40:26
7
puttt_aulll
puttt_28 :
padahal udah tau alur nya tapi tetep mewek 😭
2026-07-02 10:17:12
5
kinawakinawa8
ɑׁׅᥣׁׅ֪ꪱׁׁׁׅׅׅꫀׁׅܻ݊݊ꪀ :
iya aku juga nangis waktu park itu😢
2026-07-02 10:59:58
4
lakeisha071
lakeishanur 🥰 :
jdi sedih
2026-07-02 11:20:38
2
riana.setiyo.trin
Riana Setiyo Triningsih :
jadi sedih 😭😭😭😭😭
2026-07-02 05:43:38
8
mikhaqcapn0
mik🍒 𝒇𝒕 𝖄𝑲ᵛᵛᶦᵖೀ :
kan jadi dapet spoiler nya😭
2026-07-02 07:21:31
3
kiraaaja88
kiraa.aja :
sumpahh sedih bngt film ini
2026-07-02 02:53:05
3
am1ra75
. :
Rasa nya pengen nonton tapi besok besok nya pas nonton takut nya dah gak ada 🥹
2026-07-02 08:19:03
2
cargtr3
@cars gtr :
IYA ITU PALING SEDIH AKU AJA HAMPIR NANGIS🥺
2026-07-02 05:29:31
2
aisha__859
editor_imkor🍓💗 :
aku pas dibagian itu aku nangis kejer bangett
2026-07-02 09:13:37
0
cargtr3
@cars gtr :
I-i-itu ada aku Paling belakang kakakkkkkkkkkkk
2026-07-02 05:29:09
1
diana.cantik335
bill 🤫 :
2026-07-02 01:54:17
0
aniiiiisaa6
aniiiisa [RBY]【𝐄𝐎𝐍𝚰𝐓𝐄𝐒】 :
jujur pas part itu pecah banget nangis gw njir gw yang gapernah nangis depan orang atau di tempat umum pas nonton nangis kejer gw sampe sesek bahkan pas udah keluar masih sesek njir
2026-07-02 05:52:17
3
my_gralind
yunxi🌧️ :
@Janganbuangibu @sptrakori_
2026-07-01 20:10:31
5
daa.62135
fans_eby sridevi afan💚💙💛 :
🥹🥹🥹🥹🥺🥺🥺😭😭😭
2026-07-02 01:17:28
1
To see more videos from user @whystt06, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV | Sudah hampir sebelas tahun Keonho menjadi bagian dari hidupmu. Kalian bertemu ketika masih terlalu kecil untuk mengerti arti perpisahan, lalu tumbuh bersama hingga akhirnya sama-sama duduk di bangku kelas sebelas SMA Garuda. Tidak ada hari yang benar-benar terasa istimewa. Justru karena semuanya begitu biasa, kamu tidak pernah menyadari bahwa sebagian besar kebiasaanmu hari ini selalu melibatkan Keonho. Pagi selalu menjadi awal dari kebiasaan-kebiasaan itu. SMA Garuda mulai hidup beberapa menit sebelum bel pertama berbunyi. Koridor dipenuhi langkah kaki yang saling bersahutan, suara tawa bercampur dengan bunyi kursi yang bergeser dari dalam kelas, sementara halaman depan perlahan ramai oleh siswa yang baru turun dari kendaraan masing-masing. Bagi kebanyakan orang, pagi di SMA Garuda selalu dimulai dengan cara yang sama. Datang, menyapa teman, mengeluh karena tugas yang belum selesai, lalu menunggu bel pertama berbunyi. Hari demi hari berlalu tanpa banyak perubahan, hingga semua itu menjadi kebiasaan yang nyaris tak lagi disadari. Ada satu kebiasaan lain yang juga hampir tidak pernah berubah. Setiap pukul enam lewat empat puluh lima, Keonho sudah berada di sekolah. Bukan karena diwajibkan datang lebih awal atau memiliki jadwal piket, melainkan karena sejak dulu ia memang tidak pernah suka terburu-buru. Ia lebih senang menikmati suasana sekolah yang masih tenang sebelum seluruh kelas berubah ramai. Sesekali ia membantu guru membawa beberapa buku ke ruang kelas, menyapa petugas kebersihan yang sedang menyiram tanaman, lalu berjalan menuju kantin kecil di samping gedung utama sebelum akhirnya masuk ke kelas. ☆☆
POV | Sudah hampir sebelas tahun Keonho menjadi bagian dari hidupmu. Kalian bertemu ketika masih terlalu kecil untuk mengerti arti perpisahan, lalu tumbuh bersama hingga akhirnya sama-sama duduk di bangku kelas sebelas SMA Garuda. Tidak ada hari yang benar-benar terasa istimewa. Justru karena semuanya begitu biasa, kamu tidak pernah menyadari bahwa sebagian besar kebiasaanmu hari ini selalu melibatkan Keonho. Pagi selalu menjadi awal dari kebiasaan-kebiasaan itu. SMA Garuda mulai hidup beberapa menit sebelum bel pertama berbunyi. Koridor dipenuhi langkah kaki yang saling bersahutan, suara tawa bercampur dengan bunyi kursi yang bergeser dari dalam kelas, sementara halaman depan perlahan ramai oleh siswa yang baru turun dari kendaraan masing-masing. Bagi kebanyakan orang, pagi di SMA Garuda selalu dimulai dengan cara yang sama. Datang, menyapa teman, mengeluh karena tugas yang belum selesai, lalu menunggu bel pertama berbunyi. Hari demi hari berlalu tanpa banyak perubahan, hingga semua itu menjadi kebiasaan yang nyaris tak lagi disadari. Ada satu kebiasaan lain yang juga hampir tidak pernah berubah. Setiap pukul enam lewat empat puluh lima, Keonho sudah berada di sekolah. Bukan karena diwajibkan datang lebih awal atau memiliki jadwal piket, melainkan karena sejak dulu ia memang tidak pernah suka terburu-buru. Ia lebih senang menikmati suasana sekolah yang masih tenang sebelum seluruh kelas berubah ramai. Sesekali ia membantu guru membawa beberapa buku ke ruang kelas, menyapa petugas kebersihan yang sedang menyiram tanaman, lalu berjalan menuju kantin kecil di samping gedung utama sebelum akhirnya masuk ke kelas. ☆☆ "Seperti biasa, Keonho?" Pemilik kantin tersenyum begitu melihatnya datang. Bahkan sebelum sempat menunggu jawaban, tangannya sudah lebih dulu mengambil dua kotak susu rasa cokelat dari dalam lemari pendingin. Keonho mengangguk pelan. "Ibu kira sekarang Y/N sudah mulai rajin sarapan." "Belum." Jawabannya singkat. Perempuan itu terkekeh pelan sambil menyerahkan kedua kotak susu tersebut. "Kalau begini terus, nanti dia malah makin bergantung sama kamu." Keonho hanya menerima susu itu tanpa menanggapi. Ia membayar, mengucapkan terima kasih, lalu berjalan menuju gedung kelas. Beberapa siswa yang berpapasan lebih dulu menyapanya. Keonho membalas dengan anggukan kecil dan senyum tipis yang selalu sama. Tidak berlebihan, tetapi cukup membuat orang merasa dihargai. ☆☆ Saat memasuki kelas, ruangan itu masih lengang. Beberapa siswa sudah datang lebih dulu. Ada yang mengobrol pelan di bangku belakang, ada yang sibuk membuka buku, sementara yang lain masih menyalin tugas sebelum guru datang. Keonho meletakkan tasnya di kursi, membuka jendela yang masih tertutup sejak kemarin sore, lalu duduk. Satu kotak susu diletakkannya di atas mejamu. Kotak itu tetap berada di sana, belum disentuh sedikit pun. Waktu terus berjalan. Enam lewat lima puluh. Enam lewat lima puluh lima. Koridor mulai dipenuhi suara langkah kaki yang terburu-buru. Lalu, seperti hampir setiap pagi sebelumnya, seseorang muncul di ujung lorong sambil berlari kecil. (+comment💬) #keonho #pov #4u #cortis #fyp

About