@p0m017: Jenna with this song>>😮‍💨 #jennaortega #trending #jenna0rtega #beauty #jenna JENNA ORTEGA TRENDING SONG FOR YOUU

𝘗𝘰𝘮@🪩
𝘗𝘰𝘮@🪩
Open In TikTok:
Region: FR
Wednesday 01 July 2026 15:29:33 GMT
3777
814
14
53

Music

Download

Comments

pochita_senpai2
𝙋𝙊𝘾𝙃𝙄𝙏𝘼 :
mis humildes estándares (moriré virgo)💋
2026-07-03 11:31:03
2
trapt.tpt
𝑻𝑹𝑨𝑷𝑻 :
I LOVE
2026-07-02 15:18:31
1
alvinmemeh
alvinmemeh :
2026-07-02 08:13:51
2
To see more videos from user @p0m017, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV:Tiada henti-hentinya suara hentakan kaki dirimu pada rumput hijau di halam rumah. Ini semua karena Juhoon, tetangga mu sedari kecil itu kembali berulah dengan sengaja membuat lelaki yang mendatangi rumah harus kabur karena ketakutan dengan anjing peliharaan nya.  Beralih pada Juhoon, senyum mengejeknya kini merekah. Berkali-kali ia berhasil membuatmu kesal.  ——— “Kamu mau ikut kamp sekolah?” Tanya Ibu. Lalu dengan semangat kamu mengangguk.  Ayah yang juga berada di sana akhirnya menaruh ponselnya. Ia menatapmu lekat. “Adek yakin bisa jaga diri? Sepatu aja masih minta cariin sama Mama kamu tuh dek…” “(y/n) yakin! Pasti bisa Pa, Ma… pleaseee, ini acara nya khusus buat kelas sebelas aja.” Mendengar penuturan dirimu, kedua orang tuamu itu saling pandang. Hingga tak lama, helaan napas keluar dari bibir Ibumu.  “Boleh. Adek boleh ikut kamping ke puncak Bogor. Tapi… nanti apa yang Mama suruh, adek harus nurut. Ngerti?”  Karena terlalu bersemangat, kamu menyetujui apapun syarat Ibu kamu itu.  ——— Sungguh, jika bisa di katakan, kamu lumayan menyesal sekarang. Juhoon, tetanggamu itu memang berada di sekolah yang sama dengan dirimu.  Tapi, kamu tidak pernah menyangka jika anak se-introvert Juhoon akan ikut. Terlebih lagi, ia menjadi bagian dari panitia kelas sebelas yang memandu.  Kamu melewati Juhoon dengan lirihan yang penuh sinis. “Jangan ngacauin agenda gue! Awas aja lu.” ——— Kamp sekolah tidak pernah jauh dari kegiatan alam. Jadi, secara khusus, ketua masing-masing kelompok tenda akan di ajak panitia untuk uji nyali.  Termasuk kamu, yang sudah bersiap dengan mata tertutup menggunakan kain. Perlahan, kamu merasakan jika kamu mulai berjalan-jalan pelan.  Suara panitia perempuan yang tidak kamu kenali, menyuruh untuk menunggu di sini. Tapi, tak lama saat kamu di tinggalkan sebentar, kamu ketakutan.  Lantaran ada ulat mulai merayap ke kaki milikmu. Kamu yang panik dan ceroboh, memilih cara bodoh dengan berlari masuk ke dalam hutan. Semakin masuk, dan kamu semakin tersesat.  ——— Kini hampir tiga jam kamu terduduk tanpa tahu di mana keadaaan nya. Kamu tersesat, juga terjebak. Jalan satu-satunya agar kamu tidak semakin tersesat, adalam berdiam di tempat.  Kamu menyenderi pohon besar agar dapat beristirahat. Tapi, pikiran negatif muncul akibat ketakutan yang menguasai. Kamu akhirnya menangis.  Matamu kamu tutup saat mendengar suara ranting terinjak. Kamu kira, akan ada hewan buas atau makhluk kasat mata lainnya.  “(y/n)!”  Kamu mendongak ketika mengetahui suara yang familiar itu. Lelaki yang berkali-kali dapat menyebut namamu menggunakan berbagai macam bentuk emosi nya, Juhoon.  Kamu berdiri dan berlari ke arahnya. Tanpa mempedulikan dirimu yang sempat bermusuhan dengannya, kamu secara sadar memeluk Juhoon. Kamu menangis kencang setelahnya.  “Lo dari mana sih! Tau ga?! Semua orang nyariin! Kenapa bisa nyasar?! Kalau Mama sama Papa lo tau gimana?”  Di dalam pelukan itu, walau tak saling menghadap, kamu mulai takut. Terlebih karena kondisi sekitar, ataupun amarah Juhoon akan meledak.  Sedari kecil Juhoon memang telah mengnalmu. Dan kamu pun, tidak pernah nelihat Juhoon se-emosional ini.  “Hoon…” Lirihmu takut. Kamu meremat kaus luaran milik Juhoon karenanya sendiri.  “Sorry… sumpah, maaf…” Pelukan kalian semakin erat saat ia mengatakannya. “Maaf lama nemuin lo.” #juhoon #cortis #pov #fyp #foryoupage  baca au di sini yaw yaw @biru
POV:Tiada henti-hentinya suara hentakan kaki dirimu pada rumput hijau di halam rumah. Ini semua karena Juhoon, tetangga mu sedari kecil itu kembali berulah dengan sengaja membuat lelaki yang mendatangi rumah harus kabur karena ketakutan dengan anjing peliharaan nya. Beralih pada Juhoon, senyum mengejeknya kini merekah. Berkali-kali ia berhasil membuatmu kesal. ——— “Kamu mau ikut kamp sekolah?” Tanya Ibu. Lalu dengan semangat kamu mengangguk. Ayah yang juga berada di sana akhirnya menaruh ponselnya. Ia menatapmu lekat. “Adek yakin bisa jaga diri? Sepatu aja masih minta cariin sama Mama kamu tuh dek…” “(y/n) yakin! Pasti bisa Pa, Ma… pleaseee, ini acara nya khusus buat kelas sebelas aja.” Mendengar penuturan dirimu, kedua orang tuamu itu saling pandang. Hingga tak lama, helaan napas keluar dari bibir Ibumu. “Boleh. Adek boleh ikut kamping ke puncak Bogor. Tapi… nanti apa yang Mama suruh, adek harus nurut. Ngerti?” Karena terlalu bersemangat, kamu menyetujui apapun syarat Ibu kamu itu. ——— Sungguh, jika bisa di katakan, kamu lumayan menyesal sekarang. Juhoon, tetanggamu itu memang berada di sekolah yang sama dengan dirimu. Tapi, kamu tidak pernah menyangka jika anak se-introvert Juhoon akan ikut. Terlebih lagi, ia menjadi bagian dari panitia kelas sebelas yang memandu. Kamu melewati Juhoon dengan lirihan yang penuh sinis. “Jangan ngacauin agenda gue! Awas aja lu.” ——— Kamp sekolah tidak pernah jauh dari kegiatan alam. Jadi, secara khusus, ketua masing-masing kelompok tenda akan di ajak panitia untuk uji nyali. Termasuk kamu, yang sudah bersiap dengan mata tertutup menggunakan kain. Perlahan, kamu merasakan jika kamu mulai berjalan-jalan pelan. Suara panitia perempuan yang tidak kamu kenali, menyuruh untuk menunggu di sini. Tapi, tak lama saat kamu di tinggalkan sebentar, kamu ketakutan. Lantaran ada ulat mulai merayap ke kaki milikmu. Kamu yang panik dan ceroboh, memilih cara bodoh dengan berlari masuk ke dalam hutan. Semakin masuk, dan kamu semakin tersesat. ——— Kini hampir tiga jam kamu terduduk tanpa tahu di mana keadaaan nya. Kamu tersesat, juga terjebak. Jalan satu-satunya agar kamu tidak semakin tersesat, adalam berdiam di tempat. Kamu menyenderi pohon besar agar dapat beristirahat. Tapi, pikiran negatif muncul akibat ketakutan yang menguasai. Kamu akhirnya menangis. Matamu kamu tutup saat mendengar suara ranting terinjak. Kamu kira, akan ada hewan buas atau makhluk kasat mata lainnya. “(y/n)!” Kamu mendongak ketika mengetahui suara yang familiar itu. Lelaki yang berkali-kali dapat menyebut namamu menggunakan berbagai macam bentuk emosi nya, Juhoon. Kamu berdiri dan berlari ke arahnya. Tanpa mempedulikan dirimu yang sempat bermusuhan dengannya, kamu secara sadar memeluk Juhoon. Kamu menangis kencang setelahnya. “Lo dari mana sih! Tau ga?! Semua orang nyariin! Kenapa bisa nyasar?! Kalau Mama sama Papa lo tau gimana?” Di dalam pelukan itu, walau tak saling menghadap, kamu mulai takut. Terlebih karena kondisi sekitar, ataupun amarah Juhoon akan meledak. Sedari kecil Juhoon memang telah mengnalmu. Dan kamu pun, tidak pernah nelihat Juhoon se-emosional ini. “Hoon…” Lirihmu takut. Kamu meremat kaus luaran milik Juhoon karenanya sendiri. “Sorry… sumpah, maaf…” Pelukan kalian semakin erat saat ia mengatakannya. “Maaf lama nemuin lo.” #juhoon #cortis #pov #fyp #foryoupage baca au di sini yaw yaw @biru

About