Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@melabisol:
iSabel
Open In TikTok:
Region: IT
Wednesday 01 July 2026 17:36:50 GMT
4494
577
0
15
Music
Download
No Watermark .mp4 (
16.48MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
13.48MB
)
Watermark .mp4 (
16.69MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @melabisol, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#quran #quran_alkarim #قران #قران_كريم #Allah
Konicdisi Terkini mushola PONPES AI Khoziny Sidoarjo ambruksaat salat ashar #jtvjember #evakuasi #sidoarjo #fyp
POV 2 : Jam telah menunjukkan pukul 23.00. Film yang sejak tadi menemani malam akhirnya berakhir. Tak satu pun dari kalian beranjak dari tempat duduk masing-masing. Kalian terdiam, larut dalam pikiran yang berbeda. Steve menggaruk tengkuknya, sedangkan kamu hanya duduk di tempat dengan isi kepala dipenuhi berbagai pikiran yang saling bertabrakan. Padahal tak ada hal yang terjadi. Namun entah kenapa, suasana jadi terasa berbeda dari biasanya. Steve pun menoleh ke arahmu yang sejak tadi hanya diam. Tuk! Jarinya menjentik lenganmu— sontak kamu tersentak, menjauh beberapa senti darinya. "Lo kenapa?" Menatapmu dengan raut bingung. Kamu langsung menggeleng cepat, "A-aku.. mau ke kamar." "Udah ngantuk?" "Iya, a-aku duluan!" Tanpa menunggu respons darinya, kamu bangun dari sofa. Langkahmu sedikit terburu-buru saat berjalan menuju kamar, bahkan kamu tak berani menoleh ke belakang. - Sesampainya di kamar, kamu langsung menjatuhkan tubuh ke kasur. Kamu mencoba meredam pikiran yang sejak tadi terus berputar di kepalamu. Tak bisa berhenti memikirkan banyak hal— terutama Steve. Steve sudah terlihat jauh lebih dewasa. Mungkin selama ini kamu tak pernah memikirkan perubahan tersebut. Namun? setelah adegan tak terduga yang muncul di film tadi? kamu menyadari sesuatu— steve adalah seorang pria. Kesadaran yang seharusnya biasa saja, membuatmu jadi canggung. Kamu tau, Steve tak akan melakukan hal buruk. Meski begitu? Kamu mulai sadar, bahwa hubungan kalian tak lagi sama seperti kecil dulu. Lalu, suara petir yang menggelegar tiba-tiba memecah keheningan, disusul hujan deras yang menghantam. Tubuhmu langsung menegang. Rasa takut perlahan muncul. Tanpa berpikir panjang, kamu bangkit dari atas kasur. Berjalan cepat menuju pintu kamar. Begitu pintu terbuka— kamu menabrak seseorang yang baru saja berdiri disana, refleks kamu mengangkat kepala. Ntah sejak kapan lelaki itu ternyata sudah berdiri di depan kamarmu, dan jarak kalian? Kini terlalu dekat, membuat napasmu tertahan sesaat. Menyadari hal itu, kamu buru-buru mundur— namun? Steve langsung menarik tubuhmu hingga wajahmu tenggelam di dadanya. Kamu tidak menyangka akan mendapatkan reaksi itu. Bukan karena takut, melainkan jantungmu mendadak berdetak jauh lebih cepat dari biasanya, hingga membuatmu sulit berpikir jernih. "Ada gue, jangan takut." - Tak lama kemudian, kalian kembali ke ruang keluarga. Kali ini suasana jauh lebih tenang. Dari tempatmu duduk, kamu bisa melihat lelaki itu sibuk menyiapkan sesuatu. Tak lama, Steve kembali menghampirimu. Di tangannya sudah ada segelas susu hangat, yang langsung saja diletakan dimeja, tepat di hadapanmu. Setelah itu, ia duduk sebelahmu. "Lo kenapa?" "Hm?" Kamu yang sempat menoleh ke arahnya, langsung mengalihkan pandangan begitu mata kalian bertemu. Reaksi kecil itu tentu tak luput dari perhatian Steve, "Gue ada salah?" Kamu menggeleng sambil meraih gelas susu hangat di atas meja. Namun, Steve terus memperhatikanmu. "Terus? Kenapa ngejauhin gue?" Kali ini nada suaranya terdengar lebih serius. Lagi-lagi kamu menggeleng. Kedua tanganmu menggenggam gelas susu hangat itu sebelum menyesapnya perlahan, dengan mengalihkan perhatian dari tatapan Steve yang sejak tadi terasa intens. Steve berdecak pelan sebelum menggeser duduknya mendekat— dan kamu pun ikut bergeser, menjauh. Lelaki itu menatapmu lekat. "Lo takut gue cium?" Jelas sekali Steve masih mengaitkan sikapmu dengan adegan vulgar dari film kalian lihat. Steve yang terus mendekat— memastikan feelingnya, membuatmu hampir lupa bagaimana cara mengalihkan pandangan yang berada diposisi sedekat ini dengannya? Jadi sulit dikendalikan. "Enggak. Tapi.. kalo kamu berani macam-macam? Awas aja." "Pft! HAHAHA—" Steve terasa terhibur— entah karena ancamanmu atau ekspresi waspada yang jelas terpampang di wajahmu. Baginya? Itu terlihat sangat lucu. Perlahan, tawanya mereda dengan senyum tipis masih tersisa di sudut bibirnya, dan tatapannya kembali padamu. "Kalo beneran gue cium, gimana?" #sunghoon #pov #enhypen #fyp #kpop
بص ع نفسك.. 🖤🥀 #حالات_واتس #اكسبلور #explore #حزين #استوريهات_واتساب
@icaroegilmar @humbertoeronaldo @pandacantor @cetadoido_festival @rafael_cabral #mjmusiccy
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy