@saidtzaayotv_znz:

📞Me - Dswagga
📞Me - Dswagga
Open In TikTok:
Region: TZ
Wednesday 01 July 2026 18:53:46 GMT
14947
500
15
36

Music

Download

Comments

chris..badman
Jesus..Lizard :
2026-07-02 00:04:26
0
mcmeshab
mcmeshab :
du
2026-07-01 18:59:46
1
muckrim
ANTELOPE🦌 :
na bado
2026-07-01 19:42:48
1
dessiekunibert
Dessie :
kwa Uwezo wa Mwenyezi Mungu..Mzee jiuzulu TU. kazi imekushinda
2026-07-01 21:00:41
0
abdulraufaliramad
ancholaa :
boss wangu Mashallah ila vijana wako wanakuharibia jina huko wanapoendakufanyakazi
2026-07-01 19:20:16
0
mohd.mohd1760
Mohd Mohd :
mtihani sn
2026-07-01 20:19:40
0
issarashidi176
Issaya43 :
muongo baba muogope mungu
2026-07-01 19:03:29
0
homeboys328
Home boys :
Faini ni ndogo sana laki 5 kwa boda boda ndogo sana boda boda moja milioni 1 ingependeza zaidi maana mnahifanyaga kimbele mbele sana kpndi cha kmpen
2026-07-01 20:31:27
1
hamdanzubeir
hamdan :
mwanae musobi
2026-07-01 20:36:32
0
muckrim
ANTELOPE🦌 :
hakuna cha kufanya mtu ukapata haki bhn nchi hii
2026-07-01 19:43:19
0
neymarjr22984
Neymarjr22 :
uongoz unaoacha alama😁😁😁
2026-07-01 19:30:30
0
user8283639607318
user8283639607318 :
tushachoka mtakavo tunataka
2026-07-01 20:23:33
0
anuwar.suleiman8
Anuwar Suleiman :
mweshimiwa rais wa zanzibar tunaomba uingilie jambo hili maana mtu anapo kosa cha kukila na familia yake huenda ikampelekea mtu uyo kufanya uhalifu bila ya kujali nini kitamkuta kwakweli hio ni njaa yaraia wenye hasira na waliochoka na manyanyaso tunakuomba zanzibar sasa ina uhalifu wa kimya kimya kutokana na hali ya kimaisha raia wanatafuta pesa kwa wakati mgumu na guvu kubwa bila ya kuchoka na kipato chote kinaishia kwenye kula leo mtu akikosa kula si ataiba kwa njaa ilio mbana tunaomba sana serikali iangalie mbele na nyuma hii ni hali hatarishi kwa kisiwa chetu kidogo cha zazibar.
2026-07-02 00:58:15
0
To see more videos from user @saidtzaayotv_znz, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About