@dbfbdjfb: #تصميم_فيديوهات🎶🎤🎬

يوميات طنفوس 🐒
يوميات طنفوس 🐒
Open In TikTok:
Region: SA
Wednesday 01 July 2026 20:53:44 GMT
270071
6993
58
985

Music

Download

Comments

user2140308147328
قحطان لتصميمات ببجي 👌🌹🇾🇪 :
ايش اسم البرنمج
2026-07-01 20:56:07
5
abomhmdalkndeknda
المهاجر~~~ :
امورك طيبه
2026-07-20 15:58:28
1
.s80382
نبض اليمن 🤍 :
اسم البرنامج تكفون
2026-07-18 12:20:32
0
user26191796117878
عبدالله :
ههههه
2026-07-16 11:08:32
0
user23990926202220
محمد :
قوه
2026-07-07 05:10:40
3
user19669440616392
سالم القيسي :
ههههههه
2026-07-17 21:04:36
0
alaliyi_solid
ايهم عادل العليي ✪ :
خايف افعل سلسلة الحمدلله وتفشل😔😔❤
2026-07-01 23:17:03
1
user1561501814623
عاشقة الرجال :
الله يفرج همي ويسر امري
2026-07-18 21:06:31
0
user1581613910459
ستفنxxA :
تم تم@
2026-07-11 09:13:49
0
user2032112411180
امير ألا حزان :
هههههههههههه
2026-07-01 23:19:31
3
mohammedaldubai70
محمدثابت :
هههه
2026-07-08 11:54:04
1
abusaad5519
حبيل النكد؛꧁)) m꧂ :
حلو
2026-07-04 19:11:23
1
user9007479654206
يونس :
🥰🥰
2026-07-05 08:45:24
1
sss..tt0
هيᬼبة🇾🇪⑅⃝ـ يمـᬼ҉ـ𝄞ـاني :
اول تعليق
2026-07-01 20:56:59
1
user2393147887170
شرف :
هههه
2026-07-06 14:32:40
1
user4296568407611
فنون للديكورات :
2026-07-03 18:05:46
2
gami.gami069
711 :
2026-07-02 05:06:25
1
m4240752
معاذ :
هههههههههههه
2026-07-17 22:04:09
0
user8407014636831
محمد بن واصل🇾🇪🇵🇸🇾🇪🇵🇸 :
كثير من الفتال
2026-07-06 18:24:39
2
solli9090
زهور الربيع :
الله أكبر ذكاء صناعي
2026-07-03 09:47:27
1
user3618192955245
شهاب الكويحي 🇾🇪👉🏼 :
😆😆😆😆
2026-07-08 05:21:41
1
To see more videos from user @dbfbdjfb, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ada hal-hal dalam hidup yang memang bergerak di jalurnya sendiri—itulah yang sering kita sebut sebagai takdir. Ia tidak selalu bisa dinegosiasikan, apalagi diubah. Seekor macan tidak pernah “memilih” untuk menjadi karnivora; ia tidak sedang berbuat zalim ketika memangsa rusa. Menyebutnya “buas” sering kali bukan deskripsi yang adil, melainkan cara manusia menempelkan label dari sudut pandang kita sendiri. Padahal, bagi macan, itu hanyalah cara hidup—sebuah ketetapan yang tidak bisa ditinggalkan tanpa mengingkari hakikatnya. Masalahnya muncul ketika cara kita memberi label pada alam ini tanpa sadar kita bawa ke dalam cara kita menilai manusia. Kita menyebut seseorang “buas”, “rakus”, atau “kejam”, seolah-olah itu adalah takdir yang tak terelakkan seperti macan yang makan daging. Padahal, di titik inilah letak perbedaannya: manusia tidak sepenuhnya terikat seperti hewan. Ia diberi ruang untuk memilih, menahan, dan mengubah dirinya. Maka, penyifatan “buas” pada manusia sejatinya hanyalah metafora—sebuah peringatan, bukan vonis. Ketika seorang pejabat bertindak semena-mena, kita menyebutnya “seperti binatang buas”, bukan karena ia ditakdirkan demikian, tetapi karena ia menyimpang dari potensi kemanusiaannya. Di situlah makna sebenarnya: bukan menyamakan manusia dengan hewan, melainkan mengingatkan bahwa manusia bisa jatuh ke tingkat yang lebih rendah jika kehilangan kendali. Singkatnya, tidak semua yang terlihat “keras” atau “liar” itu buruk dalam dirinya. Pada alam, itu adalah takdir. Pada manusia, itu adalah pilihan—dan di situlah tanggung jawab dimulai. Bacaan lanjutan yang relevan: - Ihya' Ulumuddin — pembahasan mendalam tentang nafsu, akhlak, dan pengendalian diri. - Al-Hikam — refleksi singkat tentang takdir, usaha, dan sikap batin manusia. - Man's Search for Meaning — perspektif modern tentang kebebasan memilih makna dalam keterbatasan takdir. - The Republic — terutama bagian tentang jiwa dan keadilan, relevan untuk memahami “kebinatangan” dalam diri manusia. 📽 CakNun.com  #maiyahan #caknun #maiyahindonesia
Ada hal-hal dalam hidup yang memang bergerak di jalurnya sendiri—itulah yang sering kita sebut sebagai takdir. Ia tidak selalu bisa dinegosiasikan, apalagi diubah. Seekor macan tidak pernah “memilih” untuk menjadi karnivora; ia tidak sedang berbuat zalim ketika memangsa rusa. Menyebutnya “buas” sering kali bukan deskripsi yang adil, melainkan cara manusia menempelkan label dari sudut pandang kita sendiri. Padahal, bagi macan, itu hanyalah cara hidup—sebuah ketetapan yang tidak bisa ditinggalkan tanpa mengingkari hakikatnya. Masalahnya muncul ketika cara kita memberi label pada alam ini tanpa sadar kita bawa ke dalam cara kita menilai manusia. Kita menyebut seseorang “buas”, “rakus”, atau “kejam”, seolah-olah itu adalah takdir yang tak terelakkan seperti macan yang makan daging. Padahal, di titik inilah letak perbedaannya: manusia tidak sepenuhnya terikat seperti hewan. Ia diberi ruang untuk memilih, menahan, dan mengubah dirinya. Maka, penyifatan “buas” pada manusia sejatinya hanyalah metafora—sebuah peringatan, bukan vonis. Ketika seorang pejabat bertindak semena-mena, kita menyebutnya “seperti binatang buas”, bukan karena ia ditakdirkan demikian, tetapi karena ia menyimpang dari potensi kemanusiaannya. Di situlah makna sebenarnya: bukan menyamakan manusia dengan hewan, melainkan mengingatkan bahwa manusia bisa jatuh ke tingkat yang lebih rendah jika kehilangan kendali. Singkatnya, tidak semua yang terlihat “keras” atau “liar” itu buruk dalam dirinya. Pada alam, itu adalah takdir. Pada manusia, itu adalah pilihan—dan di situlah tanggung jawab dimulai. Bacaan lanjutan yang relevan: - Ihya' Ulumuddin — pembahasan mendalam tentang nafsu, akhlak, dan pengendalian diri. - Al-Hikam — refleksi singkat tentang takdir, usaha, dan sikap batin manusia. - Man's Search for Meaning — perspektif modern tentang kebebasan memilih makna dalam keterbatasan takdir. - The Republic — terutama bagian tentang jiwa dan keadilan, relevan untuk memahami “kebinatangan” dalam diri manusia. 📽 CakNun.com #maiyahan #caknun #maiyahindonesia

About