yuriii :
dulu aku juga mikirnya gitu, ternyata setelah jadi konselor dan belajar sudut pandang, pola asuh, dan cara adik bertumbuh, jadi seorang adik juga banyak ngalahnya. di keluarga, dia hanya jadi pengamat emosi kakaknya, jadi pemerhati kondisi emosional ibunya, jadi orang yang dituntut paham soal ekonomi dan tanggungan keluarga, tapi dia hanyalah adik. adik yang masih kecil, masih butuh sekolah, masih ingin bermain, dan masih ingin dimengerti maunya. tapi pernah ga kita merasa, adik juga kehilangan semua itu ternyata. gaada keluarga yang utuh, tapi justru karna satu sama lain punya kurang, kita tidak pernah merasa kelebihan, hanya ingin saling mencukupi satu sama lain.
2026-07-03 20:18:21