@nh24128: #xuhuong #aocotim

Baby shop✅
Baby shop✅
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 02 July 2026 11:04:55 GMT
178
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @nh24128, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Krisis BBM di Sumbar Kian Parah, Antrean Mengular, Pemerintah Diminta Bertindak PADANG | DetakSumbarNews – Krisis distribusi BBM kembali memicu antrean panjang disejumlah SPBU di Sumatera Barat. Kendaraan, terutama truk dan angkutan barang, mengular hingga keluar area SPBU. Sejumlah pengemudi mengaku harus menunggu hingga sekitar 15 jam untuk mendapatkan Bio Solar. Antrean yang terus berulang tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat dan distribusi logistik, tetapi juga memicu kemacetan serta menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas tata kelola distribusi BBM di Sumatera Barat. Kepala Dinas ESDM Sumbar menyebut keterlambatan pasokan dipicu perbaikan Jembatan Bungus Teluk Kabung yang menghambat mobilitas mobil tangki BBM. Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Padang meminta Balai Pelaksana Jalan Nasional menambah jembatan darurat agar distribusi logistik dan BBM kembali lancar. Sorotan juga datang dari Anggota DPRD Sumbar, Firdaus, yang mendesak Pemerintah Provinsi Sumbar dan PT Pertamina Patra Niaga segera mengambil langkah konkret untuk mengakhiri antrean panjang serta menjamin ketersediaan BBM bagi masyarakat. Selain itu, berdasarkan informasi yang diterima, Sejumlah truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) terjebak kemacetan di ruas Jalan Padang–Painan, tepatnya di kawasan Jembatan Bailey Jeruai yang berada di jalur Bukit Putus–Batas Kota Padang KM 18+400, Jumat (3/7/2026) malam. Namun, penyelesaian persoalan ini tidak cukup hanya dengan memperlancar distribusi akibat kendala infrastruktur. Pemerintah, PT Pertamina Patra Niaga, dan aparat penegak hukum juga harus memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh kendaraan pelansir yang diduga menggunakan berbagai modus untuk memperoleh BBM dalam jumlah besar demi yang juga diduga disalurkan untuk aktivitas PETI disejumlah daerah Sumbar. Masyarakat kini menunggu langkah nyata pemerintah, Pertamina, dan aparat penegak hukum untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal, menutup celah pelangsiran, serta menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan distribusi BBM sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Tim Redaksi) #KrisisBBMSumbar #SumateraBarat #PertaminaPatraNiaga #BioSolar #DetakSumbarNews
Krisis BBM di Sumbar Kian Parah, Antrean Mengular, Pemerintah Diminta Bertindak PADANG | DetakSumbarNews – Krisis distribusi BBM kembali memicu antrean panjang disejumlah SPBU di Sumatera Barat. Kendaraan, terutama truk dan angkutan barang, mengular hingga keluar area SPBU. Sejumlah pengemudi mengaku harus menunggu hingga sekitar 15 jam untuk mendapatkan Bio Solar. Antrean yang terus berulang tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat dan distribusi logistik, tetapi juga memicu kemacetan serta menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas tata kelola distribusi BBM di Sumatera Barat. Kepala Dinas ESDM Sumbar menyebut keterlambatan pasokan dipicu perbaikan Jembatan Bungus Teluk Kabung yang menghambat mobilitas mobil tangki BBM. Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Padang meminta Balai Pelaksana Jalan Nasional menambah jembatan darurat agar distribusi logistik dan BBM kembali lancar. Sorotan juga datang dari Anggota DPRD Sumbar, Firdaus, yang mendesak Pemerintah Provinsi Sumbar dan PT Pertamina Patra Niaga segera mengambil langkah konkret untuk mengakhiri antrean panjang serta menjamin ketersediaan BBM bagi masyarakat. Selain itu, berdasarkan informasi yang diterima, Sejumlah truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) terjebak kemacetan di ruas Jalan Padang–Painan, tepatnya di kawasan Jembatan Bailey Jeruai yang berada di jalur Bukit Putus–Batas Kota Padang KM 18+400, Jumat (3/7/2026) malam. Namun, penyelesaian persoalan ini tidak cukup hanya dengan memperlancar distribusi akibat kendala infrastruktur. Pemerintah, PT Pertamina Patra Niaga, dan aparat penegak hukum juga harus memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh kendaraan pelansir yang diduga menggunakan berbagai modus untuk memperoleh BBM dalam jumlah besar demi yang juga diduga disalurkan untuk aktivitas PETI disejumlah daerah Sumbar. Masyarakat kini menunggu langkah nyata pemerintah, Pertamina, dan aparat penegak hukum untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal, menutup celah pelangsiran, serta menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan distribusi BBM sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Tim Redaksi) #KrisisBBMSumbar #SumateraBarat #PertaminaPatraNiaga #BioSolar #DetakSumbarNews

About