@balancogeral: Um idoso foi atropelado por uma van escolar na zona sul de São Paulo. Imagens registraram o momento em que o veículo descia a rua de ré e atingiu a vítima, que caminhava pela via. Ao perceber o atropelamento, o motorista desceu da van e prestou socorro ao homem. O idoso foi encaminhado a um hospital, onde recebeu atendimento e foi liberado. #BalançoGeralManhã 👉 Assista à reportagem completa do #BalançoGeral em R7.com/balancogeralmanha

Balanço Geral
Balanço Geral
Open In TikTok:
Region: BR
Thursday 02 July 2026 12:12:57 GMT
9641
241
2
2

Music

Download

Comments

user2935680732491
user2935680732491 :
Super atentencioso o senhor
2026-07-02 12:36:37
1
user15363450
🌙 lua🪼🫧 :
🫣🫣
2026-07-02 14:00:28
1
To see more videos from user @balancogeral, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pasar kripto kembali berada di bawah tekanan setelah komentar dari Executive Chairman Strategy, Michael Saylor, yang mengisyaratkan kemungkinan perubahan pendekatan pendanaan perusahaan terkait instrumen STRC. STRC, atau Stretch Preferred Stock, merupakan saham preferen yang digunakan Strategy sebagai salah satu sumber pembiayaan akumulasi Bitcoin. Instrumen ini menawarkan dividen tinggi dan menjadi bagian penting dari struktur pendanaan perusahaan yang sangat terhubung dengan aset kripto tersebut. Tekanan datang dari kekhawatiran pendanaan STRC Pernyataan terbaru Saylor yang membuka peluang penggunaan penjualan Bitcoin untuk mendukung kewajiban dividen STRC memicu kekhawatiran pasar. Investor menilai langkah tersebut dapat mengubah persepsi “buy and hold” yang selama ini menjadi narasi utama Strategy. Di sisi lain, STRC sendiri tengah berada di bawah tekanan harga dan tidak stabil di level yang diharapkan perusahaan. Beberapa laporan menyebutkan harga perdagangan STRC berada di bawah target par dan memaksa penyesuaian dividen yang lebih tinggi untuk menjaga daya tarik investor.  Dampak ke Bitcoin dan strategi perusahaan Tekanan pada STRC memperkuat kekhawatiran bahwa Strategy mungkin perlu melakukan penyesuaian neraca, termasuk opsi menjual sebagian Bitcoin untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek. Hal ini berlawanan dengan narasi lama Saylor yang menegaskan perusahaan akan terus menjadi akumulator Bitcoin bersih. Sejumlah laporan pasar juga mencatat bahwa aktivitas pembelian Bitcoin oleh Strategy mulai melambat, sementara kebutuhan pendanaan melalui instrumen seperti STRC justru meningkat di tengah biaya dividen yang naik.  Kondisi ini membuat investor lebih berhati-hati, karena struktur pendanaan berbasis kripto yang agresif dianggap semakin sensitif terhadap fluktuasi harga Bitcoin. Kesimpulan pasar Bitcoin ikut tertekan bukan hanya karena faktor makro, tetapi juga karena meningkatnya ketidakpastian di salah satu pemain institusional terbesar di pasar, Strategy. Komentar Saylor terkait STRC memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan likuiditas dapat memicu aksi jual aset, yang pada akhirnya memberi sentimen negatif ke harga Bitcoin. #Interlink #ITLG #ITL
Pasar kripto kembali berada di bawah tekanan setelah komentar dari Executive Chairman Strategy, Michael Saylor, yang mengisyaratkan kemungkinan perubahan pendekatan pendanaan perusahaan terkait instrumen STRC. STRC, atau Stretch Preferred Stock, merupakan saham preferen yang digunakan Strategy sebagai salah satu sumber pembiayaan akumulasi Bitcoin. Instrumen ini menawarkan dividen tinggi dan menjadi bagian penting dari struktur pendanaan perusahaan yang sangat terhubung dengan aset kripto tersebut. Tekanan datang dari kekhawatiran pendanaan STRC Pernyataan terbaru Saylor yang membuka peluang penggunaan penjualan Bitcoin untuk mendukung kewajiban dividen STRC memicu kekhawatiran pasar. Investor menilai langkah tersebut dapat mengubah persepsi “buy and hold” yang selama ini menjadi narasi utama Strategy. Di sisi lain, STRC sendiri tengah berada di bawah tekanan harga dan tidak stabil di level yang diharapkan perusahaan. Beberapa laporan menyebutkan harga perdagangan STRC berada di bawah target par dan memaksa penyesuaian dividen yang lebih tinggi untuk menjaga daya tarik investor. Dampak ke Bitcoin dan strategi perusahaan Tekanan pada STRC memperkuat kekhawatiran bahwa Strategy mungkin perlu melakukan penyesuaian neraca, termasuk opsi menjual sebagian Bitcoin untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek. Hal ini berlawanan dengan narasi lama Saylor yang menegaskan perusahaan akan terus menjadi akumulator Bitcoin bersih. Sejumlah laporan pasar juga mencatat bahwa aktivitas pembelian Bitcoin oleh Strategy mulai melambat, sementara kebutuhan pendanaan melalui instrumen seperti STRC justru meningkat di tengah biaya dividen yang naik. Kondisi ini membuat investor lebih berhati-hati, karena struktur pendanaan berbasis kripto yang agresif dianggap semakin sensitif terhadap fluktuasi harga Bitcoin. Kesimpulan pasar Bitcoin ikut tertekan bukan hanya karena faktor makro, tetapi juga karena meningkatnya ketidakpastian di salah satu pemain institusional terbesar di pasar, Strategy. Komentar Saylor terkait STRC memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan likuiditas dapat memicu aksi jual aset, yang pada akhirnya memberi sentimen negatif ke harga Bitcoin. #Interlink #ITLG #ITL

About