@hanhi.fashion: #viral #kemdanhrang #usmile

HaNhi Beauty
HaNhi Beauty
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 02 July 2026 23:30:59 GMT
54
0
0
3

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @hanhi.fashion, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Studio rekaman di Belanda, awal 1980, menyimpan kegelisahan yang berbeda. Di balik kaca, Dries Holten, Leslie Laverman, dan Marshal Manengkei menatap seorang penyanyi kelahiran Suriname yang tengah bersiap di hadapan mikrofon. Oscar Harris, yang telah malang melintang sejak era 60an, kali ini memilih untuk merangkai sebuah pesan yang bukan tentang cinta atau patah hati.
Studio rekaman di Belanda, awal 1980, menyimpan kegelisahan yang berbeda. Di balik kaca, Dries Holten, Leslie Laverman, dan Marshal Manengkei menatap seorang penyanyi kelahiran Suriname yang tengah bersiap di hadapan mikrofon. Oscar Harris, yang telah malang melintang sejak era 60an, kali ini memilih untuk merangkai sebuah pesan yang bukan tentang cinta atau patah hati. "Follow me, follow me, it's a beautiful day..." Saat suara hangatnya mengalun, lahirlah sebuah lagu yang akan menjadi jembatan antara tiga benua: Suriname, Belanda, dan Indonesia. Oscar Harris, musisi kalipso kelahiran Suriname yang banyak berkarya di Belanda, memilih untuk membawakan sebuah lagu yang sangat berbeda dari hits-hits sebelumnya. Lagu ciptaan Dries Holten, Leslie Laverman, dan Marshal Manengkei ini tidak berbicara tentang percintaan atau kegalauan remaja. Ia adalah seruan universal: "Sing a song for the children, be nice and behave, be good for the children, let harmony stay". Liriknya yang sederhana namun dalam ini mengajak pendengar untuk merenungkan masa depan generasi penerus. Keputusan untuk menjadikan anak-anak sebagai tema utama, di tengah dominasi lagu-lagu cinta dewasa, adalah taruhan besar yang nyaris mengguncang kariernya. Bahkan, para petinggi showbiz pernah memperingatkannya: "Kau tidak boleh melibatkan anak-anak dalam sebuah aksi panggung". Lagu ini tidak sekadar menjadi hits; ia menjadi fenomena internasional. Ia meroket ke posisi ketiga di Dutch Top 40 dan bertahan selama 13 pekan. Kesuksesannya membawa Oscar Harris bertur ke berbagai negara, termasuk Israel, Indonesia, dan Afrika. Di Indonesia, lagu ini disambut dengan luar biasa. Oscar bahkan menciptakan versi bahasa Indonesianya dengan judul "Lagu untuk Anak-anak", serta lagu-lagu berbahasa Indonesia lainnya seperti "Sandy" dan "Oh Tuhan". Ia juga menulis dan menyanyikan lagu "Nyanyian untuk Anak-anak" dan "Betapa Indahnya Indonesia". Sebuah pencapaian yang mengubah seorang musisi Suriname-Belanda menjadi ikon di Nusantara. "Song for the Children" menjadi mahakarya yang melampaui Oscar Harris sendiri. Di Indonesia, lagu ini menjadi salah satu lagu nostalgia yang paling dikenang, dinyanyikan oleh anak-anak dan orang dewasa dari generasi ke generasi. Oscar Harris, yang kemudian sering tampil di Indonesia, membuktikan bahwa sebuah lagu tentang anak-anak bisa menjadi doa yang didengar oleh jutaan orang di seluruh dunia. Lagu ini mengajarkan bahwa musik tidak mengenal batas geografis, dan bahwa pesan tentang harmoni dan kebaikan untuk anak-anak adalah bahasa universal. Hingga kini, ketika lirik "Follow me, trust in me" bergema, pendengar masih larut dalam satu kesadaran: bahwa kadang, lagu paling abadi adalah lagu yang ditulis bukan untuk orang dewasa, melainkan untuk mereka yang akan mewarisi dunia ini. Visual Discography: Oscar Harris – Song for the Children (Single) Dirilis tahun 1980 oleh Ariola Music Benelux B.V. (katalog 101.048) dan Strand Records (6.12767 AC). Tersedia dalam format Vinyl 7", 45 RPM. Sampul single menampilkan desain sederhana khas era 80an dengan nuansa ceria yang mencerminkan semangat lagu. Karya visual yang polos namun memikat ini menjadi pintu gerbang bagi sebuah perjalanan yang melintasi tiga benua, mengingatkan bahwa kadang, lagu terbaik adalah lagu yang dinyanyikan untuk anak-anak, dan menjadi doa yang tak pernah usai di hati mereka yang mendengarnya.

About