@qu__068: ﴿ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَيُّ ٱلۡقَيُّومُۚ لَا تَأۡخُذُهُۥ سِنَةٞ وَلَا نَوۡمٞۚ﴾ . . #ياسر_الدوسري #قران #quran #قران_كريم #يوم_الجمعه

QURAN
QURAN
Open In TikTok:
Region: EG
Thursday 02 July 2026 15:59:45 GMT
91899
14207
127
335

Music

Download

Comments

user4i8skj0fxc
Aأبو عبدو A :
اللهم أنك عفوا تحب العفو فاعف عنا يارب
2026-07-10 03:45:14
4
captin_marwan7
🍂[𝝡]🍂 :
جزاك الله الجنة🌹
2026-07-14 21:09:09
3
.a34332
انا وحبيبي ،A :
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد
2026-07-03 00:41:22
3
nno_h123
المهره الجموح❤ :
لاحول ولاقوة الا بالله العلي العظيم
2026-08-27 02:12:36
0
23a_t6
٭ं عـلـي ं٭ :
ياالله
2026-07-08 19:01:52
2
ma_21na
🌹سديم 🌹 :
سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم
2026-07-08 13:45:41
3
user8150578398501
محمد العربي 🤍 :
بسم لله ما شاء الله
2026-07-03 07:58:36
2
.yousef1859
👑Yousef👑 :
الحمدلله
2026-08-14 02:26:38
0
user1049329767577
ابراهيم :
:اللهم أنك عفوا تحب العفو فاعف عنا يارب
2026-07-11 15:30:56
3
user1046684670057
فيصل محمد :
اللهم صلي على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين
2026-07-12 05:45:12
2
user9652573736356
محمد ابو كيان 🌀 :
﴿ لَا تَدْرِي لَعَلَاللَهَيُحْدِثُبَعْدَذَٰلِكَأَمْرًا ﴾ اللهُم إنّي لا أعلم ما تخبئه لي الأيام، لكنّي أعلم أنك أرحم الراحمين، وأكرم الأكرمين، وأنك لا تُقدّر لعبدك إلا الخير. اللهُم إني أسألك من خير ما سيأتي، وأعوذ بك من شر ما خفي عني، اللهُم ارضني بما كتبت، واملأ قلبي يقينًا بأن ما عندك خير وأبقى.
2026-07-13 05:24:10
1
user6320388818856
محمد سليم :
الله عليك
2026-07-05 07:28:10
1
eeaad.eead
eeaad Eead :
شيخ ياسر الدوسري دعواتك لي واتمنى صلاة ورائك بالحرم الشريف🤲
2026-08-22 17:09:32
0
user2024028306532
كبرياء رجل :
اللهم صلي وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين
2026-07-08 12:01:52
1
www.tiktok.comtulips
tulips 🌷 :
Alhamdulillah Aamiin Aamiin Ya Rabbal Alamein 🥰🥰🥰🥰🥰
2026-07-03 11:45:39
1
.yousef1859
👑Yousef👑 :
سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم
2026-08-14 02:26:31
0
cockowwawa100
mohamed saudi :
صدق الله العظيم
2026-07-21 01:12:22
0
basmatt_amal
Basmat Tafaoul :
يارب سامحني على كل قران تخطيته وسامحني على كل صلاه اخرتها وتخطيتها وسامحني على كل سب وشتم شتمته وسامحني على كل صلاه اسرعت فيها لي ولكل من كتب امين🤍
2026-07-23 18:37:17
0
ia_rrii0
ياسر الجبوري :
سباحن الله والله مصلي علامحمدوالي محمد
2026-08-08 00:17:49
0
zoza.ali927
Zoza Ali :
يارب
2026-08-30 06:41:08
0
najmadinhsaid
Najmadin H. Said :
جزاک اللە
2026-07-25 18:06:53
0
To see more videos from user @qu__068, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dalam kajian dan pemaparan neurosains Islami oleh dr. Aisah Dahlan, CHt., CM.NLP, rentang usia 45 hingga 50 tahun merupakan fase transisi biologis, psikologis, dan spiritual yang sangat signifikan bagi pasangan suami istri. ​Pada fase ini, perubahan hormon serta dinamika keluarga yang memuncak kerap menimbulkan tantangan khas dalam rumah tangga. ​1. Perubahan Hormonal & Neurologis ​Istri (Menjelang / Menghadapi Menopause):  ​Penurunan hormon estrogen memicu gejala fisik seperti hot flashes (rasa panas mendadak), tubuh mudah lelah, dan perubahan suasana hati (mood swings). ​Secara neurosains, penurunan estrogen membuat area otak pengatur emosi lebih sensitif. Hal ini sering kali menyebabkan istri menjadi lebih cepat cemas, sensitif, atau merasa kurang percaya diri dengan bentuk tubuhnya. ​Suami (Andropause):  ​Penurunan hormon testosteron terjadi secara bertahap. ​Penurunan ini dapat mengurangi stamina, mempengaruhi dorongan seksual, serta terkadang memicu penurunan rasa percaya diri pada pria. ​2. Fenomena Empty Nest Syndrome & Fase Krisis Paruh Baya ​Anak-Anak Mulai Dewasa dan Mandiri:  ​Pada usia ini, anak-anak umumnya sudah mulai berkuliah, bekerja, atau menikah. ​Suasana rumah yang tadinya ramai perlahan berubah menjadi sepi. Jika selama ini komunikasi suami istri hanya berpusat pada urusan pengasuhan anak, berkurangnya keberadaan anak dapat memunculkan rasa canggung atau jarak emosional di antara keduanya. ​Pencarian Makna Hidup (Midlife Crisis):  ​Suami atau istri sering kali mulai mengevaluasi pencapaian hidup, karier, dan sisa usia. Jika tidak dikomunikasikan dengan baik, fase pencarian makna ini bisa memicu kejenuhan terhadap rutinitas pernikahan. ​3. Perbedaan Karakter Komunikasi Otak Pria & Wanita ​dr. Aisah Dahlan sering menekankan perbedaan struktur otak antara pria dan wanita yang tetap berdampak pada fase usia ini: ​Susunan Saraf Otak (Corpus Callosum): Otak wanita memiliki sambungan antar-belahan yang lebih tebal, sehingga wanita memproses emosi dan kata-kata dengan jauh lebih detail. Saat menghadapi perubahan emosi di usia 45–50 tahun, istri sangat membutuhkan apresiasi verbal dan penerimaan emosional. ​Kebutuhan Dasar Pria: Otak pria sangat peka terhadap rasa dihargai dan diakui posisinya sebagai pemimpin rumah tangga. Tantangan fisik atau karier di usia paruh baya membuat suami sangat membutuhkan dukungan serta rasa hormat dari istri. ​Solusi & Pendekatan Menurut Kajian dr. Aisah Dahlan ​Saling Memahami Perubahan Biologis: Menyadari bahwa perubahan emosi atau fisik pasangan adalah proses alami tubuh (faktor hormonal), bukan semata-mata bentuk pengurangan rasa sayang. ​Memperbarui Komunikasi Intim (Re-bonding): Memanifestasikan kembali waktu berkualitas bersama (quality time) khusus berdua tanpa dibayang-bayangi urusan anak, guna mempererat kehangatan emosional. ​Menguatkan Visi Spiritual Paruh Baya: Mengalihkan fokus ikatan rumah tangga dari sekadar pemenuhan kebutuhan fisik menuju ikatan ibadah, saling memaafkan, dan saling menuntun menuju masa tua yang sakinah, mawaddah, warahmah. #pasangan  #draisahdahlan  #cobaanrumahtangga  #suamiistrii
Dalam kajian dan pemaparan neurosains Islami oleh dr. Aisah Dahlan, CHt., CM.NLP, rentang usia 45 hingga 50 tahun merupakan fase transisi biologis, psikologis, dan spiritual yang sangat signifikan bagi pasangan suami istri. ​Pada fase ini, perubahan hormon serta dinamika keluarga yang memuncak kerap menimbulkan tantangan khas dalam rumah tangga. ​1. Perubahan Hormonal & Neurologis ​Istri (Menjelang / Menghadapi Menopause): ​Penurunan hormon estrogen memicu gejala fisik seperti hot flashes (rasa panas mendadak), tubuh mudah lelah, dan perubahan suasana hati (mood swings). ​Secara neurosains, penurunan estrogen membuat area otak pengatur emosi lebih sensitif. Hal ini sering kali menyebabkan istri menjadi lebih cepat cemas, sensitif, atau merasa kurang percaya diri dengan bentuk tubuhnya. ​Suami (Andropause): ​Penurunan hormon testosteron terjadi secara bertahap. ​Penurunan ini dapat mengurangi stamina, mempengaruhi dorongan seksual, serta terkadang memicu penurunan rasa percaya diri pada pria. ​2. Fenomena Empty Nest Syndrome & Fase Krisis Paruh Baya ​Anak-Anak Mulai Dewasa dan Mandiri: ​Pada usia ini, anak-anak umumnya sudah mulai berkuliah, bekerja, atau menikah. ​Suasana rumah yang tadinya ramai perlahan berubah menjadi sepi. Jika selama ini komunikasi suami istri hanya berpusat pada urusan pengasuhan anak, berkurangnya keberadaan anak dapat memunculkan rasa canggung atau jarak emosional di antara keduanya. ​Pencarian Makna Hidup (Midlife Crisis): ​Suami atau istri sering kali mulai mengevaluasi pencapaian hidup, karier, dan sisa usia. Jika tidak dikomunikasikan dengan baik, fase pencarian makna ini bisa memicu kejenuhan terhadap rutinitas pernikahan. ​3. Perbedaan Karakter Komunikasi Otak Pria & Wanita ​dr. Aisah Dahlan sering menekankan perbedaan struktur otak antara pria dan wanita yang tetap berdampak pada fase usia ini: ​Susunan Saraf Otak (Corpus Callosum): Otak wanita memiliki sambungan antar-belahan yang lebih tebal, sehingga wanita memproses emosi dan kata-kata dengan jauh lebih detail. Saat menghadapi perubahan emosi di usia 45–50 tahun, istri sangat membutuhkan apresiasi verbal dan penerimaan emosional. ​Kebutuhan Dasar Pria: Otak pria sangat peka terhadap rasa dihargai dan diakui posisinya sebagai pemimpin rumah tangga. Tantangan fisik atau karier di usia paruh baya membuat suami sangat membutuhkan dukungan serta rasa hormat dari istri. ​Solusi & Pendekatan Menurut Kajian dr. Aisah Dahlan ​Saling Memahami Perubahan Biologis: Menyadari bahwa perubahan emosi atau fisik pasangan adalah proses alami tubuh (faktor hormonal), bukan semata-mata bentuk pengurangan rasa sayang. ​Memperbarui Komunikasi Intim (Re-bonding): Memanifestasikan kembali waktu berkualitas bersama (quality time) khusus berdua tanpa dibayang-bayangi urusan anak, guna mempererat kehangatan emosional. ​Menguatkan Visi Spiritual Paruh Baya: Mengalihkan fokus ikatan rumah tangga dari sekadar pemenuhan kebutuhan fisik menuju ikatan ibadah, saling memaafkan, dan saling menuntun menuju masa tua yang sakinah, mawaddah, warahmah. #pasangan #draisahdahlan #cobaanrumahtangga #suamiistrii

About