@user150612018306: takut bgt diliatin

elen
elen
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 02 July 2026 16:12:14 GMT
12262
864
11
30

Music

Download

Comments

myloltprsa777
myloltprsaz777 :
ini terlalu keren
2026-07-02 17:31:43
1
eldpro_
eldd :
kok salting sih ?
2026-07-02 16:32:19
1
hepnhandsome5
hepnhandsome :
hmmm
2026-07-02 16:24:41
0
adit1_36
adit🎱 :
gercep ni ka tjia
2026-07-02 16:22:18
1
user4818045468342
DENDRI ANSYAH :
bening bgt
2026-07-02 16:25:31
0
exfrski_
risss :
ajak foto juga dong kak😍
2026-07-02 16:22:24
0
lomeria.m
meri :
KACAWWWW
2026-07-02 16:19:45
2
the_king_of_madagaskar
👑 :
kasi tau kalo dah agak rame ya.
2026-07-02 16:18:01
0
artupzzz3
artupzzz:) :
😁😁😁
2026-07-02 16:18:17
0
To see more videos from user @user150612018306, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Baca dibawah! Ilmuwan lebih memilih meneliti luar angkasa daripada lautan?!     Tekanan vs Hampa Udara.  ​Banyak orang mengira luar angkasa lebih sulit karena letaknya yang jauh, namun secara teknis, tekanan air di laut dalam jauh lebih sulit ditangani daripada ruang hampa udara di angkasa.    Perbedaan tekanan antara bagian dalam pesawat luar angkasa dan ruang hampa hanya 1 atmosfer. Desainnya fokus pada menahan tekanan agar tidak meledak keluar. ​   Di Palung Mariana tekanannya mencapai sekitar 1.000 atmosfer. Ini setara dengan seekor gajah yang berdiri di atas jempol kaki Anda. Desain kendaraannya harus sangat masif dan kuat agar tidak penyet ke dalam. ​    ​Di luar angkasa kita bisa melihat sangat jauh. Teleskop seperti James Webb bisa melihat galaksi yang berjarak jutaan tahun cahaya karena cahaya merambat dengan mudah di ruang hampa. ​Di lautan, cahaya tidak bisa menembus lebih dari beberapa ratus meter. Di laut dalam zona pelagis, kondisinya gelap gulita.  ​   Sinyal radio WiFi, GPS, komunikasi satelit tidak bisa merambat di dalam air. Memetakan dasar laut memerlukan sonar yang prosesnya jauh lebih lambat dan mahal dibandingkan memotret permukaan planet lain dari orbit. ​    ​Eksplorasi luar angkasa sering kali didorong oleh kepentingan militer, satelit komunikasi (GPS, internet), dan pemantauan iklim global. Teknologi yang lahir dari riset luar angkasa (seperti kamera HP, alat pemurni air, hingga material tahan panas) memiliki nilai komersial yang sangat besar. ​Eksplorasi laut dalam saat ini lebih banyak didorong oleh industri ekstraktif seperti pertambangan bawah laut dan minyak bumi, yang sering kali memiliki hambatan regulasi lingkungan yang sangat ketat. ​    ​Secara historis, menatap bintang-bintang telah menjadi bagian dari eksistensi manusia sejak ribuan tahun lalu. Ada narasi tentang
Baca dibawah! Ilmuwan lebih memilih meneliti luar angkasa daripada lautan?! Tekanan vs Hampa Udara. ​Banyak orang mengira luar angkasa lebih sulit karena letaknya yang jauh, namun secara teknis, tekanan air di laut dalam jauh lebih sulit ditangani daripada ruang hampa udara di angkasa. Perbedaan tekanan antara bagian dalam pesawat luar angkasa dan ruang hampa hanya 1 atmosfer. Desainnya fokus pada menahan tekanan agar tidak meledak keluar. ​ Di Palung Mariana tekanannya mencapai sekitar 1.000 atmosfer. Ini setara dengan seekor gajah yang berdiri di atas jempol kaki Anda. Desain kendaraannya harus sangat masif dan kuat agar tidak penyet ke dalam. ​ ​Di luar angkasa kita bisa melihat sangat jauh. Teleskop seperti James Webb bisa melihat galaksi yang berjarak jutaan tahun cahaya karena cahaya merambat dengan mudah di ruang hampa. ​Di lautan, cahaya tidak bisa menembus lebih dari beberapa ratus meter. Di laut dalam zona pelagis, kondisinya gelap gulita. ​ Sinyal radio WiFi, GPS, komunikasi satelit tidak bisa merambat di dalam air. Memetakan dasar laut memerlukan sonar yang prosesnya jauh lebih lambat dan mahal dibandingkan memotret permukaan planet lain dari orbit. ​ ​Eksplorasi luar angkasa sering kali didorong oleh kepentingan militer, satelit komunikasi (GPS, internet), dan pemantauan iklim global. Teknologi yang lahir dari riset luar angkasa (seperti kamera HP, alat pemurni air, hingga material tahan panas) memiliki nilai komersial yang sangat besar. ​Eksplorasi laut dalam saat ini lebih banyak didorong oleh industri ekstraktif seperti pertambangan bawah laut dan minyak bumi, yang sering kali memiliki hambatan regulasi lingkungan yang sangat ketat. ​ ​Secara historis, menatap bintang-bintang telah menjadi bagian dari eksistensi manusia sejak ribuan tahun lalu. Ada narasi tentang "menyelamatkan kemanusiaan" dengan menjadi spesies multi-planet yang sangat menjual secara politik dan pendanaan. Sementara itu, laut sering kali dianggap sebagai "halaman belakang" yang meskipun dekat, terasa kurang futuristik bagi sebagian orang. ​Lautan tidak diabaikan. Saat ini kita sedang berada di era "The Decade of Ocean Science" (2021-2030) yang dicanangkan PBB. #edukasi #lautan #alamsemesta #foryou #fyp

About