@otak_el_qiu_be: Malam itu udara Makkah terasa lebih dingin dari biasanya. Angin gurun berembus pelan melewati celah-celah rumah sederhana milik Rasulullah. Tak ada suara. Tak ada tawa. Tak ada percakapan panjang seperti hari-hari sebelumnya. Yang terdengar hanyalah helaan napas yang semakin pelan dari seorang wanita yang telah menghabiskan seluruh hidupnya untuk Islam, Sayyidah Khadijah. Wanita yang selama 25 tahun menjadi tempat Rasulullah pulang. Wanita yang selalu ada ketika dunia meninggalkannya. Malam itu tubuhnya terbaring lemah. Sangat lemah. Sementara Rasulullah ﷺ duduk di sampingnya. Tak beranjak sedikit pun. Sesekali ia menggenggam tangan istrinya. Tangan yang dulu menyerahkan seluruh hartanya demi dakwah. Tangan yang dulu mengusap tubuh beliau saat pulang dari Gua Hira dalam keadaan gemetar. Kini tangan itu mulai terasa dingin. Dan Rasulullah ﷺ menyadarinya. Mungkin saat itu hati ia mulai memahami sesuatu yang tidak ingin beliau terima. Bahwa perpisahan itu semakin dekat. Sangat dekat. Perlahan Sayyidah Khadijah membuka matanya. Ia memandang Fatimah yang duduk tak jauh darinya. Dengan suara yang hampir tak terdengar, ia berbisik, "Fatimah putriku..." Sayyidah Fatimah segera mendekat. Lalu Sayyidah Khadijah berkata, "Aku merasa ajalku sudah dekat." Kalimat itu membuat dunia seakan berhenti sesaat. Air mata Fatimah langsung menggenang. Namun kalimat berikutnya jauh lebih menghancurkan hati. "Tolong mintakan kepada ayahmu sorban yang biasa beliau gunakan saat menerima wahyu. Aku ingin itu menjadi kain kafanku." Fatimah menunduk. Dadanya terasa sesak. Karena ia tahu siapa wanita yang sedang berbicara di hadapannya. Ini adalah Khadijah. Wanita yang pernah memiliki begitu banyak harta. Wanita yang menghabiskan seluruh kekayaannya untuk Islam hingga nyaris tak menyisakan apa pun bagi dirinya sendiri. Namun di penghujung hidupnya, ia hanya meminta sehelai sorban. Hanya sehelai sorban. Bukan rumah. Bukan emas. Bukan balasan atas seluruh pengorbanannya. Seolah dunia memang tidak pernah berarti baginya. Seolah satu-satunya yang ingin ia bawa menuju kuburnya adalah kenangan tentang lelaki yang dicintainya karena Allah. Ketika permintaan itu sampai kepada Rasulullah, kepala beliau tertunduk. Tak ada yang tahu betapa sesaknya dadanya saat itu. Di hadapannya terbaring wanita yang selalu percaya ketika seluruh manusia meragukan. Wanita yang menghibur ketika seluruh manusia menyakiti. Wanita yang memberi ketika yang lain menahan. Namun wanita sebesar itu, tidak meminta apa-apa selain sehelai sorban. Lalu Rasulullah mendekat. Suaranya bergetar. "Wahai Khadijah... Allah mengirimkan salam untukmu." Khadijah tersenyum. Senyum yang sangat tipis. Namun cukup untuk membuat semua yang ada di ruangan itu menangis. Karena mereka tahu, tak lama lagi senyum itu akan menjadi kenangan. "Dan Allah telah menyiapkan surga untukmu." Air mata mulai jatuh dari wajah Fatimah. Ruangan itu semakin sunyi. Begitu sunyi. Sampai-sampai suara napas Khadijah yang semakin pelan terdengar jelas. Kemudian dengan kepala yang berada di dekat Rasulullah, dengan tangan yang masih berada dalam genggaman Rasul, Sayyidah Khadijah mengembuskan napas terakhirnya. Perlahan. Tenang. Seolah seorang musafir yang akhirnya tiba di rumah setelah perjalanan yang sangat panjang. Saat itu tak ada yang sanggup berkata-kata. Fatimah menangis. Orang-orang di rumah itu menangis. Dan Rasulullah, ia hanya memeluk jasad Khadijah erat-erat. Sangat erat. Seakan berharap waktu berhenti bergerak. Seakan berharap kematian membatalkan keputusannya. Namun waktu terus berjalan. Dan wanita yang menemani beliau selama seperempat abad itu benar-benar telah pergi untuk selamanya. Ia memandang wajah Khadijah untuk terakhir kalinya. Wajah yang dulu menyambutnya setiap kali pulang. Wajah yang dulu berkata, "Aku percaya kepadamu." Lalu dengan suara yang dipenuhi tangis, Rasulullah ﷺ berkata, "Wahai Khadijah, demi Allah aku tidak akan pernah mendapatkan wanita sepertimu."
Otak.eL.Qiu.Be🪖
Region: MY
Thursday 02 July 2026 16:34:13 GMT
Music
Download
Comments
fahbo :
Doa untuk Saudara Islam di Palestine.
Hasbunallahu wani'mal waqil..Rabbi yassir wala tu’assir rabbi tammim bil khair
“ربي يسر ولا تعسر ,ربي تمم بالخير”
"Ya Allah permudahkanlah jangan dipersulitkan dan Kau akhirkanlah dengan kebaikan."bi yassir wala tu’assir rabbi tammim bil khair...
🙏🙏🙏🙏🙏
2026-07-02 18:31:39
11
Nuruladif :
izin dshere kk🙏
2026-07-02 18:25:40
3
ACHUY :
2026-08-23 04:54:42
0
Sanny :
Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad....Amin...Amin...Amin ya Rabbal Alamin🤲🤲🤲🌹🌹🌹
2026-07-03 22:51:57
2
Ulis Royani :
allohumma sholi alla sayyidina MUHAMMAD😍
2026-08-21 13:45:47
0
Mamah Zidan :
Allahuma sholliala sayyidina muhammad waala ali sayyidina muhammad
2026-08-04 07:38:37
1
🅱🅴🅻🅰🅺🅰🆂🆄🆃🅰 :
ya Allah 🥲🥲🥲🥲
Allahumasholiallasayidina muhammad waalaali Sayidina muhammad 🤲🤲🤲🤲🤲♥️♥️♥️♥️♥️♥️😭😭😭😭😭😭
2026-07-03 09:39:47
5
♓Pria LA (ARBITRER)🥀🥀🦋🦋♓ :
Allah Huma Soli Allah Sayidin Muhammad Wa Allah Alihi Sayidin Panatagama
2026-08-04 12:14:00
0
USJ 🕊 :
ya Allah 😭😭😭
Allahumasholiallasayidina muhammad waalaali Sayidina muhammad 🤲🤲🤲🤲🤲♥️♥️♥️♥️♥️♥️😭😭😭😭😭😭
2026-08-20 11:51:48
0
Teguh Arif :
salam alaika ya sayyidah khodijah salam alaika ya rosullah saw, allahuma sholi alaa sayyidina muhammad, salam kekasih allah swt pemimpin kaum muslimin muslimat manusia suci pemberi syafa'at 😭😭😭🤲🏼
2026-07-04 03:01:12
3
Komo Dalisemar :
Allahumma sholi ala Sayyidina Muhamad wa'ala ali sayyidina Muhamad😳😳😳😳
2026-07-04 01:17:49
1
AGiNG FARFiE... :
Subhanallah Mashaa Alloh
2026-08-22 18:48:25
0
Pilot Darat :
izin share bang👃
2026-08-06 02:00:32
1
Ali Akbar :
Allah humma sholiala Muhammad
2026-08-20 01:34:57
0
Bunda Nur :
Assalamualaikum ya Sayyidah khadihah, ya kekasih Rasullulah, ya guruku ya ratu surgaku. semoga kelak berkenan memanggil namaku di surga, Aamiin ya ra Robbal Aalamiin 🤲🤲🤲
2026-07-03 06:33:05
5
Don :
NEGARA YG SESUNGGUH NYA ADALAH SYURGA. NYA BAGI HAMBA2 ALLAH YG PATUH DAN TAAT ATAS PERINTAH NYA.
2026-08-14 04:36:24
0
fadlanqamara :
pengennya ada gerakan perubahan di Konoha mustahil tanpa pengorbanan.. ya contoh vt ini rekam jejak Rosulullah beliau berani berkorban demi perubahan politik akhlak mulia di jajirah Arab sama halnya ali Khomaini revolusi perubahan politik keislaman di Iran.. kalo perubahan sekarangmah ngandelin di sokong di sanjung merasa sipaling cerdas sipaling alim si paling Paseh ngmong inggris arab.. deuch..
2026-08-08 03:16:23
0
Nuruladif :
bismillahirrahmanirrahim,allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa'ala ali sayyidina muhammad🤲🤲🤲💚💚💚
2026-07-02 18:24:17
2
Dato' MA Abbas :
MasyaAllah
2026-08-08 01:59:47
0
Sil :
mudahan hamba bisa menjadi wanita Sholehah untuk suamiku kelak nya Rabb ❤️❤️❤️❤️🤲🤲🤲
2026-08-07 12:17:30
0
Lilik Widjiati :
Wanita kaya raya tetapi berakhlak Zuhud...rela harta nya habis utk dakwah Rosulullah...wanita mulia kecintaannya Nabi... Sayyidah Khodijah.
2026-08-08 02:26:38
2
Daun Kahuripan :
Assalamu'alaika yaa Rosulullooh.. Assalamu'alaika Yaa Sahiddah Khadijah😘🥰
2026-08-22 02:22:33
2
Selalu Ada Untukmu🫰 :
اللهمّصلّي على سيدنا محمد وعلي علي سيدنا محمد صلّى الله عليه وسلّم السلام عليكم يا رسول الله.
2026-08-20 02:32:59
0
Firman Iman :
subhanalloh
2026-08-08 14:42:44
0
Adhi Maungsulbar :
assalamualaiki ya sayyidah khodijahtul kubro🤲😭😭😭
2026-07-02 19:36:38
0
To see more videos from user @otak_el_qiu_be, please go to the Tikwm
homepage.