@marinamalonn: Mon partenaire, mon soutien ❤️#amour #complicité #handicap

Paillette💖
Paillette💖
Open In TikTok:
Region: FR
Thursday 02 July 2026 20:24:09 GMT
15510
839
68
16

Music

Download

Comments

user1103402778581
Patrick Nigrelli :
👍👍👍👍👍
2026-07-19 20:05:20
0
motarde_02
Motarde_02 :
tellement mignon 😍
2026-07-25 05:51:13
0
alex542420
alex54 :
c'est trop mignon
2026-07-24 20:28:00
0
ma.liberte_14
babista :
dieu vous bénisse et protège votre amour quil soit éternel. 2 âmes qui ceux son rencontré,sais le plus beau cadeau ❤️
2026-07-02 20:41:50
6
levis.sangalo3
sylver973🇬🇾🐊🗼 :
magnifique😅😅😅
2026-07-25 10:06:53
0
teleia058
teleia :
2026-07-25 14:45:26
0
marlene.dumoulin
Marlene Dumoulin :
Soyez heureux très jolie couple 💕💕💕💕🍀🥰
2026-07-02 20:54:03
3
mia912674
mia :
jolie couple vous envoyé que du bonheur ❤️🥰remplie de joie ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2026-07-27 14:17:00
0
papillon_bleu69
papillon_Bleu69 :
Je vous souhaite encore plein de bonnes choses,magnifiques couples qui traverse des épreuves difficiles ❤️❤️❤️🥰🥰🥰
2026-07-03 10:27:00
4
lilou2629
lilou :
👍❤️félicitations à vous deux et votre fils c est rare des hommes comme votre mari 👍👍❤️
2026-07-05 19:31:23
2
davidparis618
david paris618 :
tellement vous êtes beaux ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2026-07-17 02:58:59
1
mariedossantos4102
Tina_18,04,2020 :
courage a vous 🙏
2026-07-19 19:59:29
0
mumu74946
mumu :
Bisous Nordine Mumu ☺️😍
2026-07-03 09:16:02
1
patriciakocher8
patriciakocher8 :
Marina tu mérites largement d’être heureuse ❤️🙏❤️‍🩹
2026-07-13 11:51:23
1
ladue31
Ladơuč̣e :
👏❤️on voit le vrai amour
2026-07-29 07:53:43
0
fannymarie42
Fany douce 🇨🇵#Teampaillettes :
vous êtes magnifique. super couple. soyez heureux longue vie à vous plen d amour 😘🥰🥰🫂💞
2026-07-05 06:26:13
0
lion.kc.prioul
Lion KC Prioul :
respect a cet homme 🙏🏿❤️une homme rare 🥰 très beau couple vraiment ❤️votre complicité est incroyable 🙏🥰🥰❤️et il a une magnifique femme également 🤝🙏 longue vie a vous deux 🙏
2026-07-27 19:31:44
0
sonibensonibenson
VIVE LA SINCÉRITÉ ❤️🇩🇿❤️ :
❤️❤️❤️❤️❤️
2026-07-02 20:41:58
0
choupette6400
choupette :
L’amour est merveilleux ❤️❤️❤️❤️et nous donne des ailes
2026-08-01 20:15:37
0
strasbourgenforce
meli melo du 67 alsacienne :
tes une belke femle courageuse
2026-07-07 19:29:56
0
celinmnnpuh
ScorpionneCC 🇵🇹🇵🇹 :
belle relation
2026-07-29 13:44:12
0
gaga42766
gaga42 :
magnifique ❤️
2026-07-19 07:11:10
0
paolyna23
Paoline :
Beaucoup de bonheur à toi Marine 🫶🏼✨
2026-07-18 18:01:30
0
giovinagaspari
Giovina Gaspari :
soyez heureux ❤️😘
2026-07-16 20:20:50
0
dolphine.creas17
🐬dolphine.creas17🪡👑 :
oh La Rochelle profiter bien 🥰
2026-07-02 20:55:39
0
To see more videos from user @marinamalonn, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ontologis SAG: “Sell sebelum buy” dalam SAG bukan menjual aset yang belum dimiliki, melainkan membuka posisi pada suatu relasi kontraktual yang merepresentasikan eksposur terhadap perubahan nilai referen; karena itu persoalan hukumnya tidak boleh langsung dipetakan kepada bay‘ mā lā yamlik sebelum dibuktikan bahwa relasi tersebut secara ontologis memang merupakan jual-beli atas aset. Kalau kita ingin membedah hakikat kontrak SAG, jangan mulai dari nama “buy”, “sell”, “futures”, “leverage”, atau “derivatif”. Mulai dari apa yang secara nyata lahir dari akad. 1.  Apa yang sebenarnya menjadi objek akad? Tanyakan: Ketika akad terjadi, apa yang satu pihak berikan dan apa yang pihak lain peroleh? Kemungkinannya berbeda: ‘ayn → barang/aset manfa‘ah → manfaat dayn → piutang/kewajiban utang haqq → hak kontraktual atau posisi/kewajiban kontraktual atas perubahan suatu nilai Ini titik pertama. 2. Apa yang berpindah ketika kontrak dibuat? Ini sangat tajam. Misalnya seseorang klik SELL. Tanyakan: Apa yang berpindah dari trader kepada lawan kontraknya pada saat itu? Apakah: emas? hak kepemilikan emas? surat kepemilikan? piutang? atau tidak ada barang yang berpindah sama sekali, melainkan terbentuk posisi kontraktual? Kalau tidak ada perpindahan aset, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa itu jual-beli aset. Tapi juga jangan buru-buru menyimpulkan bahwa itu bukan jual-beli. Kita masih harus melihat struktur berikutnya. 3.  Apa kewajiban masing-masing pihak? Lalu tanyakan: Apakah salah satu pihak berkewajiban menyerahkan aset tertentu? Kalau jawabannya tidak, tetapi kewajibannya hanya berupa pembayaran/penyelesaian selisih berdasarkan perubahan nilai, maka ontologinya mulai terlihat berbeda dari jual-beli barang biasa. 4.  Bagaimana posisi SELL diselesaikan? Ini yang harus dibongkar secara teknis. Misalnya: SELL → harga turun → untung Pertanyaannya bukan: “Dia jual apa?” Tetapi: “Hak dan kewajiban apa yang lahir dari posisi SELL itu, dan bagaimana kewajiban tersebut berakhir?” Kalau ditutup dengan posisi lawan atau offset, maka kita perlu melihat apakah: SELL → kontrak → perubahan nilai → offset → net settlement atau sebenarnya: SELL → kewajiban menyerahkan aset → settlement Dua struktur tersebut secara ontologis tidak identik. 5.  Apakah ada milk yang berpindah? Ini kemudian menghubungkan ontologi dengan fikih. Tanyakan: Apakah transaksi tersebut menghasilkan perpindahan milk atas objek tertentu? Kalau iya, kita perlu menguji hukum jual-belinya. Kalau tidak, maka pertanyaannya berubah: Apa jenis hak dan kewajiban yang sebenarnya dipertukarkan? Di sinilah istilah “sell sebelum buy” perlu dibedah, karena sell sebagai tombol/interface belum tentu identik dengan bay‘ dalam pengertian fikih. 6.  Apa yang menjadi referensi nilai, dan apa yang menjadi objek akad? Ini harus dipisahkan dengan sangat tegas: Emas ≠ harga emas ≠ kontrak atas harga emas. Contohnya: Emas = aset Harga emas = referen nilai Kontrak = hubungan hak dan kewajiban Tetapi jangan berhenti pada formula itu. Kita harus membuktikan secara empiris bahwa kontraknya memang demikian. Kalau ternyata kontrak tersebut pada hakikatnya memberikan hak atas emas atau mewajibkan penyerahan emas, maka emas kembali menjadi objek akad. Jadi referen nilai bukan mantra untuk menghindari hukum jual-beli. 7.  Terakhir: uji “kalau nama produknya dihapus” Bayangkan semua istilah platform dihapus: tidak ada “BUY” tidak ada “SELL” tidak ada “futures” tidak ada “leverage” tidak ada “derivative”. Yang tersisa hanya: A berjanji apa kepada B? B berhak memperoleh apa dari A? Kapan hak itu lahir? Kapan kewajiban itu lahir? Apa yang menentukan besar kewajibannya? Bagaimana kontrak berakhir? Apa yang benar-benar berpindah? Nah. Itulah kontraknya. Nama produknya baru kita kembalikan setelah struktur hakikatnya selesai. Maka metode SAG-nya bisa diringkas: Nama → jangan langsung dihukumi. Mekanisme → jangan langsung dikategorikan. Hak dan kewajiban → petakan. Objek → identifikasi. Perpindahan → buktikan. Settlement → telusuri. Baru setelah itu → takhrīj fiqh. #sag #trader #trading #fikih #filsafat
Ontologis SAG: “Sell sebelum buy” dalam SAG bukan menjual aset yang belum dimiliki, melainkan membuka posisi pada suatu relasi kontraktual yang merepresentasikan eksposur terhadap perubahan nilai referen; karena itu persoalan hukumnya tidak boleh langsung dipetakan kepada bay‘ mā lā yamlik sebelum dibuktikan bahwa relasi tersebut secara ontologis memang merupakan jual-beli atas aset. Kalau kita ingin membedah hakikat kontrak SAG, jangan mulai dari nama “buy”, “sell”, “futures”, “leverage”, atau “derivatif”. Mulai dari apa yang secara nyata lahir dari akad. 1. Apa yang sebenarnya menjadi objek akad? Tanyakan: Ketika akad terjadi, apa yang satu pihak berikan dan apa yang pihak lain peroleh? Kemungkinannya berbeda: ‘ayn → barang/aset manfa‘ah → manfaat dayn → piutang/kewajiban utang haqq → hak kontraktual atau posisi/kewajiban kontraktual atas perubahan suatu nilai Ini titik pertama. 2. Apa yang berpindah ketika kontrak dibuat? Ini sangat tajam. Misalnya seseorang klik SELL. Tanyakan: Apa yang berpindah dari trader kepada lawan kontraknya pada saat itu? Apakah: emas? hak kepemilikan emas? surat kepemilikan? piutang? atau tidak ada barang yang berpindah sama sekali, melainkan terbentuk posisi kontraktual? Kalau tidak ada perpindahan aset, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa itu jual-beli aset. Tapi juga jangan buru-buru menyimpulkan bahwa itu bukan jual-beli. Kita masih harus melihat struktur berikutnya. 3. Apa kewajiban masing-masing pihak? Lalu tanyakan: Apakah salah satu pihak berkewajiban menyerahkan aset tertentu? Kalau jawabannya tidak, tetapi kewajibannya hanya berupa pembayaran/penyelesaian selisih berdasarkan perubahan nilai, maka ontologinya mulai terlihat berbeda dari jual-beli barang biasa. 4. Bagaimana posisi SELL diselesaikan? Ini yang harus dibongkar secara teknis. Misalnya: SELL → harga turun → untung Pertanyaannya bukan: “Dia jual apa?” Tetapi: “Hak dan kewajiban apa yang lahir dari posisi SELL itu, dan bagaimana kewajiban tersebut berakhir?” Kalau ditutup dengan posisi lawan atau offset, maka kita perlu melihat apakah: SELL → kontrak → perubahan nilai → offset → net settlement atau sebenarnya: SELL → kewajiban menyerahkan aset → settlement Dua struktur tersebut secara ontologis tidak identik. 5. Apakah ada milk yang berpindah? Ini kemudian menghubungkan ontologi dengan fikih. Tanyakan: Apakah transaksi tersebut menghasilkan perpindahan milk atas objek tertentu? Kalau iya, kita perlu menguji hukum jual-belinya. Kalau tidak, maka pertanyaannya berubah: Apa jenis hak dan kewajiban yang sebenarnya dipertukarkan? Di sinilah istilah “sell sebelum buy” perlu dibedah, karena sell sebagai tombol/interface belum tentu identik dengan bay‘ dalam pengertian fikih. 6. Apa yang menjadi referensi nilai, dan apa yang menjadi objek akad? Ini harus dipisahkan dengan sangat tegas: Emas ≠ harga emas ≠ kontrak atas harga emas. Contohnya: Emas = aset Harga emas = referen nilai Kontrak = hubungan hak dan kewajiban Tetapi jangan berhenti pada formula itu. Kita harus membuktikan secara empiris bahwa kontraknya memang demikian. Kalau ternyata kontrak tersebut pada hakikatnya memberikan hak atas emas atau mewajibkan penyerahan emas, maka emas kembali menjadi objek akad. Jadi referen nilai bukan mantra untuk menghindari hukum jual-beli. 7. Terakhir: uji “kalau nama produknya dihapus” Bayangkan semua istilah platform dihapus: tidak ada “BUY” tidak ada “SELL” tidak ada “futures” tidak ada “leverage” tidak ada “derivative”. Yang tersisa hanya: A berjanji apa kepada B? B berhak memperoleh apa dari A? Kapan hak itu lahir? Kapan kewajiban itu lahir? Apa yang menentukan besar kewajibannya? Bagaimana kontrak berakhir? Apa yang benar-benar berpindah? Nah. Itulah kontraknya. Nama produknya baru kita kembalikan setelah struktur hakikatnya selesai. Maka metode SAG-nya bisa diringkas: Nama → jangan langsung dihukumi. Mekanisme → jangan langsung dikategorikan. Hak dan kewajiban → petakan. Objek → identifikasi. Perpindahan → buktikan. Settlement → telusuri. Baru setelah itu → takhrīj fiqh. #sag #trader #trading #fikih #filsafat

About