@sarah.national1: #viralvideo

Sarah chou national❤️❤️❤️
Sarah chou national❤️❤️❤️
Open In TikTok:
Region: CI
Friday 03 July 2026 00:33:27 GMT
136326
12794
601
237

Music

Download

Comments

le.djara.fra
Cheick Ibrahim Doumbia :
Tu as perdu son numéro
2026-07-03 08:05:27
134
nadytoure4
Nady :
J’ai l’impression que c’est une mise en scène
2026-07-03 11:43:54
28
miss.traore289
M.T🧚🏻‍♂️🫦 :
J’ai tellement honte 😭
2026-07-03 09:22:39
35
assetou.sanogo305
🌸𝐀𝐬𝐬𝐢𝐫𝐚💨 :
Ma chérie tu as déjà perdu ❤️
2026-07-03 09:55:41
18
assetou.coulibaly48
Assetou Coulibaly :
mais ma chérie tu ne peux pas parler avec ton gar en interne waaaa
2026-07-03 02:02:35
44
djeneboudoumbia857
je fais ma joie :
qui a remarqué que les deux dames se ressemble.
2026-07-03 09:07:41
17
lamtedubonheur2
LAMTÉ MIGNON SAPEUR✅💋 :
Falacha actuellement
2026-07-03 01:06:14
8
camaraseydoucamar
Camara Seydou :
Si sais ton mari vraiment parle avec lui a la maison
2026-07-03 10:10:45
8
bamba.sancho5
SANCHO BAMBA🥺🤲🏽🩸 :
Lui là c’est qui🤣🤣
2026-07-03 11:39:57
12
lechef.des.zombie
𝔹𝕖́𝕓𝕖́♨️𝕘𝕠𝕦𝕒𝕚𝕝𝕝𝕖́ :
Falacha actuellement
2026-07-03 06:50:05
17
al.hasn.bg
LASS BAGA ✅ :
tu n'es pas obligé de parler sur le réseau sociaux si c'est vrai qu'il est ton mari il faut lui parler à la maison
2026-07-03 10:06:57
8
officier387
🇩🇿officier DE GCB🇪🇸✊ :
elle dit quoi même
2026-07-03 01:49:39
9
laminetraore17707
laminetraore17707 :
soyez responsable et des personnes responsables et sages, l'éducation est le seuil de toute vie, soyez responsable
2026-07-03 00:48:18
12
diaby.massi
Asita Diaby :
il faut te respecter
2026-07-03 09:03:28
12
aboulecanadien24
abou🧿 le canadien 🇨🇦🎳🎳 :
Faut te respecter
2026-07-03 08:24:38
5
diallo78780
Empereur 🇲🇱🙏🏾🇨🇮 🇫🇷 :
I djou minai
2026-07-03 15:57:47
1
kra5500
CHARLY :
toi tu es qui pour le donné 24h
2026-07-03 06:49:37
5
riezseulement2
RIRE🤣IVOIRIEN🇨🇮 :
Mais c’est qui lui 😌😌😌
2026-07-03 17:00:21
2
haridiallo
Hari bijoux 🌺🥰 :
C’est buzz 🤣🤣🤣
2026-07-03 11:21:58
0
yaya.diallo802
Yaya Diallo :
🤟🤟ok
2026-07-03 11:21:33
1
youssouf.konate4153
Youssouf Konate4800 :
il n'ya rien dans la jalousie
2026-07-03 09:00:08
3
lagarediamy
LakareDiamy :
Si moi a ta place je parle pas je reste dn mon point
2026-07-03 14:31:18
2
user2434294278221
garçon 👦 Cœur blanc :
elle es jolie que toi oh ma chérie
2026-07-03 08:00:22
4
To see more videos from user @sarah.national1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About