@mocci.jaya: “Mana Lila, Dek?” tanya Mas Bayu. Suamiku. “Lila main bersama Ibu dan Mbak Ningsih di ruang tengah,” jawabku. “Ibu dan Mbak Ningsih?” tanya Mas Bayu. Terkejut. “Iya, Mas,” jawabku. “Kapan mereka datang?” tanya Mas Bayu sembari menaruh benda berbentuk persegi empat dengan warna hitam itu di atas meja riasku. “Baru saja,” jawabku sembari membuka kancing baju Mas Bayu. Setelah itu, aku membuka lemari untuk mengambilkan pakaian ganti buat Mas Bayu. “Mereka kok tidak memberi kabar sebelumnya jika akan datang ke rumah kita?” tanya Mas Bayu. “Entahlah!” jawabku sembari mengangkat kedua pundakku. Kemudian aku memberikan satu pasang pakaian ganti untuk Mas Bayu yang biasa ia pakai untuk sehari-hari di rumah. Mas Bayu pun menyambut satu pasang pakaian yang kupilihkan untuknya itu lalu segera mengenakannya. Aku segera membawa pakaian yang baru saja aku lepaskan dari tubuh Mas Bayu untuk ditaruh di dalam keranjang pakaian kotor dan tentunya asisten rumah tanggaku yang akan mencucinya. Bi Inah. Sebelum aku melangkah untuk keluar ruangan kamarku, mataku melirik pada sebuah tas kerja Mas Bayu yang ditaruh di atas meja riasku. “Kenapa Dek?” tanya Mas Bayu ketika aku menghentikan langkahku. “Besok tas untuk kerja diganti dengan tas yang satunya saja, ya. Tas ini sudah tiga hari Mas pakai. Sudah saatnya untuk dicuci,” jawabku. Aku pun memalingkan tubuhku lalu segera meraih tas yang berbentuk persegi empat itu. Kemudian aku mengeluarkan isinya terlebih dulu sebelum aku menaruhnya pada kerajang pakaian kotor. Mataku mengerjap ketika kulihat bukan hanya peralatan yang dipakai Mas Bayu untuk menyelesaikan pekerjaannya di kantor, tetapi juga ada dua pasang pakaian bayi di dalam tas Mas Bayu. “Mas ini buat Lila?” tanyaku. Setelah memakai pakaian ganti yang telah kuberikan padanya, Mas Bayu mengalihkan jawaban akan pertanyaanku itu. Ia segera melangkah untuk keluar dari ruang kamar dengan alasan untuk menemui Lila yang tengah asyik bermain dengan ibu dan Mbak Ningsih. Pintu kamar pun ia biarkan setengah terbuka. Ada dua pasang baju bayi dengan warna yang sama pula. Padahal aku tidak memiliki anak kembar. Namun, Mas Bayu membeli dua pasang baju bayi dengan ukuran dan warna yang sama pula. Aneh! Aku mencoba untuk tidak berpikiran buruk dulu pada laki-laki yang telah menikahiku empat tahun yang lalu ini. Mungkin saja dua pasang baju bayi ini sengaja dibeli Mas Bayu untuk keponakannya yang berada di luar kota. Dengar-dengar waktu itu Mbak Caya sedang mengandung anak keduanya sewaktu aku juga tengah mengandung anak pertamaku. Lila. Jika saudara sulung dari Mas Bayu itu sudah lahiran mungkin saja bayinya itu seumuran dengan Lila. Lagi pula semenjak lahiran, aku tidak pernah tahu lagi akan kabar dari kakak iparku itu. Aku terlalu sibuk untuk mengurus Lila tanpa harus memerlukan jasa pengasuh bayi. Setelah melahirkan Lila aku juga mengundurkan diri dari pekerjaanku yang dulunya sebagai seorang karyawan biasa di sebuah perusahaan yang sudah cukup maju di kota ini. Aku segera menaruh baju bayi itu di dalam lemari. Baju dan tas kerja Mas Bayu tadi segera kubawa ke dekat kamar mandi. Di sana ada sebuah keranjang untuk pakaian kotor yang nantinya jika penuh keranjang itu akan dicuci oleh Bi Inah. Aku membiarkan bayiku yang berusia empat bulan itu ditimang-timang oleh nenek, tante, dan ayahnya di ruang tengah. Aku tidak ingin mengganggu kebahagiaan mereka. Mas Bayu jarang sekali untuk bisa meluangkan waktunya dengan Lila karena ia si sibukkan dengan pekerjaan kantor yang begitu padat. Sejak kelahiran Lila ke muka bumi ini jabatan Mas Bayu pun naik. Kini Maa Bayu menjabat sebagai manajer pemasaran di sebuah perusahaan maju di kota ini sedangkan ibu mertuaku dan kakak iparku itu juga jarang sekali berkunjung ke rumah ini untuk menengok perkembangan Lila karena jarak rumah di antara kami cukup jauh dan harus memakan waktu yang berjam-jam lamanya. Tamat di kbm app Judul : Baju Bayi Penulis : Tuti Subekti
Mocci Jaya
Region: ID
Friday 03 July 2026 07:24:00 GMT
Music
Download
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @mocci.jaya, please go to the Tikwm
homepage.