@sao.molem: #saomolem #HuongTram #huongtramconcert #phaocuusinhconcert #gaiNghe

Sao Mờ Lem
Sao Mờ Lem
Open In TikTok:
Region: VN
Friday 03 July 2026 09:25:27 GMT
164
11
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @sao.molem, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov : Kamu terbiasa berjalan dua langkah di belakang Sean, sembari membawa tas, buku, dan printilan sekolahnya yang lain. Sebuah keharusan yang lahir dari sifat Sean yang dominan dan ketidakmampuanmu untuk berkata tidak.  Bel pulang sekolah berbunyi nyaring, memicu sorak-sorai riuh dari seluruh penjuru SMA Starling.
#pov : Kamu terbiasa berjalan dua langkah di belakang Sean, sembari membawa tas, buku, dan printilan sekolahnya yang lain. Sebuah keharusan yang lahir dari sifat Sean yang dominan dan ketidakmampuanmu untuk berkata tidak. Bel pulang sekolah berbunyi nyaring, memicu sorak-sorai riuh dari seluruh penjuru SMA Starling. "Bisa cepetan dikit nggak? lelet banget lo kayak siput," titah Sean ketus tanpa menoleh ke belakang. ​"Iya, bentar, Sean..." Kamu berjalan setengah berlari di belakangnya dengan napas terengah-engah, kedua lenganmu mendekap erat tumpukan buku cetak tebal bersampul keras, ditambah tas ransel hitam milik Sean yang bertengger di salah satu bahumu. Sementara Sean melangkah santai di koridor luar yang terhubung langsung dengan lapangan outdoor sekolah, membiarkan kedua tangannya bebas masuk ke dalam saku celana abu-abunya. Kamu mempercepat langkahmu. Namun sial, matamu terlalu fokus pada punggung lebar Sean hingga tidak memperhatikan permukaan lantai koridor yang sedikit tidak rata menjelang area lapangan. ​Ujung sepatumu tersangkut. Tubuhmu langsung kehilangan keseimbangan. ​Gubrak! ​Kamu terjatuh cukup keras dengan posisi berlutut di atas permukaan lapangan outdoor yang kasar. Bunyi debukan itu disusul oleh suara nyaring buku-buku cetak yang terlempar dan berserakan ke segala arah. ​Jantungmu mendadak berdegup dua kali lebih cepat. Rasa sakit di tubuhmu kalah telak oleh rasa panik yang tiba-tiba menyerang. Kamu tahu betul tabiat Sean Alistair, cowok itu paling tidak suka menunggu, dan dia paling benci ketidaksengajaan yang menghambat waktunya. ​Dengan tangan gemetar, kamu segera bergerak merangkak, mengumpulkan buku-buku yang berserakan tanpa berani mendongak. "Maaf, Sean maaf. Aku nggak sengaja, bentar lagi selesai—" Sean menghentikan langkahnya. Dia berbalik, berdiri menjulang di depanmu yang sedang berlutut. Wajahnya langsung menekuk kesal. ​"Lo punya mata nggak sih? Jalan di tempat rata kayak gini aja bisa jatoh," semburnya. "Bikin gue telat tau nggak? Gue ada jadwal tanding bentar lagi!" ​"Maaf..." cicitmu lagi. Kamu buru-buru meraih buku terakhir yang berada dekat dengan ujung sepatu kets mahalnya, mengabaikan rasa perih yang mulai berdenyut-denyut di kaki bawahmu. Sean menghela napas kasar, hendak mengeluarkan omelan selanjutnya. Namun, sebuah suara bariton yang tegas tiba-tiba terdengar dari arah pinggir lapangan. Langkah kaki yang tergesa mendekat, dan sedetik kemudian, sesosok cowok berwajah teduh dengan ban lengan bertuliskan ketua OSIS sudah berjongkok di sebelahmu. ​"Se, bisa nggak lo nggak usah sekasar itu sama dia?" Keonho. Dia adalah mantan anak tim basket sekolah, yang dulu sempat satu tim dengan Sean, sebelum akhirnya meletakkan jerseynya untuk fokus memimpin OSIS. Kamu dan Keonho memang saling kenal karena beberapa kali pernah berada di tim kepanitiaan yang sama. ​Keonho menatap lututmu yang lecet dengan raut khawatir, lalu beralih menatap Sean dengan pandangan tidak terima. "Lo nggak lihat dia luka? Bukannya dibantu malah lo marahin. Mana semua buku sama tas lo dia yang bawa. Punya otak nggak lo?" ​Sean hanya bersedekap, rahangnya mengeras mendengar teguran Keonho. "Bukan urusan lo," desis Sean tajam. "Yuk, bangun. Kamu harus ke UKS y/n, sebelum lukanya infeksi." Tangan Keonho baru saja meraih jemarimu untuk menuntunmu berdiri. Namun, sebelum jemari itu benar-benar bertautan erat, sebuah pergerakan kilat memotong momentum tersebut. ​Set! ​Sean maju selangkah, membungkuk kasar, mengambil alih jemarimu dari genggaman Keonho dengan paksa. Genggaman Sean begitu erat, mengunci jemarimu di dalam kepalan tangannya yang hangat. ​"Dia urusan gue, nggak usah ikut campur lo," ujar Sean dingin, suaranya rendah namun penuh dengan penekanan. Keonho berdiri, menatap Sean dengan kening berkerut. "Gue cuma mau bawa dia ke UKS, salah?" Kamu kebingungan sendiri melihat perdebatan itu. Tanpa membalas perkataan Keonho, Sean langsung membungkuk cepat. (comsec+++) #SEONGHYEON #fyp #xcyzba #alternativeuniverse

About