@ruby_shrest: Stay happy 🫶🏻 #fyp #selflove #trending #ruby_shrest #australia

ruby_shrest
ruby_shrest
Open In TikTok:
Region: AU
Friday 03 July 2026 12:44:15 GMT
4609
599
5
28

Music

Download

Comments

arhan2747
Arhan :
babal cha sabbai
2026-07-03 13:03:15
0
bongaland03
K C :
😍😍😍
2026-07-04 00:51:10
0
xitiz2
Kshitiz :
🥰🥰🥰
2026-07-03 13:24:00
0
bickydeula2
Biki Deula :
👍
2026-07-03 12:49:46
0
bikashstha8627
Bikash Shrestha :
❤️❤️❤️
2026-07-05 15:33:03
0
To see more videos from user @ruby_shrest, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

[pt 6] Pagi ini terasa jauh lebih berat dari yang kamu bayangkan. Tubuhmu panas, kepalamu berdenyut pelan sejak membuka mata, dan tenggorokanmu terasa kering seperti habis dipaksa bernyanyi semalaman. Kamu terduduk lemas di atas sofa studio, hanya diam memperhatikan teman-temanmu yang masih sibuk sendiri. Juhoon sibuk memprotes playlist latihan, Ryul sibuk menyetel kamera kecil entah untuk apa. Woojin sedang membahas hasil festival semalam dengan semangat setengah sadar. Biasanya kamu ikut nimbrung. Ikut tertawa atau minimal membalas ocehan mereka. Tapi hari ini bahkan mengangkat kepala saja terasa pusing, kamu menyandarkan tubuh lebih dalam ke sofa sambil memejamkan mata sebentar, berharap pusingnya hilang sendiri. “Oi.” Suara Martin terdengar dari dekat. Kamu membuka mata pelan dan mendapati dia berdiri di depan sofa sambil menatapmu dengan alis sedikit berkerut. “Kenapa?” “Apanya yang kenapa?” “Lo diem dari tadi.” “Capek aja.” Martin tidak langsung menjawab, tatapannya turun memperhatikan wajahmu beberapa detik terlalu lama sampai kamu risih sendiri. “Apa sih.” Dia mendekat sedikit lalu tanpa aba-aba menempelkan telapak tangannya ke dahimu dan ekspresinya langsung berubah. “Buset.
[pt 6] Pagi ini terasa jauh lebih berat dari yang kamu bayangkan. Tubuhmu panas, kepalamu berdenyut pelan sejak membuka mata, dan tenggorokanmu terasa kering seperti habis dipaksa bernyanyi semalaman. Kamu terduduk lemas di atas sofa studio, hanya diam memperhatikan teman-temanmu yang masih sibuk sendiri. Juhoon sibuk memprotes playlist latihan, Ryul sibuk menyetel kamera kecil entah untuk apa. Woojin sedang membahas hasil festival semalam dengan semangat setengah sadar. Biasanya kamu ikut nimbrung. Ikut tertawa atau minimal membalas ocehan mereka. Tapi hari ini bahkan mengangkat kepala saja terasa pusing, kamu menyandarkan tubuh lebih dalam ke sofa sambil memejamkan mata sebentar, berharap pusingnya hilang sendiri. “Oi.” Suara Martin terdengar dari dekat. Kamu membuka mata pelan dan mendapati dia berdiri di depan sofa sambil menatapmu dengan alis sedikit berkerut. “Kenapa?” “Apanya yang kenapa?” “Lo diem dari tadi.” “Capek aja.” Martin tidak langsung menjawab, tatapannya turun memperhatikan wajahmu beberapa detik terlalu lama sampai kamu risih sendiri. “Apa sih.” Dia mendekat sedikit lalu tanpa aba-aba menempelkan telapak tangannya ke dahimu dan ekspresinya langsung berubah. “Buset." Kamu refleks menepis tangannya pelan. “Apaan sih." “Lo demam.” “Enggak.” “Badan lo panas banget.” Suara ribut di studio perlahan berhenti. Juhoon langsung menoleh cepat begitu juga, Woojin dia ikut mengernyit melihat wajahmu yang memang sudah pucat sejak datang tadi. “Pantesan, dari tadi kayak NPC,” komentarnya. “Kenapa masih maksa dateng?” Martin menatapmu kesal. “Masih bisa latihan.” “Lo bahkan keliatan mau tumbang.” Kamu ingin membalas, tapi kepalamu kembali terasa berdenyut begitu mencoba berdiri sedikit. Tubuhmu langsung limbung kecil sebelum akhirnya bersandar lagi ke sofa dan Martin menangkap itu. Rahangnya langsung mengeras pelan. “Udah, lo pulang aja.” “Martin—” “Enggak ada debat.” Nada suaranya tidak keras, tapi cukup membuatmu diam, beberapa saat kemudian latihan benar-benar dibubarkan lebih cepat. Ryul dan Juhoon masih mengomel soal kamu yang keras kepala, sementara Martin sudah mengambil tasmu lebih dulu. Hujan rintik mulai turun waktu kalian keluar studio, udara dingin langsung menyentuh kulitmu yang panas, membuat tubuhmu menggigil kecil tanpa sadar. Martin membuka pintu mobil untukmu. “Masuk.” Kamu duduk pelan di kursi penumpang sambil memejamkan mata, aroma kopi samar dan parfum Martin memenuhi mobil, anehnya terasa menenangkan di tengah kepalamu yang pusing. Mesin mobil menyala perlahan, begitu mobil mulai berjalan meninggalkan studio, Martin melirikmu sebentar sebelum akhirnya menghela napas kecil. “Lo tuh bikin orang khawatir terus.” _____ Matamu terus memperhatikan Martin yang sibuk membuatkan makanan di dapurmu, apartemenmu pagi itu terasa sunyi, hanya ada suara hujan pelan di luar balkon dan bunyi peralatan dapur sesekali dari arah kitchen island kecil milikmu. Sementara kamu masih meringkuk di sofa dengan selimut menutupi setengah badan, terlalu lemas untuk bergerak banyak. Martin berdiri membelakangimu dengan lengan hoodie yang sedikit digulung. Rambut pirangnya sedikit berantakan, Sesekali dia membuka kulkasmu, mengernyit melihat isinya, lalu menghela napas seperti kecewa. “Lo hidup makan apa sih?” gumamnya. Kamu menjawab pelan tanpa tenaga. “Delivery.” “Pantes gampang sakit.” Kamu mendengus kecil, tapi terlalu capek untuk membalas lebih panjang. Beberapa menit kemudian aroma hangat mulai memenuhi apartemen, entah apa yang dia masak, tetapi wanginya cukup membuat perutmu yang kosong terasa sedikit lebih nyaman. Martin akhirnya menoleh sebentar ke arahmu. “Jangan tidur dulu.” “Hm.” “Soalnya lo belum makan sama minum obat.” “Gue ngantuk.” “Ya tahan.” Nadanya sedikit sewot. (continued) #MARTIN #alternativeuniverse #pov #cortisedit #4u

About