@newsworthybehavior: #facebook #BlackHistory #blackpeople #trending #blackskingirl

Sonofhenry
Sonofhenry
Open In TikTok:
Region: US
Friday 03 July 2026 13:48:40 GMT
6456
475
12
45

Music

Download

Comments

digisatan
digisatan :
The most beautiful thing I’ve ever seen
2026-07-03 14:02:11
64
jessicatennelle1
jessicatennelle1 :
we love you Boo
2026-07-04 17:38:19
2
hey_sunshinee35
Sunshine ❤️ :
I’ve been hollering for the past 30 mins 😂😂😂
2026-07-03 21:06:54
13
parijay52
parijay52 :
I love us 😂😂😂😂😂😂😂
2026-07-03 17:33:50
6
pricelessbabii
Melika Smith :
but they did kick me out but I just joined back in😂😂😂😂
2026-07-03 21:56:33
6
narthandume
Narthan Dume :
My people. we never act right and I love it ❤️❤️❤️❤️
2026-07-04 18:46:04
2
metadevil5
Hidden Midas :
💯💯💯 👏
2026-07-03 15:08:45
1
sster.vivian.bayn
sìster Vivian Baynard :
BLACK ÀND PROUD BLACK POWER BLACK IS BEAUTIFUL BLACIKITY BLACK BLACK WE LOVE US AND SO DOES THE SUN . THE SUN REACTS WITH OUR NATURAL GOD GIVEN MELANIN.🥰😎
2026-07-03 14:54:38
6
To see more videos from user @newsworthybehavior, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ratu Seondeok adalah ratu pertama yang memerintah kerajaan Korea secara penuh dalam sejarah tercatat. Ia memerintah kerajaan Silla dari tahun 632 hingga 647 M.  Nama asli Ratu Seondeok diyakini adalah Deokman. Ia merupakan putri dari Raja Jinpyeong dan Ratu Maya. Pada masa itu, sistem pewarisan di Silla memungkinkan perempuan bangsawan naik takhta karena adanya sistem “golpum” atau tingkatan darah bangsawan. Sejak kecil, Deokman terkenal sangat cerdas dan observatif. Salah satu kisah terkenal tentang kecerdasannya berasal dari cerita biji bunga peony yang dikirim oleh Kaisar Dinasti Tang dari Tiongkok. Bersama lukisan bunga itu, tidak ada aroma yang dijelaskan. Deokman kecil mengatakan bunga itu pasti tidak harum karena kupu-kupu dan lebah tidak digambar mendekatinya. Setelah bunga itu mekar, ternyata benar bunganya tidak memiliki aroma kuat. Walau kisah ini mungkin bercampur legenda, cerita tersebut menjadi simbol reputasinya sebagai perempuan yang tajam dalam membaca situasi. Ketika Raja Jinpyeong tidak memiliki putra laki-laki, Deokman dipilih sebagai penerus. Ia naik takhta pada tahun 632 dengan gelar Ratu Seondeok. Banyak bangsawan konservatif menganggap perempuan tidak pantas memimpin negara, terutama di masa perang. Namun Seondeok berhasil mempertahankan kekuasaannya melalui kombinasi kecerdasan politik, dukungan bangsawan loyal, dan hubungan kuat dengan agama Buddha. Pada masa pemerintahannya, Silla menghadapi tekanan berat dari dua kerajaan saingan: Baekje dan Goguryeo. Untuk mempertahankan kerajaan, Seondeok memperkuat hubungan diplomatik dengan Tiongkok, khususnya Dinasti Tang. Ia juga mengangkat jenderal-jenderal berbakat seperti Kim Yu-sin, yang kemudian menjadi tokoh penting dalam penyatuan Semenanjung Korea. Ratu Seondeok sangat mendukung agama Buddha. Ia membangun banyak kuil dan menjadikan agama tersebut sebagai alat persatuan nasional. Salah satu peninggalan paling terkenal dari masa pemerintahannya adalah Cheomseongdae.  Cheomseongdae dianggap sebagai salah satu observatorium astronomi tertua di Asia Timur. Bangunan ini menunjukkan perhatian besar Seondeok terhadap astronomi dan ilmu pengetahuan. Selain itu, ia juga mendukung pendidikan, seni, dan budaya. Tokoh paling terkenal dalam kisah cinta Seondeok menurut legenda adalah Bidam dan Kim Yu-sin.  Menurut legenda Bidam diam-diam mencintai sang ratu. Seondeok juga memiliki perasaan padanya. Namun statusnya sebagai ratu membuat hubungan mereka mustahil terbuka. Legenda menyebut Bidam perlahan berubah karena frustrasi politik, kecemburuan dan keinginan memiliki kekuasaan. Akhirnya ia memberontak dengan slogan terkenal: “Perempuan tidak dapat memerintah negara.
Ratu Seondeok adalah ratu pertama yang memerintah kerajaan Korea secara penuh dalam sejarah tercatat. Ia memerintah kerajaan Silla dari tahun 632 hingga 647 M. Nama asli Ratu Seondeok diyakini adalah Deokman. Ia merupakan putri dari Raja Jinpyeong dan Ratu Maya. Pada masa itu, sistem pewarisan di Silla memungkinkan perempuan bangsawan naik takhta karena adanya sistem “golpum” atau tingkatan darah bangsawan. Sejak kecil, Deokman terkenal sangat cerdas dan observatif. Salah satu kisah terkenal tentang kecerdasannya berasal dari cerita biji bunga peony yang dikirim oleh Kaisar Dinasti Tang dari Tiongkok. Bersama lukisan bunga itu, tidak ada aroma yang dijelaskan. Deokman kecil mengatakan bunga itu pasti tidak harum karena kupu-kupu dan lebah tidak digambar mendekatinya. Setelah bunga itu mekar, ternyata benar bunganya tidak memiliki aroma kuat. Walau kisah ini mungkin bercampur legenda, cerita tersebut menjadi simbol reputasinya sebagai perempuan yang tajam dalam membaca situasi. Ketika Raja Jinpyeong tidak memiliki putra laki-laki, Deokman dipilih sebagai penerus. Ia naik takhta pada tahun 632 dengan gelar Ratu Seondeok. Banyak bangsawan konservatif menganggap perempuan tidak pantas memimpin negara, terutama di masa perang. Namun Seondeok berhasil mempertahankan kekuasaannya melalui kombinasi kecerdasan politik, dukungan bangsawan loyal, dan hubungan kuat dengan agama Buddha. Pada masa pemerintahannya, Silla menghadapi tekanan berat dari dua kerajaan saingan: Baekje dan Goguryeo. Untuk mempertahankan kerajaan, Seondeok memperkuat hubungan diplomatik dengan Tiongkok, khususnya Dinasti Tang. Ia juga mengangkat jenderal-jenderal berbakat seperti Kim Yu-sin, yang kemudian menjadi tokoh penting dalam penyatuan Semenanjung Korea. Ratu Seondeok sangat mendukung agama Buddha. Ia membangun banyak kuil dan menjadikan agama tersebut sebagai alat persatuan nasional. Salah satu peninggalan paling terkenal dari masa pemerintahannya adalah Cheomseongdae. Cheomseongdae dianggap sebagai salah satu observatorium astronomi tertua di Asia Timur. Bangunan ini menunjukkan perhatian besar Seondeok terhadap astronomi dan ilmu pengetahuan. Selain itu, ia juga mendukung pendidikan, seni, dan budaya. Tokoh paling terkenal dalam kisah cinta Seondeok menurut legenda adalah Bidam dan Kim Yu-sin. Menurut legenda Bidam diam-diam mencintai sang ratu. Seondeok juga memiliki perasaan padanya. Namun statusnya sebagai ratu membuat hubungan mereka mustahil terbuka. Legenda menyebut Bidam perlahan berubah karena frustrasi politik, kecemburuan dan keinginan memiliki kekuasaan. Akhirnya ia memberontak dengan slogan terkenal: “Perempuan tidak dapat memerintah negara." Kim Yu-sin adalah jenderal besar Silla yang membantu memperkuat kerajaan. Dalam beberapa legenda dan cerita modern: Kim Yu-sin disebut sangat setia kepada Seondeok. Kesetiaannya dianggap bukan hanya politik, tetapi juga emosional. Namun kisah ini biasanya digambarkan sebagai: cinta diam-diam, penuh penghormatan, tanpa hubungan romantis terbuka. Karena Seondeok adalah ratu dan Kim Yu-sin seorang jenderal, hubungan mereka dianggap tidak mungkin diwujudkan secara pribadi. Tidak ada bukti sejarah bahwa Seondeok pernah menikah secara resmi. Beberapa sejarawan percaya: Ia sengaja tidak menikah demi menjaga stabilitas politik. Hidupnya fokus pada pemerintahan dan kelangsungan negara. Karena tidak memiliki keturunan, takhta diteruskan oleh sepupunya, Ratu Jindeok. Dalam sejarah Korea, Seondeok dikenal sanga cerdas, tenang, diplomatis, religius, visioner dan memiliki intuisi politik kuat. Ratu Seondeok wafat pada tahun 647 M. Sebelum meninggal, ia disebut meminta dimakamkan di lokasi yang “dekat surga Buddha.” Makamnya berada di Gyeongju, bekas ibu kota Silla. Warisannya sangat besar: membuka jalan bagi kepemimpinan perempuan di Korea, memperkuat fondasi penyatuan Korea, memajukan ilmu astronomi, dan memperkokoh budaya Buddha di Silla. Hingga sekarang, ia dianggap salah satu penguasa perempuan terbesar dalam sejarah Korea. *gambar hanya ilustrasi ai

About